Bismillah,
Lama gak nulis lagi di blog ini, waktu rasanya selalu tak cukup untuk menyempatkan diri walau sesaat, padahal sudah tahu kalau konsistensi itu kelak akan berbuah manis, insyaAllah.
Tapi nampaknya kali ini tak tertahan lagi, saya merasa perlu menuliskan hal ini, paling tidak kelak bisa menjadi kenangan bagi diriku ataupun orang-orang yang mengenalku. Dan, yang terpenting, semua catatan dalam blog ini menjadi kenangan buat anak-anakku.
Seperti pada hari ini, kusematkan surat cinta untuk anak sulungku. Azzam (semoga Allah menjaganya). Surat cinta yang kutulis karena berkecamuk beragam rasa didalam dada ini. Sedih, risau, cemas dan harap. Ketika disuatu kesempatan, Azzam menelpon kami dari pondoknya dan "melaporkan" bahwa target hafalannya pada semester ini jauh dibawah standar.
Saya dan suami sebenarnya setiap momen "telpon santri" tidak pernah mensyaratkan harus menerima laporan progres hafalan ananda. Jika pun dapat info, bagi kami itu sebagai keterangan bahwa ananda di pesantren mampu mengikuti aktivitas pembelajaran dengan lancar dan baik. Setiap momen ini kami manfaatkan untuk melepas kerinduan, menanyakan kabar kesehatan, hal yang menyenangkan dan kebutuhan-kebutuhan logistik dan toiletriesnya, seputar itu saja...
Apalagi, semester ini Azzam pasca sakit (bulan Agustus 2020) yang cukup menguras energi dan waktunya. Membutuhkan masa pemulihan yang tidak singkat. Sehingga, setiap momen "telpon santri" itu, kami hanya memanfaatkan untuk kontroling obat-obatan dan vitamin yang mesti dikonsumsinya.
Untuk itu semoga surat sederhana dari ibune ini mampu membasuh jiwanya yang saat ini sedang down, mampu membantu menguatkan semangatnya lagi untuk tetap tangguh melaju menghadapi tantangan penuntut ilmu.
Azzam, jika kelak kamu menemukan tulisan blog ibu ini, semoga Azzam mengenang ibu sebagai ibu yang menyayangimu apa adanya, menyayangi mas Azzam karena Allah....
| surat sayang dari ayah ibu untuk mas Azzam |
Alhamdulillah 'ala kulli hal,
| suasana halaqoh Qur'an di PP. Hamalatul Qur'an |
| Semoga Allah menjaga kalian anak-anak penghafal Al Qur'an |
| MasyaaAllah, baarokallahu fiih |
| suasana kajian di PPHQ (masa pandemi covid) |