Follow Me @linaibuneazzam

Selasa, 04 September 2018

Memulai Home Education


Sebaik-baik usahamu adalah ANAK, maka perhatikan pendidikannya

Home Education dimaknai sebagai pendidikan berbasis keluarga. Model pendidikan ini bukanlah hal baru, namun sudah lama ada sejak zaman kenabian. Dimana, dari rumah-rumah para ibu para ulama lahirlah generasi cemerlang yang membawa kemuliaan Islam. Sehingga, jika di zaman ini kemudian mulai banyak ditemui keluarga-keluarga yang mengambil jalur ini, maka sejatinya hal tersebut bukanlah hal yang "LUAR BIASA", namun merupakan hal yang memang "SEMESTINYA". Dianggap luar biasa karena, secara jamak hampir banyak keluarga lain yang mulai meninggalkan model pendidikan ini. Mereka telah lama memilih jalur sekolah sebagai satu-satunya model belajar atau menambah pengetahuan.  Padahal beragam model dan metode belajar yang bisa menjadi pilihan. Karena menjalani Home Education ini nampak berbeda dari umumnya, maka secara substansial hal yang paling dibutuhkan adalah mentalitas, kita membutuhkan perasaan nyaman untuk terlihat berbeda dari yang lainnya.

Nah, pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana memulai Home Education?

1. Tenang dan rileks. Dua sikap dan perasaan ini amatlah dibutuhkan agar membantu kita untuk berpikir rasional, bukan emosional. Kemudian renungkan hakikat kemanusiaan kita sebagai individu, mengenali nilai-nilai luhur yang dijunjung dalam keluarga, merenungi misi hidup dan pernikahan kita bersama pasangan, sebagai arsitek peradaban. Mengapa disebut sebagai arsitek? Yah, bukankah anak-anak itu terlahir karena kontribusi dan kolaborasi bersama ayah-bundanya? Maka, apakah anak-anak itu akan terlahir biasa saja, atau kita ingin mereka menjadi ORANG yang besar nantinya?

Hal-hal mendasar itulah yang perlu kita persiapkan dan menjadi perhatian di awal merancang pendidikan bagi keluarga termasuk anak-anak didalamnya

2. Bersyukur dengan segala keadaan. Karena dengan syukur ini maka hikmah itu akan hadir. Kita membutuhkan hikmah dalam memulai perjalanan pendidikan anak (yang sejatinyanya juga adalah pendidikan kita juga). Jika Allah menganugerahi kita 5 anak, maka Allah pun akan memberi kita 5 hikmah.

3. Menyamakan frekuensi dengan partner hidup kita. Caranya, dengan memperbanyak ngobrol yang berkualitas, sama-sama merumuskan visi dan misi pendidikan keluarga. Membuat profiling anak, dan memetakan bersama potensi unggul anak. Dalam Home Education itu fokus utamanya pada esensi dan potensi. Sehingga, kelak jika kemudian dari hasil ngobrol rumusan visi pendidikan dan kemudian menemukan sistem sekolah lah sebagai delivery methodnya, maka hal tersebut bukanlah hal yang terlarang. Sepanjang.... kendali fitrah dan adab anak berada dibawah kendali orangtua. Maka, penting memahami esensi ini.

Amanah pendidikan;
"Pendidikan adalah proses menemani dan merawat serta menjaga fitrah anak-anak , tetap tumbuh dan berkembang selaras dengan panggilan hidupnya, hingga anak menjadi individu yang menerima kewajiban syariah dan memiliki peran-peran peradaban tepat ketika mereka berusia baligh"

Yogyakarta, 3 September 2018
/Lina Ibune Azzam/
ibu perindu surga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar