Follow Me @linaibuneazzam

Minggu, 11 Juli 2021

Feedback System ( Review My First Buddy Niya Nuryanti)

22.37 0 Comments

Alhamdulillah pekan kedua di Kampus Ibu Pembaharu (www.ibupembaharu.com) adalah pekan yang seru dan menyenangkan. Kami diminta untuk melakukan review atas jurnal buddy kami. Dan, untuk kali pertama ini saya dijodohkan dengan mbak Niya Nuryanti, beliau dari IP Regional Banten.


Setelah tahu siapa buddy-ku, segera kuhubungi beliau. Obrolan di awal masih seputar menghangatkan komunikasi, keesokan harinya kami mulai aga-agak serius ngobrolin tentang problem statement yang sudah dibuat dalam jurnal masing-masing.


Ingat pesan ibu Septi, bahwa kami diminta untuk memastikan problem statement dan akar masalah yang sudah ditentukan dalam tahap identifikasi masalah benar-benar menjadi pijakan kita untuk melangkah. Dan sangat diharapkan tidak berubah setelahnya. Hal ini pastinya akan terkait dengan tahap mastermind di akhir program Problem Based Learning ini.


Oiya sekilas tentang Problem Based Learning, secara sederhana ini adalah salah satu gaya belajar yang sedang dilatihkan kepada mahasiswa Kampus Ibu Pembaharu. Dimana, pada gaya ini kita akan meng-upgrade gaya belajar tradisional/konvensional menjadi problem based ini. 


Pada tradisional learning, skema belajar yang terjadi secara umum adalah pembelajar diberi tahu sebuah konten, kemudian diminta untuk mengingatnya/menghafalkannya lalu dibuatlah soal untuk memastikan materi yang telah dihafal bisa menjawabnya.


Berbeda dengan skema problem based learning, dimana dari tahap menemukan masalah dulu, baru kemudian mengidentifikasi apa yang perlu dipelajari untuk menemukan solusi. Dan kemudian mengujicobakan solusi dengan model learn and relearn, hingga benar-benar akhirnya menemukan solusi yang tepat.

^-^


Dan, akhirnya sampailah saya pada tahap memberi feedback atas jurnal mbak Niya. Berikut ini problem statement dan juga analisa akar masalah yang mba Niya pilih untuk ditemukan solusinya.


Problem Statement by Niya


Akar Masalah by Niya

Setelah membaca jurnal mb Niya, maka saya melihat bahwa mb Niya merasa terpanggil untuk menyelesaikan masalah sosial di sekitarnya. 
Big problem yang dipilih mb Niya adalah penyimpangan seksual dan emosi.
Mengapa? Menurut mb Niya, karena beliau melihat dari banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi, salah satu penyebabnya karena kurangnya edukasi dari orang tua. Dan faktanya, korban pelecehan tersebut kebanyakan adalah perempuan. Hal itu jugalah yang menjadi alasan besar mengapa mereka para korban tidak mau, tepatnya tidak berani bicara ( speak up ), untuk sekadar menyuarakan kepedihan derita mereka.

Saya coba menuliskan hasil feedback untuk mbak Niya, kedalam template yang sudah disediakan oleh tim formula Bunda Shaliha. Berikut isinya;



Sebagai kesimpulan, dalam jurnal 1 mba Niya, beliau sudah mampu mengidentifikasi masalah dengan baik. Nampak juga mb Niya memiliki pemahaman yang baik terhadap sisi ilmiah dari problem yang ingin disolusikan.


Sehingga, sekali lagi jurnal mb Niya sudah baik, MasyaaAllah...
Tinggal lebih spesifik saja, dan menyusun goal settingnya dalam tenggat waktu 5-6 bulan ini dengan rencana aksi yang terukur.
Sebagai saran mungkin perlu membuka peluang relawan "oprec volunteer" yang akan menguatkan mb Niya membuat solusinya.


Wallahu 'alam,
Yogyakarta, 11 Juli 2021
Lina Ibune Azzam