طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913)
Tentu sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam ini menjadi pijakan utama kita sebagai muslimah (khususnya) dalam upaya menambah pemahaman dan meningkatkan keilmuan kita. Mengapa harus berilmu? Alasannya jelas bahwa untuk beramal itu kita membutuhkan ilmu. Dengan ilmu kita juga dapat meraih banyak kebaikan-kebaikan. Meski tidak mengetahui kebaikan atau keutamaan berilmu itu, tetapi mematuhi sabda Rasullah bahwa menuntut ilmu itu wajib maka hal ini telah menjadi hal yang harus kita terima dan laksanakan.
Kemudian ilmu apakah yang dimaksud beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Salam tersebut? Dalam Fathul Baari, 1/92 dikatakan bahwa ilmu yang dimaksud adalah ilmu syari/ilmu agama. Ilmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengenal Rabbnya, Nabinya, dan agamanya dengan pemahaman yang lurus. Mengantarkan ia memahami kewajibannya dalam perkara ibadah dan muamalah.
Namun tentu juga tidak semua ilmu agama menjadi WAJIB dipelajari, karena ilmu agama dari sisi hukumnya ada 3 kategori;
- Ilmu agama yang hukumnya fardhu 'ain
- Ilmu agama yang hukumnya fardhu kifayah
- Ilmu agama yang hukumnya sunnah muakkadah
- Mendapatkan doa dari hamba-hamba Allah
- Mendapatkan naungan para malaikat
- Namanya dikenal oleh penduduk langit
- Allah akan mudahkan jalannya menuju surga
- Setara dengan berjihad di jalan Allah. Dalilnya dalam Qs. 9 : 122
- Manusia akan lebih membutuhkan ilmu melebihi butuhnya pada makanan, karena ilmu adalah makan ruh
- Allah bahkan memerintahkan nabinya untuk meminta tambahan ilmu (Qs. 20 : 114)
- Salah satu 2 perkara yang diperbolehkan hasad di dalamnya yakni hasad pada orang yang memiliki ilmu. Berbeda dengan hasad yang terlarang seperti iri hati pada orang kaya, tetangga beli AC-dia juga ingin beli, tetangganya bangun rumah-ia juga maksa bangun rumah meski dengan berhutang-hutang.
- Terkadang tahu ilmu (sedikit) tapi sudah sombong
- Semakin tahu ilmu, maka semakin tawadhu' (merasa bodoh dan sangat butuh dengan ilmu)
- Semakin ia tahu ilmu (baru) maka semakin ia haus dan ingin lagi menambah ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar