Masih melanjutkan puasa pekan pertama kemarin, maka pada pekan kedua ini saya masih melatih diri untuk "berkata yang baik-baik saja", jika tidak mampu maka pilihan "diam" adalah opsi yang paling selamat.
Latihan perilaku ini merupakan latihan yang berat, namun selama sepekan ini alhamdulillah saya memberanikan diri menyematkan badge biru "satisfactory". Dikarenakan walhamdulillah saya sudah menancapkan azzam untuk menjaga lisan dari berkata yang baik-baik saja sejak jauh-jauh hari. Dan terus melatihkan ke diri, agar membumi dan menjadi habit lalu melebur ke dalam karakter jiwa.
Dan, alhamdulillah dalam sepekan ini cukup BERHASIL. Semoga dapat dilanjutkan terus sepanjang sisa hayat ini.
Satu hikmah dari perjuangan puasa di pekan ini adalah bahwasanya kunci dari tantangan menjaga lisan ini adalah pada KEBERSIHAN HATI. Cerminan hati yang bersih tentu akan nampak pada kebersihan lisan. Sehingga, belajar menjaga lisan sejatinya belajar menjaga hati juga.
Tetap semangat yah buLin...
( alhamdulillah ini PR Buncek saya, bertepatan dengan tambahnya satu amanah baru dari Allah dengan kelahiran putra ke-6 pada 04042020 tempo hari), Semoga Allah mudahkan... aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar