Alhamdulillah, akhirnya 22 September 2020 kelas lanjutan Bunda Cekatan sudah dimulai. Kami melaju ke Pilar Bunda Produktif sekarang.
Playground di Bunda Produktif ini sangat unik, dan merupakan hal baru buatku. Keren banget pokoknya buat Founding Mothernya yakni Ibu Septi dan juga barisan Tim Formula beliau.
Playground dengan konsep #capacitybuilding, diberi nama Membangun Kota Hexagon, kota peradaban. Dan, kami-kami penduduk kota disebut hexagonia. Wah...wah... sangat menggelitik #curiosity ini.
Nah, kedepan sekitar 6-7 bulan insyaAllah, kami para Hexagonia akan sama-sama berproses kembali melewati etape demi etape pembangunan kota. Maka, semoga saya akan kembali rajin mengisi blog ini dengan laporan jurnal hasil pembelajarannya. Bismillah, ganbatte ne!
Sebagai tugas pertama, kami diberi sepetak tanah berbentuk Hexagon.
 |
| Hexa house |
Diatas tanah ini, oleh founding mother meminta kami untuk membuat sketsa bangunan diatasnya, sesuai dengan konsep passion yang membuat kami senantiasa berbinar-binar.
Founding mother juga membebaskan imajinasi kami bermain sebebas-bebasnya dan menggambar sesuka hati.
jujur buatku ini tugas yang cukup sulit untuk kutuntaskan, sebab aku tidak mahir menggambar baik manual maupun digital dengan baik. Tetapi ada yang menari-nari di otakku, sebuah konsep rumah hexa yang menjadi impian Keluarga Merdeka.
Yah, sementara kami menamainya Merdeka lan Migunani. Karena yang itu yang terlintas dalam benak ini. Tujuannya jelas, bagaimana rumah dan penghuninya dapat menjadi insan merdeka yang membawa dampak manfaat. Migunani tumraping liyan…value dalam falsafah jawa yang menjadi value keluarga kami juga.
Sehingga, secara sederhana saya coba menjelaskan layout dari hexa house kami adalah sebagai berikut,
InsyaAllah (semoga Allah kabulkan), hexa house kami ini ada 2 lantai. Lantai 1, dikhususkan sebagai ruang public. Sementara lantai 2, dikhususkan untuk ruang keluarga.
Lantai 1.
Diisi dengan kegiatan sharing ilmu dan kajian seputar tema bisnis, diniyah dan dakwah. Sehingga dapat ditemukan satu ruangan besar yang mengambil separuh luas hexa, dibuat selega dan selapang mungkin. Lesehan. Nanti disediakan bantal duduk yang nyaman. Di ruang ini juga disediakan property standar presentasi, ada proyektor, whiteboard dll.
Ada juga perpustakaan, mini shop buat saya dan anak-anak belajar melayani pelanggan.
Separuh space berikutnya merupakan ruang tamu dengan sofa nyaman, ruang ibu bekerja yang berdekatan dengan area main anak, dekat dapur dan meja makan. Sehingga, ini memudahkan saya sebagai Ratu rumah menjalani tugas kerumahtanggaan sekaligus panggilan mengelola usaha #dirumahaja, bisnislokal pasarglobal.
Karena rumah domisili sekarang juga secara posisi sudah pas, maka saya berharap dinding di sebelah timur ruang bekerja dan tamu itu merupakan dinding kaca tebal yang bening dan anti UV. Mirip rumahnya Song Hye Kyo dalam drakor full house. Sebab view sebeleah timur rumah kami adalah hamparan sawah yang menghijau asri, dan gemericik air saat pengairannya aktif.
Rumah ini intinya selain menjadi #baityjannaty , juga menjadi rumah merdeka dari ketergantungan pada hal selain Ilahi. Maka, dalam hal pangan, kami pun belajar mengadakan kandang ayam dan kambing, ada kolam ikan juga dan tanaman-tanaman sayur (sayur daun kelor, pohon kelapa enthok, toga lainnya dsb).
Seperti ini dulu konsepnya. Nanti seiring berjalannya waktu, mungkin aka nada pengembangan konsep berikutnya. Sebab, petakan tanah dari founding mother ini akan saya perlihatkan ke paksu dan anak-anak. Saya penasaran bagaimana respon mereka…
#hexahouse
#hexagonia
#foundingmother
#bundaproduktif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar