Follow Me @linaibuneazzam

Senin, 03 Oktober 2016

Memacu Kreativitas Anak


MEMACU KREATIVITAS ANAK

Senin, 3 Oktober 2016

Sang Eyang pagi-pagi dah sidak ke kamar anak-anak, kritik sini kritik sana, termasuk coretan dan tempelan paper craft punya Aisyah 3y dan Syifa' 6y. Hmmm... hati ibune ikut teriris rasanya. Betapa tidak, menurut ibune coretan dan paper craft anak-anak yang menghiasi dinding merupakan harta berharga yang patut diabadikan, agar kelak menjadi kenangan sekaligus bagian dari portofolio homeskul mereka.

tak selayaknya seorang eyang sampai marah-marah dan meminta anak-anak innocent itu untuk melepas satu per satu karya "hands on" mereka. Dan, bodohnya ibune hanya bisa menatap pasrah dan tak bisa memberikan pembelaan, hanya karena menghendaki harmoni tetap terjaga di pondok mertua indah itu.

Sudahlah... abaikan cerita diatas, mari kita buka lagi catatan salah satu materi dalam Ibu Profesional, yakni Memicu Kreativitas Anak. Materi ini termasuk 12 materi dasar pendidikan anak dalam tahapan Bunda Sayang.

  • Prinsip Kreativitas Anak
1# Tidak ada anak yang nakal, yang ada adalah anak kreatif
2# Semua anak lahir dengan keunikannya masing-masing, maka meyakini bahwa Allah tidak pernah menciptakan produk gagal adalah kemestian.
3# Kreativitas itu membutuhkan stimulasi dan latihan secara kontinu, sehingga ia bukanlah sesuatu yang instan terjadi begitu saja

  • Apa itu Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan berpikir beragam yang ditandai dengan,
~ fluency : ide-ide mengalir lancar
~ fleksible : memikirkan berbagai macam pemecahan masalah
~ originalitas : menemukan hal baru, yang belum pernah ada
~ elaborasi : melakukan dengan tuntas, detail dari berbagai sudut pandang

  • Ciri-ciri anak kreatif
~ selalu ingin tahu
~ merasa tidak puas dengan satu jawaban
~ eksploratif
~ suka mencoba hal-hal yang tidak biasa

"anak penakut cenderung tidak kreatif"


  • Memacu anak menjadi kreatif 
1# Menerima dan memacu munculnya perbedaan
2# Menghargai perbedaan pendapat
3# Mendorong anak untuk mepercayai penilaian pribadi mereka
4# Tekankan bahwa setiap orang mempunyai kreativitas yang berbeda dari berbagai bentuk
5# Jadilah stimulan bagi pemikiran kreatif mereka

"Anak yang Percaya Diri adalah anak yang ide-idenya selalu diterima oleh ibunya"


  • Metode Aplikatif untuk Kreativitas
~ Action Learning : anak melakukan sesuatu secara mandiri, orang tua sebagai fasilitator
~ Permainan, merupakan simulasi dari seluruh kemampuan anak (kognisi, emosi, sosial, fisik)
~ Eksplorasi : menggunakan seluruh sarana yang ada di lingkungan keseharian anak sebagai media
~ Mengajak diskusi anak dengan tema problem solving untuk membentuk mereka menjadi "decision maker" 
~ Keteladanan, orangtua/guru harus menjadi contoh kreatif


  • Lingkungan yang mendukung Kreativitas Anak
1# Merawat, tidak membatasi. Kenalkan anak pada resiko, agar dia paham.
2# Merangsang, bukan mendikte
3# Responsif, namun tetap mengontrol
4# Support kemandirian, tapi tidak menuntut
5# Memberi kebebasan, tapi tidak mengabaikan
6# Mengajarkan nilai dan aturan, bukan menekan kepatuhan buta
7# Berikan anak ruang dan kebebasan untuk bereksplorasi
8# Biarkan anak memilih sendiri media permaian, jangan terlalu diatur
9# Kenalkan anak pada budaya orang lain (yang berbeda dari kebiasaannya)
10# Biarkan anak merasa tenang dan nyaman
11# Wujudkan lingkungan yang terbuka
12# Berikan nutrisi yang tepat


Dikutip dari Buku Bunda Sayang
Institut Ibu Profesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar