Follow Me @linaibuneazzam

Jumat, 01 Desember 2017

Petualangan ke Dunia Imajinasi (2)

Jumat, 1 Desember 2017

Hari ini adalah hari kedua tantangan dalam level 10 pada Program Bunda Sayang. Kali ini saya akan menceritakan proses belajar saya dalam menyematkan sebuah pesan dalam sebuah kisah/cerita. Pesan ini ditujukan secara khusus untuk anak sulung saya, Azzam 10th. Dan juga buat kami anggota keluarga Merdeka secara umum.

Sebagai pengantar tidur maka saya mencoba kembali menceritakan kembali kisah seorang sahabat Rasulullah dan kaitannya dengan perkara menahan amarah.

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam mengunjungi salah satu shahabatnya yang mulia, beliau adalah Abu Bakar Ash Shiddiq. Di rumah shahabatnya tersebut, Rasulullah berbincang-bincang dengan santai sambil sesekali bersenda gurau. Tiba-tiba, datanglah seorang arab badui menemui Abu Bakar kemudian mencelanya. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukan celaan tersebut. Rasulullah pun hanya tersenyum melihat hal tersebut.

Kemudian, orang arab badui itu ternyata tidak berhenti. Malah celaannya semakin kuat, ditambah makian-makian kasarnya yang ditujukan kepada Abu Bakar. Lagi-lagi Abu Bakar masih tenang dan berusaha tidak memperhatikan arab badui itu. Kembali Rasulullah tersenyum.

Merasa diabaikan, si arab badui semakin marah, dan semakin gencar memaki-maki Abu Bakar. Makiannya semakin tidak terkendali dan sangat menyakitkan. Sungguh untuk kali ini, Abu Bakar nampaknya tidak sanggup lagi menahan emosi dalam jiwanya. Sebagai manusia yang memiliki perasaan, tentu wajarlah kemudian Abu Bakar akhirnya tersulut dan pecahlah kesabarannya. Sejurus kemudian, dibalaslah makian arab badui itu. Hingga mereka saling balas membalas makian. Melihat hal tersebut, seketika Rasulullah langsung bangkit dari tempat duduknya, dan kemudian pergi meninggalkan Abu Bakar tanpa sepatah kata.

Abu Bakar kemudian tersadar, tetapi dia pu merasa bingung. Dalam benaknya bertanya mengapa Rasulullah pergi meninggalknnya. Akhirnya bergegaslah Abu Bakar mengejar Rasulullah yang sudah berjalan menjauhi rumahya,

"Yaa Rasulullah, janganlah engkau membiarkan aku dalam kebingungan ini. Jika aku berbuat sebuah kesalahan, tolong jelaskanlah" demikian kata Abu Bakar penuh harap

Kemudian Rasulullah menjawab,
"Sewaktu arab badui itu mencelamu dan kamu tidak menghiraukannya, maka aku tersenyum karena banyak malaikat di sekitarmu yang akan membantu membelamu kelak di hadapan Allah, begitupun ketika kedua kalinya arab badui masih mencelamu dan kami mengabaikannya, maka aku tersenyum karena semakin banyak malaikat disampingmu. Namun, pada ketiga kalinya ia mencelamu dan akhirnya kamu menanggapinya bahkan membalasnya, maka ketahuilah bahwa pada saat itu pula malaikat pergi meninggalkanmu, lalu kemudian hadirlah iblis di dekatmu. Karena itulah aku pergi, dan aku tidak ingin berdekatan dengannya dan menyalaminya"

Begitulah pesan pengantar yang saya sampaikan tadi kepada anak-anak, pesan yang tersemat dalam sebuah kisah, semoga mampu mempengaruhi jiwa mereka agar kemudian mengambil hikmah dan menerapkan nilai-nilai kebaikan khususnya "keutamaan menahan amarah" pada kesehariannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar