Follow Me @linaibuneazzam

Minggu, 19 Juni 2016

Materi Matrikulasi #5 Learn How To Learn

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR
(Learn How To Learn)

Bunda, sebagaimana yang sudah kita pelajari sebelumnya, bahwa fitrah yang dimiliki anak sejak lahir adalah fitrah belajar. Tetapi mengapa sekarang ada  anak yg senang belajar dan ada yang tidak suka.

Suatu pekerjaan yang berat jika dilakukan dengan senang hati maka pekerjaan yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pekerjaan yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.

Jadi suka atau tidaknya pada suatu pekerjaan itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pekerjaan. Lebih kepada rasa. Maka membuat kita bisa terhadap sesuatu itu mudah, menjadikannya suka itu baru tantangan.

Bagaimana halnya dengan belajar ? berat atau ringan ?
bisa berat bisa juga ringan bergantung bagaimana kita bisa mengemasnya dengan cara yang sangat menyenangkan atau tidak.

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.

Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.
Maka anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita.

Apa yang perlu kita persiapkan untuk anak kita ?

Anak kita perlu belajar akan tiga hal:
1. Belajar hal Berbeda          
2. Cara belajar yang berbeda
3. Semangat Belajar yang berbeda

🔹1. Belajar Hal Berbeda

Apa saja yang perlu di pelajari ?
yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:
a.Menguatkan Imannya, ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
b.Menumbuhkan karakter yang baik, seperti, kejujuran
c.Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

🔹2. Cara Belajar Berbeda
Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.

Misalnya :Ibu jari : How
Jari telunjuk : where
Jari tengah : what
Jari manis : when
Jari kelingking : who
Kedua telapak tangan di buka : why
Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : which one

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir

Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari

Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

Apa itu berpikir skeptik ?

Berpikir skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat.Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

🔹3.Semangat Belajar Yang berbeda
Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada
anak kita adalah :
a.Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya

b.Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.

Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan.

Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).

Yang harus dipahami, Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita

Bagaimanakah dengan Strategi Belajar nya?

• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah.

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sbg orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.

Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Sebaliknya jangan meratakan lembah

yaitu dengan menutupi kekurangannya, misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).

Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yg suka belajar ?

Caranya adalah :
a. Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
b. Mengetahui tujuannya, cita-citanya
c. Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

• Good is not enough anymore we have to be different,

baik itu tidak cukup (karena orang baik itu banyak) tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yg membedakan kita dg orang lain).

Peran kita sebagai orang tua  adalah:
• sebagai pemandu : usia 0-8 tahun
• sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.
kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya
• sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak2 kita : usia 17 th keatas

 Cara mengetahui passion anak adalah :
observasi ( pengamatan)
engage (terlibat)
watch and listen( lihat dan  dengarkan suara anak)

a.Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dll
b.Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal2 yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.

Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.

Cara mengolah kemampuan berfikir Anak adalahdengan :
-Melatih anak untuk belajar bertanya,
caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.

-Belajar menuliskan hasil pengamatannya

-Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya

-Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari.

-Sedangkan kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan aktif bertanya pada si anak.

Selamat praktek,

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar