Ahad, 23 April 2017
Terkadang kami sekeluarga melakukan kegiatan yang tidak terencana secara detail, seperti hal nya hari ini kami bersama-sama puluhan anak yatim asuhan Rumah Yatim Ulul Albab melakukan family gathering di daerah Galur, Kulonprogo.
Dari memanah, main engrang, hiking menyusuri bukit, pesisir laut, kebun-kebun hingga acara gathering ditutup dengan makan besar bersama.
Namun, observasi tetap berusaha untuk saya lakukan untuk mengamati bagaimana respon anak-anak terhadap beragam aktivitas tersebut.
Semua berjalan sangat natural dan alamiah, tanpa rekayasa.
Azzam diusianya yang pre baligh mulai nampak memperlihatkan kemandirian diri lebih matang dari adik-adiknya, tak ada problem sosialisasi karena Azzam mampu bergaul dengan sangat baik dengan kawan-kawan yatimnya.
Sangat berbinar ketika mencoba bermain engrang, karena pada dasarnya Azzam yang kinestetik. Awalnya belum menguasai tubuhnya secara baik, namun diiringi dengan mantra favoritnya *man jadda wa jadda* akhirnya lama-lama Azzam pun perlahan mahir dan berhasil. Yeayyy....🎉🎉
Bagaimana dengan Syifaa?
Anak kedua saya itu pun sebenarnya penasaran untuk mencoba, telag dilakukannya beberapa kali namun belum jua berhasil. Tetapi semangatnya masih bergelora, dan meminta untuk dibuatkan engrang sendiri agar bisa berlatih dirumah.
Alifa dan Aisyah?
Duo krucils itu asyiik dengan dunianya sendiri, menemukan baby kucing imut disekitaran lokasi lapangan panahan memancing empati mereka untuk berbagi makanan. Saya biarkan saja... sesekali menawarkan apakah Alifa ingin menyentuh kucing tersebut? Ini dalam rangka menstimulus sensorynya, Alifa masih ragu tapi mau. Hahahahah
Dua kakak perempuannya (Aisyah dan Syifaa) sudah menikmati kebersamaan dengan kucing itu tanpa saya minta. Mereka memangku, mengelus dan memberikan kasih sayang. Sekali lagi saya biarkan.
Begitulah pengamatan pada game level 4 ini, perlahan akan dilakukan penyempurnaan disana sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar