Follow Me @linaibuneazzam

Minggu, 05 Maret 2017

Game Level 2 # Melatih Kemandirian

Sebelumnya saya ingin mengucapkan permohonan maaf kepada Ibu Septi, teh Chika, mb Ike dan teman-teman sesama Fasilitator Kelas Bunsay, dikarenakan untuk sesi ini saya tidak mampu tertib dan konsisten menunaikan Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian, baik kemandirian untuk diri sendiri, pasangan maupun pada anak-anak.

Dari periode tantangan 23 Feb - 11 Maret 2017, baru per tanggal ini 4 Maret ini saya berhasil menuliskan program latihan kemandirian pada anak-anak saya. Keterlambatan ini lebih karena saya berada di luar kota selama hampir sepekan, dan kadang lebih sering offline daripada onlinenya.

Keberadaan saya diluar kota ini dalam rangka diminta untuk menjadi pembicara pada acara Parents-Talk sekaligus Wisuda Matrikulasi teman-teman IIP Karawang. Sehingga, saya terpaksa harus meninggalkan anak sulung say di Jogja bersama eyangnya sementara waktu. Nah, ini semacam menjadi kesempatan emas untuk melatih kemandirian Azzam (9 tahun) ketika jauh atau tidak berada dalam kebersamaan ayah ibunya.

Teringat artikel yang ditulis oleh mas Aar Soemardiono (Founder Rumah Inspirasi) yang berjudul 10 Keterampilan Dasar yang penting dipelajari oleh setiap anak. Keterampilan dasar ini sangat mendasar untuk dikuasai oleh anak agar memiliki hidup yang bahagi dan berkualitas. Demikian pendapat mas Aar.

Dalam kurun waktu sepekan itulah, Azzam akan menjalani proses latihan kemandirian pada poin 1, 3 dan 6 versi Rumah Inspirasi, yakni;
  • Menjaga kesehatan dan keselamatan (poin 1)
  • Mengurus diri sendiri (poin 2)
  • Menghasilkan makanan (poin 6)
infografis dari www.rumahinspirasi.com
Bagi saya ini benar-benar kesempatan baik untuk menguatkan ketiga keterampilan dasar diatas sebagai bekal kemandirian Azzam dalam hidupnya. Walaupun awalnya agak deg-degan namun saya tetap positif dan percaya Azzam mampu melakukannya dengan baik. Bersama dengan eyang yang sudah sepuh dan juga buliknya, saya tetap meminta azzam untuk mahir mengurus diri dan keperluannya, pantang merepotkan eyang dan bulik, melakukan semuanya dengan mandiri dan berusaha membantu eyangnya dalam situasi tertentu.

Setiap hari saya mencoba terhubung dengan Azzam baik melalui pesan whatsapp ataupun telepon langsung, sekedar menanyakan kabarnya, perasaannya dan progress latihan kemandiriannya tesebut. Alhamdulillah, anak sulungku terus berusaha menjalani proses demi prosesnya dengan hati riang, walaupun harus menahan rasa rindu yang semakin kuat dari hari ke hari.

Tidak banyak peristiwa yang bisa terdokumentasikan, karena minimnya fasilitas fotografi. Namun ada satu foto yang insyaAllah mewakili proses latihan Azzam tersebut yang akan menjadi evidence portfolionya.

telur dadar buatan azzam sendiri
Setidaknya, foto ''telur dadar buatan azzam sendiri'' memberi ketenangan dalam hati saya bahwa Azzam mulai terampil pada poin 6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar