Follow Me @linaibuneazzam

Rabu, 29 April 2020

Mempersiapkan Agenda Ramadhan Bersama Anak

10.12 0 Comments


Marhaban ya Ramadhan...

Bahagianya umat Islam setiap kali datang bulan Ramadhan, sebab bulan ini tentunya bulan yang sangat spesial. Bulan yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Maka, sebagai mukminin dan mukminah sudah semestinya kita sangat bersyukur bila masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan ini.

Namun, ada yang berbeda Ramadhan kali ini, dimana secara resmi pada tanggal 24 April 2020 tempo hari telah ditetapkan sebagai 1 Ramadhan 1441 H. Apa yang beda? Bulan Ramadhan kali ini berada dalam masa pandemi Covid-19, sehingga serangkaian aturan #workfromhome, #stayathome, #schoolathome, #socialdistancing,  apapun kegiatannya sebaiknya ditunda dan dilakukan #dirumahaja, ingat selalu untuk #jagajaraksosial #jagajarakfisik. Semua aktivitas berbasis di rumah, yang pada gilirannya melahirkan protokol tertentu terkait kehidupan bermasyarakat.

Sedih dan bahagia menjadi satu pastinya. Semua insan di belahan bumi manapun tidak pernah memprediksi akan begini jadinya "bumi" kita. Sebagai hamba Allah yang beriman, tentu sikap terbaik kita adalah "husnudzan billah", berbaik sangka dengan ketentuan Allah ini. Sabar, syukur dan ikhlas. Pertajam keyakinan bahwa semua ini akan berlalu. Karena sebagai mukmin, ketika diberi nikmat maka ia bersyukur, dan sebaliknya ketika diberi musibah maka ia bersabar. Inilah keajaiban seorang mukmin, dalam suka maupun duka pastilah ada kebaikan.

Mempersiapkan Agenda Ramadhan Bersama Anak


Baiklah, kali ini saya diberi kesempatan untuk bicang-bincang dengan teman-teman dalam rangkaian event Ngoceh bareng Khodijah LF. Kita akan bertukar pikiran dalam materi "Mempersiapkan Agenda Ramadhan Untuk Anak". Bila konteksnya mempersiapkan mungkin agak-agak telat yah, sebab upaya persiapan ini seyogyanya sudah/hendaknya dilakukan jauh-jauh hari, seperti yang dicontohkan oleh para ulama kita, bahwa mereka rahimakumullah telah mempersiapkan bekal Ramadhan sejak bulan Sya'ban.

Nah, berkaitan dengan agenda Ramadhan bersama anak, kami pribadi termasuk keluarga yang memilih jalur simple dan anti ribet. Terkadang dalam berkegiatan kami menyukai yang sifatnya spontan dan berbasis kebutuhan serta minat saat itu. Meneladani pelatih parenting kami di Ibu Profesional, maka dalam berkegiatan bersama anak kita akan kembali ke rumus dasar bahwa ada 3B yang sulit untuk ditolak oleh anak-anak.

3B Kunci Dasar Kegiatan Bersama Ananda 

Mengingat bahwa anak-anak adalah makhluk yang homoludens (manusia yang gemar permainan), maka 3B ini akan menjadi rumus dasar yang bisa kita terapkan ketika berkegiatan bersama anak-anak. 3B ini insyaAllah akan diterima dengan hati senang oleh mereka, sehingga dengan demikian ketika kita menyusun agenda Ramadhan maka prinsip dari 3B ini menjadi perhatian kita. 3B yang dimaksud adalah;
  • Berkisah (cerita/dongeng) 
  • Bermain
  • Beri hadiah (kejutan/bingkisan)
Baca Juga Motivasi dalam Bertutur Kisah

Berkisah, mulai dari mana?

Mulai dari yang kita bisa dan tersedia fasilitasnya dirumah. Bisa dengan membacakan dan atau anak-anak menceritakan kembali kisah-kisah penggugah jiwa. Kisah yang based on true story bukan rekayasa. Seperti;
  1. Siroh Nabawiyyah
  2. Kisah 25 Nabiyullah
  3. Kisah 4 Khulafaur Rasyidin
  4. Kisah Shahabiyah Naby
  5. Cerita Inspirasi Ibunda Para Ulama
Maupun kisah-kisah teladan lain. Bagaimana jika tidak tersedia bukunya?

Saat ini banyak aplikasi yang menyediakan kisah-kisah serupa dalam versi digital, atau bisa juga memanfaatkan portal dakwah edukasi seperti kisahmuslim.com

Bermain, nah pada agenda yang satu ini, juga tidak ada standarisasi kegiatan apa saja yang bisa dilakukan. Amati kebutuhan keluarga dan keminatan anak. kita bisa berangkat dari hal tersebut. Semua pilihan kegiatan yang mendukung kembalinya kehangatan sebuah keluarga. Dan, kegiatan ini membutuhkan kehadiran ayah-bunda sebagai pendamping anak secara utuh dan sadar penuh.

So, jangan ada gawai diantara kita dan anak-anak! 
Cut-off pemecah konsentrasi dan perusak harmonisasi!

Hal ini menjadi golden rules yang semestinya disepakati bersama saat berkegiatan bersama keluarga.

Bila dibutuhkan beberapa alat bantu di bawah ini barangkali bermanfaat untuk mengembalikan kehangatan tersebut; monggo sila diperiksa dan dapat di unduh secara bebas bermartabat (langsung klik aja yah)  ;


Beri Hadiah, hmm... bila ayah-bunda mempraktikkan B yang ketiga ini pastinya akan merasakan bahwa kegiatan tersebut sangat sulit ditolak oleh anak. Fitrahnya manusia akan menyukai bingkisan, kita pun demikian. Maka, agendakan memberi hadiah ini di dalam keluarga bunda, sebab hal ini akan menguatkan jalinan cinta dan kasih sayang. Pemberian hadiah bisa juga sebagai reward atas prestasi ananda, atau untuk momen-momen tertentu. Tradisi ini juga dapat membantu kita menjadi orang tua yang hangat dan penuh responsif kepada anak-anak. Sehingga kelak layak menjadi orang tua yang dirindukan dan pantas menerima doa "kamaa robbayani shogiro".


Demikian sedikit tulisan sederhana ini, semoga ada manfaatnya...

Yogyakarta, 29 April 2020 ( 6 Ramadhan 1441 H)
- Lina Ibune Azzam - 
 


Selasa, 21 April 2020

Jurnal Puasa Pekan 2 Kelas Kepompong Bunda Cekatan

13.34 0 Comments


Masih melanjutkan puasa pekan pertama kemarin, maka pada pekan kedua ini saya masih melatih diri untuk "berkata yang baik-baik saja", jika tidak mampu maka pilihan "diam" adalah opsi yang paling selamat. 

Latihan perilaku ini merupakan latihan yang berat, namun selama sepekan ini alhamdulillah saya memberanikan diri menyematkan badge biru "satisfactory". Dikarenakan walhamdulillah saya sudah menancapkan azzam untuk menjaga lisan dari berkata yang baik-baik saja sejak jauh-jauh hari. Dan terus melatihkan ke diri, agar membumi dan menjadi habit lalu melebur ke dalam karakter jiwa.

Dan, alhamdulillah dalam sepekan ini cukup BERHASIL. Semoga dapat dilanjutkan terus sepanjang sisa hayat ini.

Satu hikmah dari perjuangan puasa di pekan ini adalah bahwasanya kunci dari tantangan menjaga lisan ini adalah pada KEBERSIHAN HATI. Cerminan hati yang bersih tentu akan nampak pada kebersihan lisan. Sehingga, belajar menjaga lisan sejatinya belajar menjaga hati juga.

Tetap semangat yah buLin...

( alhamdulillah ini PR Buncek saya, bertepatan dengan tambahnya satu amanah baru dari Allah dengan kelahiran putra ke-6 pada 04042020 tempo hari), Semoga Allah mudahkan... aamiin


Minggu, 12 April 2020

Sukses persalinan spontan dengan sebutir kurma Ajwa, 30 menit langsung lahir masyaaAllah

11.45 5 Comments


Alhamdulillah ya Allah, dengan sebutir kurma ajwa Engkau izinkan hamba melahirkan pemuda Islam tepat pada 04042020 jam 04.30 saat adzan shubuh berkumandang mengagungkan AsmaMu...

Bayi laki-laki dengan BB 3.3 kg, PB 51 cm, respon menyusu bagus, lulus IMD, partus spontan alami. Hanya butuh waktu kurang lebih 30 menitan dari pembukaan 8/9 menuju pecah ketuban daaaaan.... Allahu Akbar si kecil tampan itu lahir dengan lancar MasyaaAlloh, hadza min fadhli Robby...

Kronologi persalinan,


Sekitar jam 01 dini hari kontraksi mulai terasa... Seperti biasa, aku terbangun menjelang jam-jam itu (antara jam 01 & 02 dini hari), tarik nafaaaas... amati dan nikmati perlahan... Bersama sebotol air nabeez rendaman malam itu, dan sebutir kurma ajwa. Kuperkuat doa dan tawakal... ya Allah, berilah kemudahan.

Kupandangi keempat anakku yang masih terlelap nyenyak dalam dekapan malam, ayahnya juga...

Sementara si sulung tidak sempat kutengok di kamarnya

Ya Allah, dengan bantuan apk Contraction Timer kupantau durasi dan frekuensi "gelombang cinta" yang semakin menghebat. Sabaaaar..... tahaaan.... Begitu bisikku lirih, ayahnya biar menyempurnakan nikmatnya tidur dulu beberapa saat lagi. 😁

1 jam, berlalu
2 jam, berlalu
Fase Aktif Kala 1
Hingga sekitar pukul 03 kuberanikan memanggil pelan pak Suami,

"Ayah, ayah..... Ibu wes kroso, hayooooo!!!"

Paksu memang sudah terbukti sebagai suami siaga, dengan sigap dan cekatan beliau bangun... Dan bergegas sambil berkata "hayuuuk, wis siap kabeh?" 
"Udah" balesku meringis menahan his yang lagi adekuat.

Beliau langsung menyiapkan kendaraan, dan mandi dulu 😁 katanya biar bersih menyambut si baby...

Terus...,

Alhamdulillah mobil melaju kalem namun pasti menuju RSUD Wates, tak lama sampai juga.
His yg menghebat membuatku tak sempat melihat jam. Hanya saja perkiraan ku itu sudah sekitar jam 03.55 (pokoknya udah hampir jam 4).
Langsung masuk ruang bersalin, cek dalam, pembukaan 8/9, dan tidak menunggu lama...

Pluk... 
serupa balon berisi air yang pecah 
iya betul, masyaaAlloh nampaknya air ketuban udah pecah, seketika kontraksi semakin memuncak dengan frekuensi yang semakin rapat.

Bidan penolong persalinan ku ada 2, yang satu bidan asli dan satunya "mendadak bidan" alias Ayah Oris ☺️, beliau jadi leader yang memimpin untuk memberi kode saatnya memaksimalkan power "ngeden"... Dan, hanya butuh 2x mengejan akhirnya yang dinanti pun lahir dengan lancar aman.

Legaaaaa Alhamdulillah ya Allah... Engkau mudahkan sekali prosesnya. Untuk kesekian kalinya momen ini membuatku takjub berkali-kali... Pada setiap kelahiran selalu membawa kesan tersendiri. 

Baby A lahir tepat adzan shubuh berkumandang memanggil para hamba Allah untuk segera hadir bersimpuh dan bersujud di awal hari

Alhamdulillah yah.. segala puji bagiMu. Seneng banget...dapet kesempatan partus spontan hingga 6x. Engkau Maha Baik ya Allah

Sekitar 30 menit saja waktu yang dibutuhkan di ruang bersalin untuk melahirkan si kecil ke dunia... Semua karena Allah benar-benar mudahkan jalannya.

Assalamu 'alaykum Baby A, welcome to the world nak... bersama doa dan air mata bahagia ayah ibu Baarokallahu Fiik sayang...

Doa Perlindungan Untuk Anak

Jadi, fyi persalinan yang aku alami ini merupakan persalinan spontan (partus spontan), dimana persalinan spontan ini memiliki sedikit perbedaan dari persalinan normal. Sebenarnya sama-sama normal melalui jalan lahir (per vaginam), namun yang membedakan adalah ketika spontan maka murni mengandalkan kekuatan tenaga si ibu sendiri tanpa intervensi medis. Sementara ketika persalinan normal memungkinkan bantuan tindakan medis seperti vakum, induksi hormon sintetis atau metode lain untuk membantu kelancaran proses bersalin.



Tips Persalinan Spontan Mudah, Alami dan Bahagia


Sebenarnya aku kadang malu untuk sharing perihal persalinan, kuatir belum layak... Soale masih banyak poro senior yang memiliki pengalaman bersalin dengan indah dan gentle (gentle birth).

Bermodal empati dan keberanian, aku akan coba bagikan bagaimana cerita persiapan persalinan spontan yang aku alami. Semoga membawa manfaat dan hikmah buat kita bersama.

Bismillah,

Bagiku,  persalinan itu bagian dari tarbiyah tauhid buat para ibu. Dimana, masa hamil dan bersalin itu adalah cara indah dari Allah mendidik kita untuk mengenal Dia dan memaknai rangkaian keajaiban-keajaiban dalam takdirNya. Beberapa ikhtiar di bawah ini bisa diusahakan saat bunda sedang dalam masa pendidikan Ilahi ini.

1. Ikhlas dan sabar dengan proses kehamilan dan menuju ke persalinan. Hayati dengan penuh rasa syukur dan sabar, apapun kepayahan yang dirasakan. Jangan mengeluh ! ini yang penting, sebab keluhan hanya akan membuat kepayahan itu semakin terasa sebagai penderitaan. 

2. Bangun kebahagiaan dengan membasuh ruhiyah melalui kajian ilmu agama, terkhusus yang menceritakan tentang keutamaan ibu hamil dan melahirkan. Maknai kabar gembira yang Allah siapkan bagi ibu hamil.

3. Minta restu dan ridho suami, ini bagian yang penting banget buatku dan menjadi tradisi selama 12 tahun terakhir ini. Setiap kehamilan dan menjelang bersalin saya akan selalu memohon ridho dari pak suami. Boleh jadi, selama menjadi istri, saya banyak melakukan kesalahan baik disengaja atau tidak yang hal tersebut masuk dalam kategori mendurhakai suami -naudzubillah-. Ketika kita telah mendapatkan ridho suami, maka segalanya akan terasa ringan di depan. Dan, saya pun siap dengan kondisi yang bersifat "exit procedure" bahkan andaikata ditakdirkan syahid saat berjuang di ruang bersalin. Uhuk....😭 

4. Pahami bahwa proses melahirkan itu adalah proses yang alami dan normal dialami setiap perempuan hamil. Sehingga, percaya dan bicara dengan tubuh kita, bahwa ia mampu melewati proses demi prosesnya dan berjalan dengan bahagia. Terkait persiapan raga ini, saya terbiasa merutinkan jalan habis sholat shubuh dan senam hamil. Kemarin juga sempat belajar "gerakan maryam" yang esensinya mengoptimalkan gaya gravitasi bumi terhadap pergerakan dan posisi janin menjelang kelahirannya.

5. Ikhtiar dengan nutrisi yang halal dan thoyyib

6. Berdamai dan berani menahan rasa sakit. Sejatinya tipe persalinan apapun pastinya akan bertemu dengan "rasa sakit", maka miliki daya tahan yang tinggi. Jangan melemahkan diri ! Jika, pada titik tertentu merasa sangat lemah dan kesakitan, maka genggam kekuatan melalui dzikir yang sesuai Sunnah, sambil berbisik pada jiwa "laa ba'tsa, thohuruun insyaaAllah". Yakinlah, ada yang sedang digugurkan melalui kesakitan itu.


Yogyakarta, 12 April 2020
Catatan Ibune Azzam