Follow Me @linaibuneazzam

Sabtu, 29 April 2017

Game Level4_Mengenal Gaya Belajar Anak_hari7

19.47 0 Comments

Pekan yang melelahkan...
Wira-wiri RS, mempersiapkan acara kidpreneur dan pas banget quota internet habis bis.

Akhirnya, konsistensi itu benar-benar diuji. Khususnya pada ibune, namun qodarulloh karena quota pas habis, sinyal telkomsel juga sempat sulit beberapa hari maka lengkaplah sudah, acara setoran T10 delay jadinya.

Namun, pengamatan dan membersamai anak-anak dalam aktivitas-aktivitas mereka tetaplah berjalan.

Kamis, 27 April 2017

Game Level4_Mengenal Gaya Belajar Anak_hari6

09.15 0 Comments

Telat sehari deh laporan T10 kali ini, perhatian dalam proses pengurusan admin cek out eyang menyita kami, begitupun waktu. Sehingga anak-anak berkegiatan bebas tanpa perencanaan.

Kemarin, sang kakak-kakak belajar membuat life evolution nya sendiri... si sulung Azzam membuat corat-coret bagaimana harapannya di usia 19 tahun dan 20 tahun. Sementara, syifa sedang menelaah dan mengunyah pelan-pelan apa yang dipahami dan dibagikan sang kakak kepadanya.

Adik-adik, Aisyah dan Alifa masih asyiik membangun bonding emosional antar mereka. Terkait dengan usaha menstimulus modalitas belajar mereka, agar dapat bekerja dengan optimal, saya masih menggunakan gaya kombinasi dengan harapan sistim representasi terhadap sebuah informasi dapat mengintegerasi semua sensory (semua indera) yang mereka punya.

Selasa, 25 April 2017

Game Level4_Mengenal Gaya Belajar Anak_hari5

05.45 0 Comments

Senin, 24 April 2017

Tantangan kali ini benar-benar beda sensasinya, sambil wira-wiri RS karena eyangnya anak-anak sudah hampir sepekan dirawat, namun saya tetap harus menunaikan tugas saya sebagai observer dan fasilitator bagi tumbuh kembangnya anak-anak agar optimal.

Berdasarkan kajian NLP, saya sangat setuju jika setiap individu memiliki perpaduan learning modality (atau dalam sebagian sumber disebut sebagai gaya belajar) yang beragam.

Gaya belajar ini akan berubah dan menyesuaikan dengan kondisi dan tema pelajaran yang sedang dihadapi. Tentu, tidak ada perpaduan yang bersifat fix/ajeg pada setiap orang.

Seperti halnya pada gaya belajar anak-anak dirumah dan dimana saja. Saya masih terus menggunakan gaya kombinasi, menstimulus semua modalitas belajar mereka agar terintegerasi satu sama lain dan menjadi support system yang mendukung keberhasilan sebuah input yang kita programkan pada anak-anak.

*modalitas belajar = VAKOG (visual, auditory, kinestetik, olfaktory, gustatory)

Senin, 24 April 2017

Game Level4_Mengenal Gaya Belajar Anak_hari4

05.00 0 Comments

Ahad, 23 April 2017

Terkadang kami sekeluarga melakukan kegiatan yang tidak terencana secara detail, seperti hal nya hari ini kami bersama-sama puluhan anak yatim asuhan Rumah Yatim Ulul Albab melakukan family gathering di daerah Galur, Kulonprogo.

Dari memanah, main engrang, hiking menyusuri bukit, pesisir laut, kebun-kebun hingga acara gathering ditutup dengan makan besar bersama.

Namun, observasi tetap berusaha untuk saya lakukan untuk mengamati bagaimana respon anak-anak terhadap beragam aktivitas tersebut.

Semua berjalan sangat natural dan alamiah, tanpa rekayasa.

Azzam diusianya yang pre baligh mulai nampak memperlihatkan kemandirian diri lebih matang dari adik-adiknya, tak ada problem sosialisasi karena Azzam mampu bergaul dengan sangat baik dengan kawan-kawan yatimnya.

Sangat berbinar ketika mencoba bermain engrang, karena pada dasarnya Azzam yang kinestetik. Awalnya belum menguasai tubuhnya secara baik, namun diiringi dengan mantra favoritnya *man jadda wa jadda* akhirnya lama-lama Azzam pun perlahan mahir dan berhasil. Yeayyy....🎉🎉

Bagaimana dengan Syifaa?

Anak kedua saya itu pun sebenarnya penasaran untuk mencoba, telag dilakukannya beberapa kali namun belum jua berhasil. Tetapi semangatnya masih bergelora, dan meminta untuk dibuatkan engrang sendiri agar bisa berlatih dirumah.

Alifa dan Aisyah?

Duo krucils itu asyiik dengan dunianya sendiri, menemukan baby kucing imut disekitaran lokasi lapangan panahan memancing empati mereka untuk berbagi makanan. Saya biarkan saja... sesekali menawarkan apakah Alifa ingin menyentuh kucing tersebut? Ini dalam rangka menstimulus sensorynya, Alifa masih ragu tapi mau. Hahahahah

Dua kakak perempuannya (Aisyah dan Syifaa) sudah menikmati kebersamaan dengan kucing itu tanpa saya minta. Mereka memangku, mengelus dan memberikan kasih sayang. Sekali lagi saya biarkan.

Begitulah pengamatan pada game level 4 ini, perlahan akan dilakukan penyempurnaan disana sini.

Minggu, 23 April 2017

Game Level4_Mengenali Gaya Belajar Anak_hari3

15.08 0 Comments

Sabtu, 23 April 2017

Ini hari adalah hari ke 3 dalam program tantangan 10 pda sesi materi#4 program Bunda Sayang 2017.

Merasa enjoy dan menikmati setiap detiknya bersama anak-anak.

Rencana kegiatan hari ini adalah; mengunjungi eyang yang sudah sekitar 3 hari dirawat di salah satu Rumah Sakit di kota Yogyakarta karena gula darah dan tekanan darah yang naik tajam.

Sehingga, saya bersama anak-anak tidak terlalu merencanakan kegiatan yang terlalu detail, semua berjalan alamiah.

Namun, karena siangnya saya ada acara mengikuti Bincang Edu di Balai Kota DIY maka anak-anak bermain bersama saudara-saudara sepupunya di rumah pakdenya.

Sebelum berangkat, Azzam yang visual dan mulai menyenangi kegiatan membaca buku (fisik) dan mencari bahan/referensi tertentu yang dibutuhkannya meminta izin pamit untuk ke Perpusda bersama adiknya Syifaa.

Alhamdulillah, spirit pembelajar mandiri sudah mulai terlihat pada kedua anak pertama saya itu, semoga mereka menikmati dan istiqomah.

Saya pun tetap melanjutkan tugas menstimulus duo balita (Aisyah dan Alifa) di rumah.

Sabtu, 22 April 2017

Game Level4_Memahami Gaya Belajar_hari2

04.22 0 Comments

Jumat, 21 April 2017

Hari ini kami sekeluarga berkesempatan mengikuti acara pengajian anak yatim RY.Ulul Albab, Kulonprogo.

Sudah sekitar 3-4 bulan terkadang di akhir pekan kami menghabiskan waktu ikut berkontribusi mengelola yayasan tersebut, dan seperti biasa anak-anak juga kami libatkan. Dengan tujuan, agar merekapun bisa mengambil hikmah dari setiap etape kehidupan masing-masing anak yatim tersebut.

Terkait dengan Gaya Belajar,

Karena, azzam (2007) sudah mulai nampak gaya dominannya yakni visual-kinestetik namun kepada anak-anak saya cenderung menggunakan gaya kombinasi, dimana memadukan semua potensi indera yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk memaksimalkan proses menyerap informasi (baca; ilmu) dari sumber manapun.

Sehingga, semuanya bekerja secara porporsional sesuai dengan tujuan dari fungsi tersebut.

Proses amati-terlibat-tulis ini secara melingkar masih terua dilakukan, karena pun saya menyadari bahwa manusia (dalam hal ini anak-anak) adalah makhluk yang sangat dinamis.

Jumat, 21 April 2017

Game Level4_Mengenali Gaya Belajar Anak_hari1

00.19 0 Comments

Alhamdulillah mulai lagi tantangan kita, seharian ini telkomsel sinyalnya kurang support. Hingga di penghujung hari Kamis 20 April 2017 baru sempat mengakses blog. Semoga lancar....

Aktivitas

Hari ini mulai pengamatan hari 1, anak-anaj berkegiatan seperti biasa. Untuk kakak-kakak ( Azzam & Syifa) mengisi hari ini dengan membaca buku di perpusda kulonprogo.

Saya bersama duo krucils (Aisya & Alifa) berkegiatan dirumah. Kami merakit lego, main boneka, main pasir, main lompat-lompat di kasur. Ibune tidak ikut tentunya. Hahahha...

Gaya Belajar
Azzam si sulung, sangat visual - kinestetik.
Asyifa si tengah pertama, sementara auditori
Aisya si tengah kedua, sementara sangat auditori - visual
Dan,
Alifa si tengah ketiga, masih tahap eksplorasi bersama kakak Aisya

Sabtu, 15 April 2017

Aliran Rasa Bunsay Level#3

17.18 0 Comments

Hmm... tak banyak yang bisa saya bagi dalam aliran kali ini. Saya termasuk murid Bunsay 2017 yang tidak optimal dalam menuntaskan tantangan 10 hari, khususnya pada sesi materi#3.

Tantangan 10 hari dengan tema Family Project ini hanya bisa tertunaikan hingga hari ke 3, hari berikutnya hingga waktu deadline tak mampu terkejar dengan sempurna.

Tak bermaksud beralasan, namun ketidak optimalan tantangan kali ini, qodarullloh lebih dikarenakan kondisi kesehatan saya yang kembali ngedrop, bedrest kurang lebih 7 hari lamanya, menyusul suami ikut tumbang... Allahu yasyfiik.... Allah sebaik-baik penyembuh itulah yang kami pinta setiap harinya.

Mengingat anak-anak yang membutuhkan ayah dan ibunya.

Namun, alhamdulillah tugas sebagai fasilitator kelas bunsay area Bekasi bisa tertunaikan dengan baik.

Semoga tantangan selanjutnya bisa tersempurnakan. Aamiin