"Rumah adalah miniatur peradaban,
Semua bermula dari rumah...
Maka penting bagimu menghidupkan dan membangun cahaya peradaban yang unggul dari dalam rumahmu..."
Inilah Nice Home Work#2 kami kali ini.., sementara materi bisa dilihat pada tulisan sebelumnya.
Bunda, setelah semalam kita belajar tentang “membangun peradaban dari dalam rumah” maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan kekuatan potensi dari mereka, siasati kelemahan masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. Kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang anda miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Kearifan lokal apa yang anda lihat? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini.
e. Setelah menjawab pertanyaan a-d, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya “peran spesifik keluarga” anda di muka bumi ini.
Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di Nice Homework #2 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.
*************************************
Terimakasih pada mb Niken Tf Alimah yang telah mengingatkan kami sebelumnya tentang perkara keutamaan menjaga cerita-cerita rumah tangga dan kehidupan para istri dengan suami mereka, baik itu kepada kerabat dan teman-teman mereka.
Sumber dari mbak Niken izin saya copas disini
Maka jawaban dari NHW#2 milik Lina Ibune Azzam adalah;
a. Well done!. Saya pun sudah melihat respon suami.
b. Kekuatan dan potensi anak-anak :
- Azzam (8 tahun), anak dengan potensi visual dan audio yang kuat ~masyaAlloh~, senang sekali makan bakso dan tidak terlalu suka ikan yang serba digoreng atau rebus. Ikan bakar langsung dihabiskan dengan lahap. Diusianya saat ini sangat membutuhkan penyaluran aktivitas fisik seperti memanah, main sepakbola, sepedaan dan berenang. Pengendalian diri cukup bagus (mampu meredam dan menahan keinginan untuk jajan, atau sekedar bermain diluar terlalu lama). Perasaannya sangat peka untuk saat ini.
- Syifa (6 tahun), anak yang pandai dalam bahasa, cerdas insyaAllah, sedikit keras kepala dan sangaat manja jika bersama ayah. terkadang perhatian terkadang cuek.
- Aisyah (3 tahun), anak yang easy going, senengnya sama ibu, menyenangkan dan sangat menghibur kami
- Alifa (1 tahun), kalem, melankolis namun sudah bisa berontak memperjuangkan keinginannnya
Alhamdulillah semua lahir secara normal ~gentle bird~, sukses IMD langsung setelah kelahiran, dirawat dan dibesarkan sendiri tanpa art, hanya Allah yang memampukan.
c. Kekuatan dan potensi diri
~ sedang merenungkan~
d. masih merenung...
insyaAllah setelah perenungan berakhir akan kembali merevisi dan memperbarui tulisan ini
Demikian,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar