Follow Me @linaibuneazzam

Sabtu, 08 Oktober 2022

Catatan Seminar Keluarga Pembaharu 2022

19.06 0 Comments

KELUARGA PEMBAHARU, TINGKATKAN KUALITAS KELUARGA INDONESIA


Begitu judul seminar yang kami ikuti pada Kamis, 6 Oktober 2022 tempo hari. Saya, mbak Eva Syarifah serta puluhan peserta dari beragam komunitas/instansi memenuhi undangan dari Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab DIY.

Alhamdulillah, saya dan mbak Eva diberikan kesempatan oleh Ibu Septi untuk mewakili Institut Ibu Profesional. Event ini merupakan sinergi antara Kementrian PPPA dengan berbagai stakeholder salah satunya ASHOKA yang mengusung Gerakan Keluarga Pembaharu (GAHARU). Dimana tujuan dari seminar ini diharapkan dapat memantik lahirnya keluarga-keluarga pembaharu dalam upaya mengimplementasikan Peraturan Menteri PPPA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Peningkatan Kualitas Keluarga dalam Pembangunan.

Tulisan ini hanya sekedar impressi, tentu rasa yang diterima atau dirasakan setiap peserta dalam seminar ini akan berbeda-beda. Saya tulis disini spesial buat sahabat seperjuangan di Ekosistem Ibu Pembaharu, semoga dapat dinikmati dengan lahap dan menyenangkan. 

  

foto pasca seminar, wajah lelah bin ngantuk

Seneng banget dan sangat bersyukur atas kesempatan ini. Bagaimana tidak, ini adalah kesempatan langka yang belum tentu kelak menyapa. Sementara terpantau 3 daerah yang menyelenggarakan seminar ini, yaitu Surabaya, Yogyakarta dan Lampung. Semoga kedepan bisa lebih merata hingga ke kota-kota lain se Indonesia Raya. 


Sebab, seperti yang disampaikan oleh ibu Erlina Hidayati Sumardi, S.IP.,MM (Kepala DP3AP2DIY) di awal pembukaan seminar, beliau mengatakan bahwasanya keluarga adalah unit terkecil dalam bangsa, sehingga sangat urgent mewujudkan keluarga berkualitas dalam upaya membangun bangsa yang besar dan jaya.

Disini poin yang saya tangkap adalah, untuk melihat kualitas suatu bangsa maka mari kita lihat kondisi keluarga-keluarga dalam bangsa itu. Mereka adalah cerminan bangsanya. 

Sebagaimana perkataan seorang ulama yang bernama Ibnu Khaldun,

Negara itu kuat atau hancur sesuai dengan kondisi keluarga di negara itu

 

Ki-Ka (Peserta Seminar, kak Rina Fasilitator ASHOKA, pak Cahyadi, pak Nur Hasyim, ibu Eko Moderator, bu Nani Direktur ASHOKA Asia Tenggara, pak Priyadi, ibu Erlina)

      


Ibu Erlina juga memaparkan berbagai permasalahan-permasalahan keluarga di DIY, diantaranya pengasuhan yang tidak layak, tingginya angka perokok pemula, penggunaan narkoba di kalangan pelajar, kehamilan yang tidak diinginkan, anak kecanduan gadget, kekerasan terhadap anak dan perempuan, perceraian dst.


Alhamdulillah, beruntungnya kami di Ibu Profesional sudah dibiasakan menghadapi berbagai masalah, bahkan diberi tahu kunci awal sebagai pembuka pintu solusi, yakni dengan mengubah cara pandang, MASALAH menjadi TANTANGAN. Nampaknya sederhana, namun itu beneran powerfull banget membuat kita menjadi pribadi yang gak suka ngeluh, dikit-dikit ngeluh, yang akhirnya bikin ide kreatif menjadi beku.

Dengan mindset yang demikian (ubah MASALAH jadi TANTANGAN) akhirnya akan menstimulus kerja otak dan hati bersinergi harmonis lewat proses empati-aksi-solusi (dengan formula lingkar mekar). Ini bocoran strategi yang kami dapatkan di meja belajar bersama Ibu Septi. MasyaaAllah yah, Ibu Profesional memang rezeki nomplok. 


Balik lagi ke cerita seminar, disana ada 3 pembicara yang kemudian secara bergantian menyampaikan materinya dalam sesi diskusi interaktif keluarga pembaharu;

1. Prijadi Santosa, KemenPPPA

2. Nani Zulminarni, Direktur ASHOKA Regional Asia Tenggara

3. Cahyadi Takariawan, Founder Jogja Family Center

Mari kita tengok catatan bu Lina dari ketiga pembicara tersebut, mungkin nantinya gak lengkap, ya pastilah, kami aja butuh seminar sehari untuk khatam. Jika temen-temen penasaran, nanti bisa kontak saya secara langsung untuk mendapatkan salinan materi presentasi. 

Nah, disini saya mencatat poin-poin utama yang tertangkap oleh radar saya (maklum kadang-kadang ada distraksi dikit karena sambil monitoring bebi dan balita di rumah via handphone).

---------------------------------~

1. Prijadi Santosa dari KemenPPPA, di awal presentasi beliau menjelaskan tentang 

Renstra Kemen PPPA 2020-2024

Renstra Kemen PPPA 2020-2024, dengan 7 agenda pembangunan. Dan tujuan mewujudkan keluarga berkualitas ini masuk dalam urutan agenda ketiga yaitu, SDM Berkualitas dan Berdaya Saing. Yang selanjutnya berdasarkan arahan Presiden untuk Kemen PPPA menjadi target rencana dalam 5 hal;
1. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan
2. Peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak ( ssst... ini pendapat pribadi yah, kok yang dimention hanya peran ibu dan keluarga? ayahnya gak ditulis kah? kan semestinya biar afdhol disitu berbunyi "peningkatan peran ayah dan ibu serta keluarga ...." )
3. Penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak
4. Penurunan pekerja anak
5. Pencegahan perkawinan anak


Nah, setelah menjelaskan renstra diatas selanjutnya beliau memaparkan berbagai regulasi-regulasi yang sudah disusun termasuk kewenangan dan variable IKK (indeks kualitas keluarga). Simplenya, keluarga yang berkualitas menurut pemerintah itu dapat diukur dengan variable IKK dalam 5 dimensi;
Dimensi 1, Legalitas dan Struktur
Dimensi 2, Ketahanan Fisik
Dimensi 3, Ketahanan Ekonomi
Dimensi 4, Ketahanan Sosial Psikologi
Dimensi 5, Ketahanan Sosial Budaya

Seperti apa variablenya? temen-temen boleh tengok gambar berikut;

Indeks Kualitas Keluarga

Next, inilah pembicara yang saya nanti-nanti.

2. Nani Zulminarni

Beliau Ashoka Fellow tahun 2007 

Ibu Nani

Beliau menjelaskan bagaimana para fellow Ashoka memaknai sebuah perubahan dalam definisi,
A changemaker adalah seseorang yang menyadari dan memahami realitas baru, melakukan aksi, dan berkolaborasi dengan yang lain untuk membawa perubahan bagi kebaikan semua
Wiiih, keren yah masyaaAllah...


Kemudian ibu Nani melanjutkan bahwa setiap orang itu bisa menjadi pembawa perubahan, istilahnya mah "Everyone a changemaker". Terkait dengan barisan masalah atau problematika keluarga di negara kita ini, maka setelah diurai ternyata lokus problemnya itu ada di keluarga. Senada dengan penjelasan di awal oleh ibu Erlina. 

Alhamdulillahnya, pemerintah sangat supportif terhadap gagasan perubahan ini sehingga kemudian berkumpulnya kita dalam forum seminar ini adalah bagian dari ikhtiar menemukan solusi. Dimulai dengan elaborasi konsep, hingga sharing atau lesson learning dari pihak-pihak yang concern (pegiat keluarga).

Kemudian ibu Nani melanjutkan bagaimana konsep perubahan ala Ashoka, tahapan perubahan sistemik, pendekatan yang dipakai hingga kerangka gerakan pembaharu (gaharu) keluarga. 

Keterampilan Inovator Sosial
Perubahan Sistemik


Pendekatan
Kerangka Gerakan GAHARU


MasyaAllah kebayang indahnya bila setiap keluarga menjadi keluarga pembaharu. Sebagai kaum ibu, kami di Institut Ibu Profesional dianjurkan untuk memberi ruang bertumbuh dan mendukung penuh bagi setiap pembawa perubahan. Sekecil apapun aksinya.

Asasnya, ibunya dahulu yang harus memulai. Jika ibunya selalu berpikir menjadi orang pembaharu maka lahir generasi PEMBAHARU MUDA.

👏👏👏
Sesi Bu Nani ditutup dengan tepuk tangan bangga dari seluruh pendengar di ruang seminar. 

Selanjutnya, pembicara ketiga juga merupakan pembicara favorit dalam seminar ini.

3. Cahyadi Takariawan, Gender Champion DIY 2021

Beliau mengajak kami untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda dari stereotip keluarga di masyarakat kita. 

Stereotip yang jamak tersebut bahwasanya tugas domestik itu adalah kewajiban istri. Namun, dalam perspektif Islam justru hal tersebut merupakan kewajiban suami.

Bpk Cahyadi menjelaskan dengan sangat tenang dan terang

Pak Cahyadi juga kembali mengingatkan peserta tentang akad nikah dalam Islam itu esensinya adalah untuk menghalalkan farji (kesucian perempuan), dalam arti bahwa tujuan dari pernikahan bila diperas dari berbagai tujuan maka esensinya akan berujung pada menghalalkan hubungan (intim) suami istri. Sehingga, dari sini dipahami bahwa tugas utama seorang istri adalah memberikan pelayanan syahwat dengan niat ibadah (pendamping suami) yang mana nantinya disebut sebagai fungsi reproduksi.

Lalu ketika sang istri ini menunaikan kewajibannya dengan baik, dan Sang Pencipta karuniakan amanah mungil dalam rahimnya maka tugasnya bertambah menjadi pendidik anak (al umm madrasatul ula).

Kita dapat simpulkan bahwa tugas asal seorang perempuan yang telah menikah ada 2;

1. Sebagai pendamping suami (fungsi reproduksi)

2. Pendidik anak (fungsi edukasi)

Pembagian peran rumah tangga (pendapat mahzab  Hanafiyah & Malikiyah)

Pembagian peran rumah tangga (pendapat mahzab  Syafi'iyyah & Hanbali)

Dan para suami memiliki tugas sebagai Qowwam (pemimpin) keluarga dan Pejuang nafkah. Terkait urusan domestik, seperti cuci bilas jemur, masak sayur mayur, belanja isi dapur itu juga  pada asalnya adalah tugas suami. Ketika sang suami tidak dapat melakukannya ia boleh meng-hire asisten untuk membantu tugas tersebut, atau sang istri secara sukarela turut ta'awun sebagai bentuk aplikasi nilai keromantisan dalam rumah tangga.

Maka, adanya asisten rumah tangga hakikatnya bukan membantu kerja para istri, tapi justru membantu para suami menunaikan kewajibannya.


Inilah insight paling nendang yang disampaikan oleh pak Cahyadi dalam presentasinya. Ketika kita melihat siroh Nabi Muhammad, akhirnya kita juga temui kisah dimana Nabiyullah juga menjahit baju nya sendiri, memperbaiki sendalnya bahkan mengangkat ember air. Demikian kesaksian langsung dari istri beliau, Aisyah Radhiyallahu Anha.

masyaAllah, indah sekali

-----------------------------

Akhirnya selesai sudah sesi diskusi interaktif bersama dengan para narasumber keren-keren.

Setelah ishoma, seminar dilanjutkan dengan dinamika kelompok bersama kakak fasilitator mba Rina (ASHOKA).

Kak Rina sang fasilitator uwuu

ini tim aku, tim Air

lagi curah gagasan

Sudah menjadi tradisi diskusi kelompok adalah tempat paling asik untuk curah gagasan, ruang interaksi yang membangun dan saling memberi manfaat antara satu sama lainnya.

Pada sesi ini peserta mulai menyelam lebih dalam tentang pengetahuan akan dirinya dalam segmen Mandala Diri, setelah itu lanjut dengan brainstorming masalah vs peluang.

Satu kata buat segmen ini, nagih.

Ya nagih banget, dan rasanya kami merasa perlu ada follow up dari seminar ini, mungkin semacam gagasan kolaborasi antar elemen/instansi untuk bikin projek inovasi bersama.

Ki-Ka : aku, bu Nani, kak Rina, mb Eva

aku dan mb Eva

Semoga dikumpulkan kembali dalam kesempatan yang serupa, dan langsung bikin aksi nyata.

Makasih yah yang udah berkenan baca,

Mohon maaf bila ada salah kata,

Semuanya murni kesalahan saya,

Wassalam,

Yogyakarta, 08/10/2022

/Lina Ibune Azzam/

Catatan ini ditulis sebagai oleh-oleh untuk sahabat seperjuangan di ekosistem Ibu Pembaharu



Jumat, 26 Agustus 2022

Mempersiapkan Husnul Khatimah

13.19 0 Comments

 Bismillah,

Kullu nafsin dzaaiqatul mauut... hal ini tentu menjadi sebuah perkara yang tidak terbantahkan dan tidak ada satupun yang sanggup mengingkarinya.


Bahkan selevel Fir'aun pun bisa tiada, apalagi kita yang orang biasa.


Kematian merupakan pembelajaran dari Allah yang mungkin dianggap sederhana (karena lazim terjadi disekitar kita), tapi percayalah hal ini tak sesederhana itu karenanya jangan sampai kita kehilangan makna.


Untuk itu marilah mempersiapkan akhir hidup kita ini dengan serius, sebab tak ada manusia dan makhluk manapun di muka ini yang akan hidup selamanya tanpa batas. Dan sadarkah kita bahwa saat akhir hidup itu tiba, tiada lagi yang bermanfaat selain amal shalih yang diperbuat saat masih hidup di dunia. Betapa banyak ayat Al Qur'an yang memngabarkan kepada kita, penyesalan orang-orang yang durhaka kepada Rabbnya, ketika mereka dilemparkan ke dalam neraka Jahannam, mereka kemudian meraung-raung berteriak minta dikeluarga dari neraka barang sekejap saja. Mereka ingin melakukan amal perbuatan yang dahulu tidak mereka lakukan saat masih hidup.

Tapi, semuanya akan sia-sia... Habis sudah toleransi yang diberikan Allah kepada manusia yang menyesal itu. Yang tersisa hanya "buah dari maksiat" yang mereka lakukan saat di dunia.

Sehingga, banyak juga ayat Al Qur'an yang mengingatkan serta memotivasi kita untuk senantiasa beramal sholih, meningkatkan kualitasnya dan menjaga konsistensinya serta istiqomah.

 Seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Qs. Al Insyirah : 7, sebab sejatinya tidak ada ujung beramal seorang muslim, kecuali KEMATIAN.

"Dan sembahlah Rabbmu, hingga datang kepadamu al-yaqin" ( Qs. Al Hijr:99) 

Ijma' ahli tafsir mengatakan "al yaqin" dimaknai al-maut/kematian


Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya, "sampai kapan kita harus beramal dan kapankah kita ini beristrahat?"

Maka beliau menjawab, "kita akan berhenti beramal dan beristrahat ketika meletakkan kaki di surga". Sehingga perjuangan kita menjadi hamba Allah itu sesungguhnya sampai mati, dan inilah pemahaman yang benar.


Tentu saja kita ingin akhir hidup kita dalam kondisi yang tebaik sebab penentu baik atau buruknya hamba di dunia itu berbeda dengan penentu baik vs buruknya amal hamba ketika di akhirat.

Nabiyullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :"amal pertama yang akan dihisab dari hamba Nya kelak di hari kiamat adaah shalatnya, jika sholatnya baik maka amal yang lain dianggap baik".
Sehingga, kata kunci keberhasilan hisab di dunia itu beda dengan akhirat.


Maka perjuangan kita sampai mati! sebab di penghujung itulah standar penilaian hidup kita. Gak jamin ya bestie, klo/ mudanya bagus nanti hari tua/senjanya juga bagus. Ataupun sebaliknya. Kita semua punya peluang kematian yang sama. Kematian itu bukan tentang usia, karena tidak ada kuburan yang dikhususkan bagi mereka-mereka yang usia senja/sepuh saja.

Karena itulah para ulama banyak menasehatkan agar ujung hidup kita itu adalah penghujung terbaik.

HUSNUL KHATIMAH !

Yup, untuk mendapat penghujung terbaik itu ya harus dipersiapkan dan diperjuangkan. Lalu. bagaimana ikhtiarnya?


Baarokallahu fiikum,
Saya berdo'a, semoga saya dan keluarga saya dan juga temen-temen yang membaca tulisan ini mendapatkan karunia Husnul Khotimah, our ultimate goals dalam hidup ini.

Uhibbukum fillah,
Lina Ibune Azzam
Jum'at, 26/08/2022


Minggu, 31 Juli 2022

Fiqh Muslimah Bekerja

07.31 0 Comments


Apa itu karir?

Apa beda wanita karier dan ibu rumah tangga?

Apakah menjadi ibu rumah tangga dikatakan tidak bekerja?

Karir adalah;

1.     Segala macam bentuk pekerjaan

2.     Suatu proses pembelajaran dan peran-peran yang disandang sepanjang hidup

3.     Kemajuan dalam kehidupan

Sejatinya wanita berkarir bukan untuk menimbun rupiah atau mencari nafkah, karena itu kewajiban laki-laki. Dan menerima nafkah merupakan hak perempuan.

 

Maka, ketika kita berada dalam pilihan untuk bekerja, tentukan dulu apa tujuanmu wahai Muslimah ketika bekerja?

Apakah untuk mencari nafkah keluarga?

Apakah untuk menyalurkan bakat, mengembangkan diri?

Ataukah untuk karena bosan? Atau atas dasar eksistensi diri?

Sebelum kita membahas apa hukum syar’i Muslimah bekerja, kita akan mengawalinya dengan memahami kedudukan Muslimah di dalam Islam.

 


Dalam Qs. An Nisa’ :1, Allah Azza Wa Jalla berfirman;

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا ١

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah f menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah f memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah f, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah f selalu menjaga dan mengawasi kamu.

 

Dalam Qs. An Nisa’ :32, Allah f berfirman;

وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu 

Materi Fiqh Muslimah Bekerja (free download)


Minggu, 24 April 2022

Saya Ibu Rumah Tangga, apakah tetap bisa meraih Kemuliaan Lailatul Qadar ?

10.52 0 Comments

 


Yups, pertanyaan ini terkadang mengusik hati saya. Bagaimana tidak menjadi ibu rumah tangga tentu akan bertemu dengan keterbatasan diluar kendali diri. Tugas utama sebagai pendidik generasi dan manajer rumah tangga seakan "belum terlihat" titik akhirnya. Sehingga, seolah-olah tugas ini nonstop tiada hendti. Kadang rasa iri ini juga menggoda jika melihat kaum adam (bapak-bapak) yang memiliki keluasan untuk menunaikan ibadah, terkhusus di bulan Ramadhan seperti ini. Mereka bisa dengan tenangnya mengoptimalkan ibadah setiap harinya tanpa kuatir bertemu dengan "tamu bulanan", amanah mengasuh anak bayi/balita, mengurus domestik dan lain sebagainya.

Karenanya, ketika tiba besarnya anjuran i'tikaf  spesial di penghujung Ramadhan begini, semakin membuat perasaan ibu-ibu menjadi tak karuan. Antara ingin i'tikaf yang semakin mendesak jiwa atau tetap dirumah melanjutkan tugas kerumah tanggaan seperti biasanya.

Apakah bunda merasakan hal yang serupa ?

Jika iya, yuuk toss dulu ! kita samaan... hehehehe

Alhamdulillah kerisauan ini telah dijawab oleh para asatidz kita, sehingga jawaban berikut semoga sekiranya dapat memberikan rasa tenang dan sedikit membasuh jiwa sehingga was-was yang bikin hati tidak nyaman akhirnya bisa wuz-wuz bablas, go away!

Jadi, duhai para ibu muslimah di manapun engkau berada, yang pertama perlu diperhatikan bahwa Allah Maha Tahu akan kondisi hatimu, dan yakinlah dengan ke-Maha Adil-an Nya yang tiada batas, ingat kan yah dengan kisah Imam Malik dengan sahabat nya di masa sekolah sebagaimana yang telah saya tuliskan di instagram saya. Kedua, bahwa lailatul qadar itu terbuka oleh siapapun, dalam arti siapa saja hamba Allah berpeluang mendapatkannya, baik laki-laki atau perempuan, baik yang i'tikaf maupun yang tidak, yang sakit/haid atau yang sehat. Lailatul qadar terbuka buat siapa pun.

Karenanya, para ulama menasehatkan kepada kaum perempuan (terkhusus ibu rumah tangga), dianjurkan untuk tetap mengisi malam-malamnya terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan amalan ibadah yang diharapkan dapat menjadi sebab diperolehnya kemuliaan lailatul qadar. 



Diantara amalan tersebut adalah;
  1. Memperbanyak sholat sunnah (Qiyamul Lail)
  2. Jangan pernah lepas dzikrullah, lisan dan hati ini senantiasa ingat dan menyebut asma & shifat Allah dengan penuh pengagungan
  3. Banyak istighfar dan bertaubat kepada Allah Ta'ala
  4. Bersedekah dengan harta yang dimiliki 
  5. Muhasabah dan  merenungkan nilai diri serta kehidupan
  6. Sering-sering berdo'a kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, sahabat, bangsa dan kaum muslimin pada umumnya
  7. Membaca Al Qur'an (bila sedang haid, mushaf dilapisi), mentadabburi maknanya
  8. Menjauhi dosa dan maksiat 
Selain amalan-amalan tersebut, juga bisa ikhtiar dengan menyediakan makanan berbuka bagi yang berpuasa, dan menyiapkan makanan sahur bagi keluarga/suami yang sedang i'tikaf. Selain itu aktivitas di rumah seperti mengerjakan tugas domestik, mengajari anak Al Qur'an, membimbing mereka dengan nilai agama selama diniatkan ibadah lillahi ta'ala juga termasuk catatan amal shalih yang berpahala.

Demikian, semoga menjadi hal yang bermanfaat dan mencerahkan para ibu yang sedang galau dan merasa kuatir tidak mendapat peluang lailatul qadar.



Rabu, 20 April 2022

Menjemput Lailatul Qadar (Faidah Kajian ANB)

13.34 0 Comments



MENJEMPUT LAILATUL QADAR

لَيْلَةِ = malam

الْقَدْرِ  ( د sukun ) = kemuliaan

القدر ( د fatkhah ) = takdir

Penamaan Lailatul Qadr

Al Hafiz Ibnu Qudamah menyebutkan ada beberapa pendapat ulama mengapa kemudian disebut lailatul qodar, ketika huruf da disukun berarti  al-qadr bermakna kemuliaan, karenanya lailatul qadr disebut malam yang mulia,

kemudian ketika huruf da fatkhah berarti al-qadar bermakna takdir, karenanya lailatul qadar disebut malam penetapan takdir segala kejadian dalam setahun tersebut,

disebut juga lailatul qadr karena orang yang beribadah di malam itu akan mendapatkan kemuliaan yang sangat besar.

Keutamaan Lailatul Qadr

1. Malam diturunkannya Al Qur'an ( اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ - ١ )


2. Allah takdirkan semua kejadian yang akan muncul dalam setahun, takdir demikian ini disebut takdir sanawi (penetapan takdir tahunan). Seperti yang dijelaskan oleh ulama, bahwa ada 4 macam takdir .


I) Takdir Azali

Yaitu takdir yang ditulis dalam lauhil mahfudz 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Takdir azali ini adalah takdir yang merupakan takdir utama yang pasti terjadi bagi semua mahkluk.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”. (Al-Hajj/22 : 70)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ، قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ، بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، قَالَ: وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

“Allah menentukan berbagai ketentuan para makhluk, 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. “Beliau bersabda, “Dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air.” (HR. Muslim)


II) Takdir ‘umri

Yaitu takdir yang ditulis malaikat ketika meniupkan roh ke dalam janin.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ، فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia(nya).” (HR. Bukhari Muslim)


III) Takdir Sanawi

Takdir yang berlaku tahunan dan ditulis kejadian setahun ke depan setiap malam lailatul qadar.

Allah Ta'ala berfirman,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” [Ad-Dukhaan/44 : 4]

Allah Ta'ala juga berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Pada malam itu turun para Malaikat dan juga Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [Al-Qadr/97 : 4-5]


IV) Takdir Yaumi

Yaitu takdir yang berlaku harian.

Allah Ta’ala berfirman,

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” [Ar-Rahmaan/55 : 29]

Perlu diperhatikan bahwa di antara empat takdir ini, takdir utamanya adalah takdir azali yang tertulis di lauhil mahfudz, sedangkan tiga takdir yang lainnya (‘umri, sanawi, dan yaumi) adalah takdir yang bisa merubah. Perhatikan kalimat berikut:

“Perubahan takdir (‘umri, sanawi dan yaumi) ini tertulis dalam takdir azali di lauhil mahfudz.”


Contohnya: bisa saja dalam takdir ‘umri tertulis dia seorang yang celaka, tetapi karena dia bersungguh-sungguh mencari hidayah, maka ia menjadi orang yang beruntung. Perubahan takdir ‘umri ini tertulis dalam lauhil mahfudz.


Ini juga yang dimaksud dengan “takdir bisa diubah dengan doa”.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻ ﻳﺮﺩ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺇﻻ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ

“Tidaklah merubah suatu takdir melainkan doa.” [HR. Al Hakim, hasan]

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa takdir yang berubah tersebut berkaitan dengan doa, beliau berkata:

الدعاء من أسباب رد القدر المعلق ، والقدر يكون معلقا ويكون مبتوتا ، فإذا كان قدرا معلقا

“Doa termasuk sebab merubah takdir yang mu’allaq (bergantung pada sebabnya). Takdir itu ada yang mu’allaq dan ada yg telah tetap, sama sekali tidak berubah.” [https://binbaz.org.sa/old/38112]


Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa perubahan takdir dan doa tersebut juga tertulis dalam takdir azali lauhil mahfudz. Beliau berkata:

لكنه في الحقيقة لا يرد القضاء؛ لأن الأصل أن الدعاء مكتوب وأن الشفاء سيكون بهذا الدعاء، هذا هو القدر الأصلي الذي كتب في الأزل

“Pada hakikatnya takdir (azali) tidak berubah, karena doa tersebut sudah tertulis (dilauhil mahfudz) bahwa kesembuhan karena adanya doa, inilah takdir asli yang tertulis dalam takdir azali.” [Majmu’ Fatawa wa Rasail 2/93]

Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata : di malam itu Allah takdirkan keadaan semua makhluk selama setahun, siapa yang akan hidup, siapa yang mati, siapa yang selamat, binasa, bahagia, celaka, siapa yang akan menang, terhina dan semua yang dikehendaki oleh Allah selama setahun dicatat di malam qadr itu.

 

3. Malam yang diberkahi (اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ) Qs. Ad Dukhan:3

Ibadah ketika itu dilipatgandakan pahalanya, sehingga malam itu menjadi malam yang lebih baik dari 1.000 malam yang tidak ada lailatul qadarnya ( لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ - ٣ )

1.000 bulan = 83 tahun + 4 bulan, di malam itu malaikat Jibril turun dan malaikat-malaikat lain, mereka membawa keberkahan ( تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ - ٤ ) dengan izin Rabb Nya membawa takdir untuk setiap urusan.


4. Malam yang penuh keselamatan ( سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ - ٥ )

malam yang kosong dari keburukan ( al-adza ) hingga terbit fajar.


Lalu, kapan Lailatul qadar muncul ?

Pendapat pertama, dari Ibnu Mas'ud : Lailatul Qadar bisa muncul di malam-malam mana saja, Barang siapa yang qiyamul lail di setiap malam pasti akan mendapatkan lailatul qadar. Hal ini maksudnya Ibnu Mas'ud berkehendak memotivasi orang untuk tetap menjaga qiyamul lailnya, dan jangan hanya mengandalkan di bulan Ramadhan saja.

Pendapat kedua, dan ini merupakan pendapat jumhur ulama, bahwa Lailatul Qadar terjadi di bulan Ramadhan, terkhusus pada 10 hari terakhir dan di malam-malam ganjil.

Dalilnya,
a. Hadist dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda : "Carilah lailatul qadar di malam ganjil 10 malam terakhir bulan Ramadhan"
b. Hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhumaa, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda : "Carilah lailatul qadar di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, lailatul qadar ada di selisih 9 hari, 7 hari, 5 hai dari akhir bulan Ramadhan"

Intinya, waktu datangnya Lailatul Qadar itu dirahasiakan oleh Allah Azza Wa Jalla, berpeluang di akhir Ramadhan, dengan hikmah agar manusia beribadah tidak pilih-pilih waktu. Dan berpeluang besar lagi pada malam-malam ganjil.

Lailatul qadar juga tidak khusus menetap di satu malam tertentu, ia bisa berpindah-pindah baik itu di malan 21, 25 atau 27 atau 29.
Lailatul qadar senantiasa ada di setiap zaman (tidak hanya pada zaman Rasulullah saja) dan tidak akan hilang hingga hari kiamat (berdasar keterangan Imam An-Nawawy)

"Setiap orang berpeluang mendapat Lailatul Qodar yang beribadah di malam itu, selama ibadahnya diterima" Adh-Dhohhak


Wallahu 'alam


/Lina Ibune Azzam/

Catatan Faidah Kajian Menjemput Lailatul Qodar, al Ustadz Ammi Nur Baits, hafidzahullah 

Kamis, 07 April 2022

Review#15 Pecha Kucha Night Ibu Pembaharu 2022

01.04 0 Comments


1. Endang Prasdianti, Bengkel Bunda
https://youtu.be/DHNssU02VM8
MasyaaAllah teh Dian, Bengkel Bundanya beneran bisa menjadi solusi besar untuk problematika perempuan di dunia ini. Penyampaian materi oke dengan skor 8 (pesan sampai dengan jelas), video juga sesuai standar pecha kucha.

2. Senny Listy, FutureGO
https://youtu.be/Pvc3rcg8gjE
Materi dapat dipahami dengan baik, skor penyampaian materi bernilai 8 (jelas dan pesan sampai). Video juga baik sesui standar pecha dengan skor 8 (paham)

3. Widya , Tim Bintang
https://youtu.be/_apRcf-dJ-M
Penyampaian materi bernilai 8 (jelas), video lumayan bagus dengan nilai 8 (paham).

4. Neni Sefrijanti, tim ManTU MaNIS
https://youtu.be/OIPPzZuub1g
Materi mudah dipahami dan diterima dengan jelas, skor materi 8 (jelas dan pesan sampai). Video terkadang menampilkan slide dengan beragam gambar (cukup rame). Namun semuanya bisa dipahami dengan baik.

5. Nurul Aulia, Pustaka Berkah
https://youtu.be/_ZnQCxefv4k
Penyampaian materi dapat dipahami dengan jelas, video juga sudah sesuai dengan standar pecha. Namun beberapa kalimat presenter ada yang kurang tepat ketika disambungkan antara pikiran utama kalimat sebelumna, dengan kalimat berikutnya (terkhusus pada menit 2:31). Maaf ya mbak sebelumnya, hehehehe....

6. Siva Faoziah, Manaka.id
https://youtu.be/MuRfVyzLa6k
Penyampaian materi sudah jelas dengan skor 8 (pesan sampai), video juga oke

Review #14 Pecha Kucha Night Ibu Pembaharu 2022

00.40 0 Comments

 Alhamdulillah kembali mereview hasil usaha teman-teman di ekosistem Ibu Pembaharu,


1.  Kunthi Arsitowati, Tim Shining Star
https://youtu.be/4TyjNRKyg7Y
Penyampaian materi cukup jelas, namun to be honest saya belum menemukan faktor unik dari project Shining Star, program kerjanya nampaknya sangat beragam. Untuk video alhamdulillah paham dan jelas.

2. Garsinia, KiFaGa
https://youtu.be/mWxV-KKPGtY
Mbak Kirani seneng deh menyimak presentasinya, seger dan so friendly.
Penyampaian materi skor 8, video juga 8.

3.Maunah, Tafko.id.
 https://youtu.be/HBTXVKglPY4
Yeaay.... cukae buat tafko.id, ini nih namanya aksi sebenarnya, masyaaAllah.
Penyampaian materi oke dan sangat jelas (skor 10), video juga dengan nilai 8 (paham standar pecha kucha)
 
4.Rima Melanie, Griya Acita
https://youtu.be/okLHGcmFTF0
Penyampaian materi Griya Acita sudah okey dengan skor 8 (jelas dan pesan sampai) walau terkadang pada beberapa segmen terdapat pengulangan kosa kata sehingga semakin membuat kalimat majemuk semakin bertingkat, video sudah sesuai dengan standar pecha kucha, diberi skor 8 (paham).

5.  Ratna Chandra Sari, Rumah Talenta
https://youtu.be/DQlLD4rzxe8
Materi dapat disampaikan dengan lancar namun saya tidak dapat langsung menemukan inti dari pesan yang ingin disampaikan. Untuk video alhamdulillah bernilai 6 (paham), karena ada beberapa slide yang semestinya disertakan poin-poin utama untuk menguatkan gambar ilustrasi yang diberikan. 

6. Siti Khoiriyah, Ruberi
 https://youtu.be/C5ZvIHj0mxY
Pengantar materi menurut saya terlalu banyak kalimat majemuk, sehingga inti dari pesan lumayan lama untuk tercerna.

7. Asih Gunawan. Wiguna Oase
https://youtu.be/4pi05IgNue8
Video baik dan cukup mudah dipahami, penyampaian materi bagus dengan skor 8 (jelas dan pesan sampai dengan baik), walau ada beberapa slide yang relevansi nya "sulit" untuk disambungkan antara gambar serta narasi yang disampaikan. Wallahu 'alam

Rabu, 06 April 2022

Review#13 Pecha Kucha Night Ibu Pembaharu 2022

22.53 0 Comments

Alhamdulillah, Ramadhan 1443 H kembali mereview video pecha dari teman-teman seperjuangan di Kampus Ibu Pembaharu, Bismillah,

1. Firdausiah adinta, Baitin Jannati HomeTeam
https://youtu.be/71CBR06rGM0
MasyaaAllah mbak Firdausiah gerakan Baiti Jannati ini mesti banyak diduplikasi oleh keluarga-keluarga Indonesia. Untuk penyampaian materi sudah oke dengan skor 8 (jelas dan pesan sampai), untuk video juga baik (skor 8 = paham standar pecha kucha), namun bagi kami suara nmpak kurang power mbak, seperti sedang presentasi berbisik, hihihihi..... but overall semua excellent insyaAllah.

2. Ani Nursyamsiah, Ngompos
https://youtu.be/FVmtEqQ0d8M
Penyampaian materi cukup jelas, pesan sampai dengan skor 8. Mbak Ani menyampaikan materi dengan santai dan so friendly seperti sedang presentasi dengan kawan sendiri, namun sejujurnya nampak kurang interaktif, karena tidak adanya eye contact dengan kamera.
Video alhamdulillah juga baik dengan skor 8 (paham dengan standar pecha kucha).

3. Adistiyar, Tim Dapur Genta
https://youtu.be/sNkAS2Nku7c
Penyampaian materi cukup jelas dan pesannya juga sampai dengan baik, skor untuk presentasi dengan nilai 8. Untuk video juga sudah sesuai dengan standar pecha, dengan nilai 8 (paham).

4. Gina Arina Uswatun Chasanah, Risalah Langit
https://youtu.be/BeJ5TQalsH8 
MasyaaAllah, Risalah Langit is the best. Projectnya keren banget karena memang yang dibutuhkan ummat ini adalah pembinaan umat islam. Penyampaian materi baik dan jelas (skor = 8), video juga oke dengan nilai 8 (paham)

Kamis, 31 Maret 2022

Review#12 Pecha Kucha Night Ibu Pembaharu 2022

04.00 0 Comments

 

1. Rani Apriyanti, Coding Corner
https://youtu.be/Vulvazo11VY
Sayang sekali link tidak bisa diakses
 
2. Sri Prihartiningsih, Blog Kemal
https://youtu.be/9jGtM4M2L_A
Sayang sekali linknya juga tidak bisa diakses

3.Syarifah, Untukmu Bunda
https://youtu.be/1C0gLlOi3go
Untukmu Bunda, ruang belajar, berkembang dan bertumbuh para bunda. Materi alhamdulillah tersampaikan dengan jelas, begitupun video juga pas. Semua dengan skor 8.

4. Erli Oktania, dKrOE Lestari
https://youtu.be/L-7Xy0otdrA
Alhamdulillah laboratorium kebun nya keren banget ini mbak, dan bisa menjadi alternatif pangan mandiri. Penyampaian materi baik dan jelas, skor 8. untk video juga paham dengan skor 8

5.Ria Ariyanti, Rumah Asa
https://youtu.be/vnzHVCnIrbE
Sayang sekali link tidak bisa diakses
 

Selasa, 29 Maret 2022

Review#11 Pecha Kucha Night Ibu Pembaharu 2022

14.33 0 Comments

 Inilah tim yang presentasi pada episode ke-11 pecha kucha night,


1. Indah Laras, Ruang Bicara
https://youtu.be/X-Jkke859lA
Ruang Bicara support bagi perempuan Indonesia. Penyampaian materi keren, pesan sampai dengan jelas (skor 8), video juga merepresentasikan pesan yang disampaikan mbak Indah sebagai presenter, skor video 8 (paham).


2.Annisa Fauziah, ProMama
https://youtu.be/Rq-outLgK3g
Yeayyy ProMama, alhamdulillah pesannya menyentil mama-mama yang mageran dan masih melakukan kegiatan yang unfaidah. Penyampaian materi oke dan video juga bagus.


3. Rita Fithra Dewi, Veztifal Show
https://www.youtube.com/watch?v=Q7FDIx3SYMs
Materi dan video okey, penyampaian pesan jelas (skor 8) dan video juga sudah baik (skor 5)

4.Fatkhauli Salvani, Tender Love
https://youtu.be/hcgOp0pMscs
Menjadi perempuan yang bahagia dan membahagiakan, masyaaAllah misinya keren. Penyampaian pesan sebenarnya jelas, namun saya pribadi belum bisa menangkap pola projeknya yang seperti apa deailnya. Untuk video sudah bagus juga insyaaAllah.

5.Anggun Kurniasari, Passionate Muslimah
 https://youtu.be/6B1Hsi-cyjQ
Presentasi sudah oke dengan nilai 8, pesan sampai. Video juga bagus, dengan skor 8 (paham standar pecha)


6. Eka Mustika Sari, Tim Bersemi
https://youtu.be/UyutdUYUAXk

materi oke dan pesan sampai dengan nilai 8 (paham), untuk video juga mendapat skor 8 (jelas)

Review#10 Pecha Kucha Night Ibu Pembaharu 2022

13.46 0 Comments

 


1. Wenny Raisa, Gerakan Rumah Hijau
https://youtu.be/BXtXVX8MgG0
Bagus mbak Wenny, gerakan rumah hijaunya sudah dimulai dari rumah. Penyampaian materi bagus dengan skor 8 (pesan tersampaikan dengan jelas), video juga sudah pas, skor 8.

2. Siti Cholidah, Tim Monday
https://youtu.be/ZwW14yXwhao
Tim Monday semangaaat, ibu bahagia memang energi keluarga. Penyampaian materi bagi saya sudah sampai mbak, mungkin perlu nambah ceria aja, biar berkesan every morning it's fun. Hehehehe, peace. Video juga sudah baik. 

3.Hamidah Rina Mantiri, Tim Magnetic
https://youtu.be/OmUH-Qj11u4
Mbak Hamidah masyaaAllah Baarokallahu Tim Magnetic, kami doakan semoga membawa manfaat bagi Indonesia dan Dunia. Penyampaian materi sudah oke dengan skor 8 (jelas) dan video juga sudah sesuai dengan standar pecha kucha, dengan nilai 8 (paham)

4. Rena Nurul Ummah, Tim Meat for All
https://youtu.be/i3YZC9co0qw
TOP BGT deh, dinda Rena terus semangat menebar manfaat bagi dunia. Presentasi materi tersampaikan dengan jelas (skor 8) dan video pecha juga oke (skor 8 = paham).

5. Shuffah NUr Hijrah, Rumah Qur'an Ibu
https://www.youtube.com/watch?v=1UAmYTHDsjw
Alhamdulillah terimakasih mbak Shuffah telah menghadirkan Rumah Qur'an Ibu ini. Penyampaian materi pun dapat dipahami dan diterima denga jelas (skor 8) dan video sudah sesuai dengan standar pecha (skor 8)