Follow Me @linaibuneazzam

Kamis, 21 Juli 2016

NHW#7 Menemukan Misi Spesifik Hidup

22.42 0 Comments
NHW#7 MENEMUKAN MISI SPESIFIK HIDUP

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif. 
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitaas hidup kita ini tidak akan selalu dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita. Karena Rejeki itu kejutan, nilai rupiah itupun bonus dari kesungguhan kita bukan yang dicari sebagai obyek utama. Mohon dipahami dulu dengan seksama materi sebelumnya, kemudian praktekkan agar kita semakin yakin akan proses menjemput rejeki.

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup. Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagaian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).  
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.  

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan esok hari saya akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #7 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #6.

Salam Ibu Profesional,


/Septi/⁠⁠⁠⁠

Menemukan Misi Spesifik Hidup

3 elemen utama:
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. Kita ingin memiliki apa (have)

Berdasarkan kuadran aktivitas pada NHW#6, saya masih memilih kegiatan berbagi pengetahuan khususnya bertema parenting dan pendidikan anak. Di dunia online, saya akan memaksimalkan medsos terutama fb, wa dan telegram, karena ketiganya terukut oleh kemampuan saya. Sementara untuk offline, melalui ajang kopdar dengan komunitas yang saya bergabung di dalamnya seperti IIP Karawang, HSKM, Alumni FSUA. Hal ini masuk pada kategori DO.

Pada tema mompreneur nampaknya akan saya keep dulu untuk beberapa saat lamanya, karena saat ini saya diminta pulang kampung menemani ibu mertua yang sudah sepuh. Sehingga segala hal terkait bisnis road map akan saya endapkan sejenak. Dengan pertimbangan agar fokus saya tidak terpecah.

(Be) Saya tetap memiliki impian menjadi seorang ibu yang inspiratif dan selalu dimudahkan diberi kesempatan untuk menebar manfaat pada sesama.

(Have) Memiliki hati tenang dan bahagia.


3 Aspek Dimensi Waktu

Saat saya menuliskan NHW#1-6, sikonnya saya sedang dalam posisi yang bebas merancang dan menentukan pilihan-pilihan saya pribadi secara mandiri, begitupun dengan rancangan untuk pendidikan anak-anak saya.

Namun bulan ini, setelah lebaran Juli 2016, faktanya saya diminta stay di kampung, tidak kembali lagi ke kota perantauan saya selama kurang lebih 8 tahun lamanya. Kegiatan harian kini seputar urusan rumah tangga, momong 4 anak saya dan merawat eyang (ibu mertua) yang sudah sepuh dan sakit Diabetes. Ditambah pula saya dan suami jadinya LDR antara Jogja dan Karawang.

Hanya ketaatan pada suamilah yang membuat saya bertahan di kampung ini. Nothing to lose...

Situasi dan kondisi ini membuat saya mati gaya dan blank, merasa tak berdaya. Sehingga rasanya agak sulit untuk menjawab pertanyaan 3 aspek terkait dimensi waktu tersebut.

Saya perlu mencari petunjuk, semoga ketika bunda Septi membaca NHW#7 saya ini berkenan memberi tanggapan agar terang pikiran ini, agar tenang hati ini.

So....PR belum selesai yah...masih menanti pencerahan dari Cikgu Septi tersayang.