Follow Me @linaibuneazzam

Sabtu, 18 Februari 2017

Aliran Rasa Komunikasi Produktif_Lina Ibune Azzam

19.53 0 Comments
Qaulan Sadiida
foto by freepik.com

Beberapa kalimat pamungkas diatas membuat saya kembali menakar kadar komunikasi saya. Betapa banyak kekurangan dan kesalahan disana sini. Semakin lengkap sehingga mmebuat saya meneteskan air mata menyesal atas ketidak sempurnaan itu.

Qaulan Sadiida

Qaulan Sadiida bermakna segala perkataan, pembicaraan, ucapan yang baik dan benar, baik secara konten maupun redaksional. Konten disini meliputi materi, isi atau pesan yang dikomunikasikan secara jujur, lurus, tulus, faktual tanpa rekayasa. Redaksional terkait gaya penyampaian, pemilihan bahasa/kalimat.

Dan hendaklah takut orang-orang yang meninggalkan keturunan di belakang mereka dalam keadaan lemah yang senantiasa mereka khawatiri. Maka dari itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang lurus benar.(QS-An Nisaa’ 9)
 Nah, betapa besarnya perkara lisan ini sehingga banyak diabadikan dalam kitab suci Al-Quran, salah satunya dalam Quran An Nisaa ayat 9 diatas, sehingga Nabiyullah Ibrahim menjadikan qaulan sadiida ini sebagai doa-doanya yang selalu dipanjatkan kepada Allah.

Dalam konteks parenting, tulisan mengenai qaulan sadiida ini dapat kita baca disini.

Sehingga, sebelum jatah hidup saya habis, melalui aliran rasa ini saya menghaturkan permohonan maaf atas perkataan-perkataan saya yang tidak berkenan dan bahkan melukai hati teman-teman, keluarga dan sahabat. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan dalam aliran rasa ini selain permohonan tersebut.

Semoga saya mendapat keridhoannya,
salam takzim

Lina Ibune Azzam

Jumat, 10 Februari 2017

BS#T10_Lina

22.50 0 Comments
#hari10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Selain sebagai seorang ibu dan istri, saya memiliki peran lain yaitu sebagai anak.
baik itu anak kandung maupun anak mantu. Sebagai anak kandung, alhamdulllah tidak memiliki masalah dalam berkomunikasi, namun lain halnya sebagai anak mantu, disini saya masih belum menemukan pola komunikasi yang pas terhadap ibu mertua saya.

hmm... nampaknya saya harus lebih banyak belajar dan menahan lisan agar tidak salah berucap.

8 Februari 2017

BS~T9_Lina

22.46 0 Comments
#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Pergi ke Pasar.

Pagi ini saya mengajak anak-anak untuk belanja ke pasar. Di sana mereka melihat dan mempelajari banyak hal. Termasuk gaya berkomunikasi antar sesama penjual dan pembeli. Anak-anak juga belajar bagaimana teknik menawar sebagai bagian dari negosiasi harga. Wah, seru pokoknya. Sampai-sampai anak-anak meminta untuk diajak kembali ke pasar keesokan harinya.

7 Februari 2017

BS~T8_Lina

22.42 0 Comments
#hari8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sebenernya tidak ada yang terlalu istimewa dalam keluarga kami, semua telah berjalan secara alamiah. Hanya yang masih dipertahankan sebagai sebuah tradisi keluarga adalah kami selalu melakukan pillow talk berdua pun bersama anak-anak juga.

Semua topik bis menjadi bahasan pillow talk, apa aja yang penting dikomunikasikan. Dan, kami semua menikmatinya.

6 Februari 2017

BS#T7_Lina

22.26 0 Comments
#hari7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Memilih konten positif.

Berbahasa yang bernada dan berkonotasi positif ini menjadi tantangan juga. Terutama untum saya dan pak suami. FoE kami yang berbeda dan sangat bertolak belakang terkadang menjadi salah satu penyebab memanasnya komunikasi diantara kami. Namun, semuanya perlu proses untuk selalu berbenah dan mengarah ke arah kebaikan. Semoga Allah memudahkan...

5 Februari 2017

Sabtu, 04 Februari 2017

BS#T6_Lina

23.54 0 Comments

#hari6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Hari ini ayahnya anak-anak berangkat keluar kota. Otomatis anggota forum keluarga akan berkurang satu. Namun, karena kita hidup dalam era telekomunikasi yang canggih maka hal tersebut tidak terlalu mengkuatirkan. Anak-anak masih bisa terhubung lewat telepon dan whatsapp.

Ahh... nikmat berkomunikasi ini yang patut untuk selalu disyukuri. Semoga Allah menjaga ayah dimanapun berada, dan pulang ke rumah dengan selamat dan berkumpul bersama kami kembali. Aamiin

BS#T5_Lina

23.50 0 Comments

#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Setelah kemarin share 12 gaya populer komunikasi yang umum dilakukan oleh para orang tua, maka sejak detik ini kembali _mikir_  sebelum bertindak.

Memperbanyak istighfar menjadi usaha saya untuk mengawali perbaikan gaya berkomunikasi. Memiliki 4 anak dengan tahap perkembangan yang beragam, tentu membutuhkan pola komunikasi yang kaya agar tepat sasaran.

Ya Allah... Allahul Musta'an.

Jumat, 03 Februari 2017

BS#T4_Lina

02.43 0 Comments
#hari4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Saya ikut share 12 gaya populer komunikasi yang umumnya dilakukan para orang tua yah (mungkin saya pun pernah tanpa sadar melakukannya), 12 gaya ini diberikan bu dosen Septi pad hari Rabu, 1 Februari 2017 sebagai cemilan rabu kepada kami mahasiswa perkuliahan Bunda Sayang.

Cemilan Rabu  : 12  Gaya Populer, Penghambat Komunikasi Kita

📆Hari baru, Semangat Baru

Satu minggu sudah kita memperdalam materi "Komunikasi Produktif". Dan teman-teman saat ini sedang melatih kekonsistenan diri dalam menjaga komunikasi dengan diri kita sendiri, dengan partner atau rekan kerja  dan dengan anak-anak kita. Banyak tantangan ya pasti, tapi seru. Di pekan pertama ini, kami ingin berbagi tentang 12 gaya populer, yang menghambat komunikasi kita.

Mungkin sebagian besar dari kita sudah sering mendengar tentang 12 gaya populer (parenthogenic).  Tanpa kita sadari, secara turun temurun 12 gaya komunikasi ini sering kita gunakan dalam percakapan sehari-hari.

Ketika anak sedang atau tidak bermasalah pun, jika kita sering meresponnya dengan menggunakan 12 gaya populer ini, anak akan merasa tidak percaya dengan emosi atau perasaannya sendiri.

Padahal sangat penting bagi anak untuk belajar percaya dengan perasaannya dan dirinya, hal tersebut akan mendukung perkembangan emosinya dan mendorong anak tumbuh menjadi percaya diri.

Jika perkembangan emosi anak baik, ia juga akan memiliki kontrol diri yang baik ketika menghadapi suatu masalah, bahkan ia akan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Berikut adalah  contoh-contoh 12 gaya populer:

1⃣Memerintah,
contoh: “Mama tidak mau dengar alasan kamu, sekarang masuk kamar dan bereskan kamarmu!”

2⃣Menyalahkan,
contoh: Ketika anak tidak bisa mengerjakan soal PRnya, ayah berkata, “Tuh kan. Itulah akibatnya kalau kamu tidak mendengarkan Ayah dan malas belajar”

3⃣Meremehkan,
contoh: “Masak pakai sepatu sendiri saja tidak bisa, bisanya apa dong Kak?”

4⃣Membandingkan,
contoh: “Kok kamu diminta naik ke panggung saja tidak mau sih Kak, tuh lihat Andi saja mau”

5⃣Memberi cap,
contoh:”Dasar anak bodoh, disuruh beli ini saja salah!”

6⃣Mengancam,
 contoh: “Kalau kamu tidak mau makan lagi, kamu tidak akan dapat uang jajan selama seminggu!”

7⃣Menasehati,
contoh: “Makanya, kalau mau makan cuci tangannya dulu, nak… Tangan kan kotor banyak kumannya…”

8⃣Membohongi,
contoh: “Disuntik tidak sakit kok nak, seperti digigit semut aja kok”

9⃣Menghibur,
contoh: Ketika adik menemukan bahwa es krim nya dimakan oleh kakaknya tanpa sepengetahuannya, bunda berkata, “Sudah ya sayang, besok bunda belikan lagi es krimnya, lebih enak dari yang dimakan kakak tadi”

🔟Mengeritik,
contoh: “Lihat tuh! Masak mengepel masih kotor dimana-mana begitu. Mengepelnya yang benar dong!”

1⃣1⃣Menyindir,
contoh: “Hmmm… Pintar ya? Sudah mandi, sekarang main tanah dan pasir lagi”

1⃣2⃣Menganalisa,
contoh: “Kalau begitu, yang mengambil bukumu bukan temanmu, mungkin kamu tinggalkan di tempat lain…”

Aha! makin banyak yang harus kita perbaiki ya, ayo lanjutkan tantangan 10 hari teman-teman, dengan kualitas komunikasi yang semakin bagus.


Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber bacaan:

Elly Risman, Penghambat Komunikasi Dalam Keluarga, artikel, 2014

Tim Fasilitator Bunda sayang IIP, Hasil Tantangan 10 hari, komunikasi produktif, 2017


Nah, dari 12 gaya populer itu yang manakah yang sering kita lakukan? Wah saya semakin malu, sungguh makjleb... besar nian PR kita untuk mengganti gaya populer itu menjadi gaya komunikasi yang produktif.

Kamis, 02 Februari 2017

BS#T3_Lina

02.15 0 Comments
#hari3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Membangun komunikasi yang sehat dan produktif nampanya menjadi latihan abadi sepanjang masa. Karena, hampir selalu disinilah letak titik pusat dari kesuksesan berkeluarga.
Selain rumus Kiss -Keep Information Short & Simpel-,  maka yang menjadi latihan saya dari masa ke masa adalah menyamakan FoR dan FoE nya menjadi kita, bukan lagi  aku atau kamu.

Kalau yang seperti ini, teknis yang paling manjur adalah dengan pillow talk. he he he...

Apa yang sudah berubah selama kurun waktu pernikahan 9 tahun ini? Alhamdulillah... perlahan mulai berubah kearah kebaikan. Ego dan kekakuan diri tidak lagi terlalu mendominasi (walau kadang-kadang masih, karena bujuk rayuan syaithon laknatulloh)