Follow Me @linaibuneazzam

Senin, 22 Agustus 2016

Resume Diskusi Diniyah bersama Ustadzah Fini

17.10 0 Comments

Resume Diskusi IIP Karawang, Jumat 19 Agustus 2016

oleh : Yuning Ayu Lestari
Materi : KEUTAMAAN MEMPELAJARI ILMU AGAMA
Pemateri : Fini_UmmuGhiyats

Assalamu’alaikum,wr.wb.
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari aktivitas yang perlu melibatkan ilmu, dengan begitu kita yang melaksanakannya akan jauh lebih terarah jikalau tahu ilmunya.

Seperti yang disampaikan oleh Ustadzah kita yakni Mbak Fini_UmmuGhiyats pada kesempatan hari ini menerangkan bahwa mempelajari ilmu agama termasuk amalan yg paling utama dan merupakan kebaikan bagi pelakunya.

Nabi _Shalallāhu 'alaihi wasallam_ bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
```"Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allāh , niscaya Dia akan memberinya pemahaman dalam agama."``` [ *muttafaqun 'alaih*]

Allāh _Subhānahu wata'ālā_ juga memerintahkan Nabi Nya agar memohon tambahan ilmu , sebagimana di dalam firman Nya :
.........وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
```...Dan katakanlah : Yaa Rabbku tambahkanlah ilmu kepadaku."``` [ *QS. Ta-Ha : 114* ]

 Al Haafizh Ibnu Hajar _rahimahullāh_ menjelaskan tentang ayat diatas : *secara jelas menunjukkan tentang keutamaan ilmu , sebab Allāh tidak pernah memerintahkan Nabi Nya untuk meminta tambahan apapun selain ilmu.* (Fathul Bāri I/187)

📝 Rasulullāh _Shalallāhu 'alaihi wasallam_ menyebutkan majlis-majlis ilmu sebagai *taman surga dan para ulama' adalah pewaris para Nabi.*

● Maka tidak diragukan lagi ketika seseorang akan melakukan sesuatu hendaknya dia mengetahui cara mengerjakan nya dengan benar terutama di dalam beribadah kepada Allāh _Subhānahu wata'āla_. Karna bagaimana mungkin seseorang beribadah kepada Allāh dg ibadah yg mampu menghindarkan nya dari Neraka dan memasukkan nya ke dalam Surga tanpa punya landasan ilmu ??

📝 Dalam hal ini (berkaitan dg ilmu dan amal) , manusia dibagi menjadi 3 golongan :

● Orang2 yg menggabungkan antara ilmu dan amal sholih. Mereka adalah orang2 yg Allāh beri kenikmatan , diantara nya para nabi , shiddiqin (orang2 yg jujur) , syuhada' (orang2 yg mati syahid) , dan sholihin (orang2 yg sholih).

● Orang2 yg mempelajari ilmu bermanfaat tp tidak mengamalkan nya. Mereka adalah orang2 yg dimurkai dr kaum Yahudi dan yg mengikutinya.

● Orang2 yg beramal tanpa ilmu. Mereka adalah orang2 yg sesat dr kaum Nasrani dan yg mengikutinya.

Ketiga golongan tersebut tercakup di dalam firman Allāh _Subhānahu wata'āla_ :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
```Tunjukilah kami jalan yg lurus , yaitu jalan orang2 yg Engkau beri kenikmatan kpd nya , bukan jalan mereka yg dimurkai , dan bukan pula jalan mereka yg sesat.``` [ *QS.Al-Fatihah 6 - 7*]

📝 Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab _rahimahullāh_ menjelaskan tentang hikmah diwajibkan nya membaca surat Al Fātihah ini pd tiap2 rakaat shalat (fardhu maupun sunnah) , sebab didalam nya terkandung rahasia yg agung. Didalam nya terdapat doa yg mulia , yaitu *agar Allāh memberikan pertolongan kepada kita dalam menempuh jalan orang2 yg memiliki ilmu yg bermanfaat dan mengerjakan amal sholih.* *Serta menjauhkan kita dari jalan orang2 yg binasa , yg mengabaikan amal sholih ataupun ilmu yg bermanfaat.*

Ustadzah menekankan oleh karna itu , agar amalan kita benar , kita *wajib* menuntut ilmu sesuai dg Al Qur'an dan As Sunnah. Ilmu akan semakin berkembang jika diamalkan. Dengan mengamalkan ilmu tersebut , Allāh akan menambahkan ilmu kpd kita.

Sebagimana firman Allāh _Subhānahu wata'āla_ yg artinya :
```"..Dan bertakwalah kepada Allāh , Allāh memberikan pengajaran kepadamu , dan Allāh Maha Mengetahui segala sesuatu."``` [ *QS.Al Baqoroh : 282*]

📝 Ilmu adalah sesuatu yg paling layak diluangkan waktu untuk meraih keutamaan nya. Orang2 yg berakal akan berlomba2 untuk meraih ilmu , karna ilmu bs menghidupkan hati dan membersihkan amal.

📝 Allāh telah memuji para ulama yg mengamalkan dan menyebarkan ilmu yg mereka miliki. Meninggikan derajat mereka. Sebagimana di dalam firman Nya :
......هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
```..Apakah sama orang2 yg mengetahui dg orang2 yg tidak mengetahui?? Sebenarnya hanya orang2 yg berakal sehat yg dapat menerima pelajaran."``` [ *QS.Az-Zumar : 9*]

Dan juga firman Allāh Ta'āla :
..... يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
```...Niscaya Allāh akan mengangkat derajat orang2 yg beriman dan orang2 yg diberi ilmu beberapa derajat.Dan Allāh Maha Mengetahui apa yg kamu kerjakan."``` [ *QS.Al-Mujādilah : 11*]

Dengan penjelasan di atas maka dapat kita memahami bahwa pentingnya mencari ilmu bukan hanya untuk diri kita sendiri namun dengan kita mencari ilmu selain akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT, hidup kita pun akan lebih terarah sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT.

Sebagai contoh dengan ilmu kita dapat mmengetahui tata cara mandi wajib dengan benar sesuai syariat (pertanyaan dari mbak tika), Ustadzah Fini menerangkan ada beberapa tahapan antara lain:

● Niat dalam hati ● Mencuci kemaluan ● Membaca basmallah kemudian berwudhu seperti wudhu mau sholat kecuali kaki (belakangan stlh sls mandi) ● Menyela2 rambut dg tangan sampai ke kulita 3x ● Menyiram dari kepala (dahulukan sebelah kanan) min.3x sabunan atau sampoan ● Cuci kaki menyempurnakan wudhu.
*NOTE* ```Tidak boleh batal sampai selesai mencuci kaki.```

Namun tidak cukup hanya sebatas mencari ilmu lalu mengamalkannya, kita juga perlu ruh jiwa agar selalu tetap dekat dengan Allah SWT. Dengan menghafal Al-quran sebagai pedoman hidup kita wajib memahami, mempelajari, serta mengaplikasikannya dalam hidup kita sehari-hari dengan begitu ruh kita akan selalu dihiasi Al-quran (namun mempelajarinya harus dengan niat karena Allah SWT) misalnya dengan terus mengupayakan one day one ayat dalam satu hari, atau dengan terus mengupayakan berkumpul dengan komunitas2 dan orang2 shaleh seperti yang dijelaskan pada penyampaian materi di atas.

Ustadzah Fini memberikan contoh cara yang dapat dilakukan dalam usaha menghafal ayat suci Al-quran (menjawab pertanyaan mbak Hilya dan mbak Juju):

● siapkan Al quran cetakan madinah yg khusus untuk hafalan (biasanya lembar pertama 5 ayat dan lembar kedua 16 ayat) ● pastikan bacaan kita sesuai dg makhroj dan tajwid nya ● ada pengampu (tempat kita setoran) ● mulai menghafal dari ayat2/surat2 yg pendek ● baca min.20x 1 muka / jk surat pendek 1 surat yg akan kita hafal ● ulangi lagi min.20x ayat yg akan kita hafal ● setiap hari yg harus disetor : - sabaq : hafalan baru - sabqi : hafalan baru (dimulai dr hafalan sebelumnya ) - manzil : muroja'ah (mengulang hafalan) klo masih 1 juz min.1 hari manzil 1/4 juz (biar dhobith) ● siapkan buku mutaba'ah (buku catatan setoran hafalan)

Selain kita menghafalnya kitapun perlu adanya power yang dapat mempertahankan hafalan kita, seperti penjelasan Ustadzah kita cara mempertahankannya adalah dengan menjauhkan diri dari maksiat.
Imam Syafi'i pernah mengadu kepada guru nya Imam Waki' karna jeleknya hafalan beliau :
شكوت إلى وكيع سوء حفظي  فأرشدني إلى ترك المعاصى لأن العلم نور و نور الله للعاصى
" ```aku mengadu kepada guruku Imam Waki' ttg buruknya hafalanku , maka dia menasehatiku agar meninggalkan makshiat , karana sesungguhnya ilmu adalah cahaha dan cahaya Allaah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.```
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.
‘Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain." (Shahih Bukhori kitabul 'ilmi)

🌸 *```Saudariku...```* *```Menuntut ilmu bukan menunggu waktu luang tetapi meluangkan waktu.```*

Wallāhu Ta'āla a'lam bish showwab
🌾```Al Faqiiroh Ilaa Maghfiroti Rabbiha``` *```fini_ummughiyats```*

Demikian resume pada hari ini, semoga bermanfaat...

Wassalamu’alaikum,wr.wb.
Yuning Ayu Lestari, IIP Karawang.

Minggu, 21 Agustus 2016

#1 Merancang Pendidikan Keluarga

17.29 0 Comments

MERANCANG PENDIDIKAN KELUARGA
-Lina Ibune Azzam-

Fine Tuning

Pendidikan yang dimaksud untuk tema ini adalah pendidikan berbasis keluarga. Dimana semua anggota keluarga diharapkan aktif menjadi pelaku pembelajar. Spirit ini juga erat dipengaruhi oleh keyakinan bahwa kehidupan itu adalah belajar, sehingga belajar itu tidak lepas dari kehidupan.

Pendidikan vs Pengajaran?

Dua istilah diatas serupa tapi tak sama.

Pengajaran, sasarannya cenderung ditujukan pada akal. Dimana sebuah kegiatan transfer ilmu pengetahuan oleh seorang 'alim (ahli ilmu) kepada muridnya.

Pendidikan, sasarannya adalah hati. Dimaknai sebagai pembinaan manusia yang tidak hanya melibatkan persoalan fisik dan mental, tetapi hati juga nafsu. Karena itulah proses pendidikan melibatkan penerapan nilai-nilai luhur (baca : value) yang dijunjung, sehingga erat kaitannya dengan tazkiyatunnafs yang bertujuan mengembalikan kondisi awal manuasia kepada fitrahnya yang suci dan bersih.

Q&A
Q : Bisakah pendidikan berjalan tanpa pengajaran? atau bisakahpengajaran berjalan tanpa pendidikan?

A : Jelas kita tidak bisa mendidik saja tanpa memberi ilmu, dan begitu juga sebaliknya, kita tidak bisa memberi ilmu saja tanpa mendidik.

Q : Apa akibatnya jika proses tarbiyah dan ta'alim ini tidak bersinergi?

A : Pengajaran tanpa pendidikan akan melahirkan manusia yang pandai tetapi akhlaknya rusak. Seperti pada negara maju atau negara adidaya yang memiliki manusia-manusia cerdas, teknologinya manju namun ternyata moral dan jiwanya bejat. Merekalah yang disebut oleh Al-Quran sebagai "kal an'am",  (Qs. 7 : 179 ) fisik manusia tetapi tingkahlaku seperti hewan/syetan.
Nah, sementara mendidik saja tanpa memberi ilmu akan melahirkan manusia yang baik tetapi minim kontribusi (tidak bermanfaat dalam upaya perbaikan ummat)

Maka dari itulah, dalam sebuah proses membangun peradaban, maka pendidikan dan pengajaran ini adalah perkara wajib.

Ingat hadistnya " Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ .

“Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.”

[Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224)

~ Didiklah manusia lebih dahulu, sebelum mengajari mereka menjadi cerdas
~ Jadikan mereka berakhlak mulia dulu, sebelum menjadikan mereka berpengetahuan
~ Kenalkan Rabb nya dahulu, sebelum mengenalkan alam semesta beserta lain-lainnya
~ Jadikan mereka hamba-hambaNya dulu, sebelum menjadikan mereka khalifah-Nya

Mengapa Pendidikan Berbasis Keluarga?
1. Karena dalam keluargalah pembentukan peradaban dimulai
2. Pendidikan dirumah itu sangatlah mulia
3. Sebaik-baik usaha/bisnis orang tua adalah ANAK, maka perhatikanlah pendidikannya
4. Orangtuanyalah yang dapat memfasilitasi anak dalam aplikasi pengetahuannya
5. silakan ditambahkan yah....

Kemana Kita akan melangkah?

Dalam Piramida Pendidikan yang digagas oleh Keluarga Dodik & Septi, maka dijelaskan bahwa tujuan pendidikan anak itu ada 4 (empat) tahapan;

1. Intellectual Curiosity
Anak-anak memiliki fitrah belajar, dan mereka mempelajari sesuatu dimulai dari rasa ingin tahu (curios) yang timbul dari dalam dirinya, sehingga metode Inside-Out sangat ramah dengan fitrah anak, ketimbang Outside-In dimana menjejali anak dengan beragam pengetahuan yang belum tentu mereka minati dan butuhkan.

2. Creative Imagination
Mengembangkan kemampuan kreativitas anak, sebagai modal utama sebuah perubahan hidup.

3. Art Of Discovery
Bertemunya titik AHA anak yang meransang sebuah penemuan-penemuan baru.

4. Noble Attitude
Tahap berilmu ini menumbuhkan sebuah aksi berbagi, sehingga memunculkan ilmu-ilmu baru dan meningkatkan ke MULIA an hidup

Jumat, 12 Agustus 2016

Materi Matrikulasi #7 Menemukan Misi Spesifik Hidup

10.16 0 Comments
MATERI MATRIKULASI BATCH #1  TM #7

MENEMUKAN MISI SPESIFIK HIDUP

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif. 
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitaas hidup kita ini tidak akan selalu dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita. Karena Rejeki itu kejutan, nilai rupiah itupun bonus dari kesungguhan kita bukan yang dicari sebagai obyek utama. Mohon dipahami dulu dengan seksama materi sebelumnya, kemudian praktekkan agar kita semakin yakin akan proses menjemput rejeki.

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup. Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagaian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).  
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.  

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan esok hari saya akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #7 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #6.

Salam Ibu Profesional,

/Septi/⁠⁠⁠⁠
19 Juli 2016



Materi Matrikulasi #8 Bunda Sebagai Agen Perubahan

10.11 0 Comments
BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :
PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa meneyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

bagaimana caranya? isilah bagan-bagan di bawah ini


nah...contohnya seperti berikut


Social Venture -contoh-


Silakan dijabarkan sendiri, dan saya tunggu “A HA!” moment  bunda semuanya. Semoga bermanfaat, selamat mengerjakan , selamat menebar manfaat.

Pertanyaan terkait NHw #8
#1 Pertanyaan Putri Yudha – IIP Bandung

Apakah sosial venture itu wajib? Bagaimana dengan orang yang cenderung intern? Apakah orang-orang yang cenderung intern ini harus bermitra dengan seorang aktivator atau kah memang pada dasarnya ada beberapa orang yang lebih tentram intern dalam keluarganya saja tanpa berbuat untuk lingkungannya?

Jawaban:

Teh Uput social venture  hanya salah satu bentuk pola kebermanfaatan bagi alam semesta. Jadi bukan social venture nya yang wajib, melainkan kebermanfaatannya bagi alam semesta.

Bagi kita yang lebih senang dengan lingkungan keluarga, lingkungan internal diri sendiri, pasti banyak cara untuk melakukan kebermanfaatan ala keluarga kita. Silakan teh uput ceritakan pola teh uput.

#2 Pertanyaan Nisa Nur’arifah – IIP Bandung

Ibu, bila kita telah membuat peta hidup kita, ditengah perjalanan lalu Allah mengirimkan amanah sebagai agen perubahan di ranah yang lebih besar dan kita merasa on track, biasanya ada guncangan untuk menuju keseimbangan baru.

Apakah tandanya bila kita siap?
Bagaimana tips nya melewati guncangan menuju keseimbangan baru?
Jawaban:

Tandanya kita siap adalah “tenang” dan hati kecil kita bilang “yakin”
Tips melewati guncangan, pakai rumusnya pilot kalau melewati awan tebal, pasti kan berguncang, maka rumus yang harus dipakai adalah :
 FULL ENERGY + FULL CONCENTRATION + HIGH SPEED saat di tengah pusaran pasti guncangan akan lebih dahsyat, terus melaju, maka pasti sebentar lagi muncul keseimbangan baru.

“Apabila beban yang kau rasakan sudah sangat berat, dan membuatmu hampir putus asa, maka BERSABARLAH, karena RAHMAT ALLAH sudah sangat dekat”

Sabtu, 06 Agustus 2016

Catatan tentang si Bunda Cekatan

12.08 0 Comments
Masih ingat kemarin saya mengawali diskusi selasa kita dengan satu pertanyaan " apa tantangan kita dalam tema bunda cekatan ini?"

Kemudian beberapa saat akhirnya muncullah deretan jawaban yang terangkum menjadi 1 list oleh bunda Dini, bahwa diantaranya : emosi - kementokan ide -konsistensi-moody-waktu-kesehatan adalah salah satu atau dua atau bahkan lebih menjadi tantangan kita dalam stimulasi diri dalam upaya mejadi bunda yang cekatan.

berikutnya setelah mengidentifikasi tantangan, maka perlu memahami apa motivasi kita dalam menjalani peran ini (sebagai istri dan ibu). Nah... pertanyaan berikutnya, apakah motivasi itu mampu menekan segala daftar tantangan yag sudah kita list menjadi lebih kecil pengaruhnya, bahkan menjadi tidak berarti lagi...?

Jika tidak maka, bunda perlu menemukan motivasi tersebut agar segala tantangan yang ada menjadi kecil di hadapa kita. Karena pada intinya, segala sesuatu tergantung dari mindset kita, dan bagaimana kita mengelola diri dulu sendiri. Bagaimana kita akan mengemban amanah peradaban, jika kita tidak mampu memimpin diri sendiri dulu. Agar kita mampu menjadi problem solver dari setiap tantangan-tantangan kehidupan di depan.

Deep thinking...!

Mari kita flashback sejenak mengingat para emak-emak terdahulu. Kompleksitas dan tantangan yang mereka hadapi tak beda jauh dengan kita. bahkan mereka mungkin lebih "rempong badai" daripada kita, mereka rata-rata beranak banyak 7-12 anak, minim fasilitas elektronik (rice cooker, wash machine, blender, kulkas, motor dll) 
Bandingkan dengan diri kita sekarang...
Hari ini kita hampir komplit dengan fasilitas. Masihkah terasa rempongnya lebih dahsyat daripada para ibu-ibu jadoel tersebut?

Ubah mindset kita, agar segala tantangan bunda Cekatan tidak terasa berat bagi kita. niatkan semua rutinitas harian seorang istri/ibu menjadi sebuah bentuk ibadah, yang akan bernilai pahala dan pemberat amal kebaikan kita kelak di akhirat.

 Bagaimana caranya?

1# Awali setiap hari dengan niat yang ikhlas lillahi ta'ala. Mohon kemudahan mengemban amanah ini. Jadikan surga sebagai "true goals" kita dengan bakti pada suami dan merawat anak-anak sebagai ikhtiar kita.

2# Prioritaskan sholat wajib 5 waktu, dengan menjadikan kewajiban pada Sang Khaliq insyaAllah segala kebutuhan kita akan terpenuhi semua. Sabar dan shalat akan menyelesaikan problematika hidup.


Apa makna prioritas?
Misalnya gini, jika waktu sholat itu dibagi 3, contohnya sholat dzuhur (asumsi pada pukul 12 - 15), maka:
Afdhal (utama) pukul 12 - 13, sholat di awal waktu
Muwasaa' pukul 13 - 14, waktu lapang untuk sholat
Waktu bagi yang berudzur pukul 14 - 15, sholat diakhir waktu

 3# Ada yang ikut komunitas One Day One Juz? Apakah 1 juz terasa berat? sesungguhnya Allah menghendaki kemudahan bagi ummat Nya, maka tetaplah tilawah Al-Quran, lakukan semampunya, dan rutinkan.
"dan Kami turunkan Al-Quran yang padanya sebagai penyembuuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman" (Qs. Al Isra : 82)

4# Merasa kerjaan rumah tidak ada habisnya? Actualnya memang demikian. sudah menjadi sunnatulloh. Maka jadikan kumpul-kumpul dengan sesama teman seperjuangan dalam sebuah komunitas menjadi amunisi semangat kita. Ikuti ta'lim, halaqoh2 tarbawiyah, liqo tahsin dan semisalnya.

Berkata Ibnu Qoyyim  " ilmu itu makanan bagi ruhiyah (gidza'ur ruuh), hadir di majlis ilmu akan mendatangkan ketenangan"

5# Latihlah anak-anak materi kehidupan (life skill) dan kemandirian, beri tanggung jawab dengan mendelegasikan beberapa tugas rumah tangga yang mampu untuk mereka kerjakan. berikan kepercayaan dan evaluasi secara periodik, tingkatkan levelnya jika sudah makin terampil dan mahir.

6# Masih bingung dengan bunda Cekatan? Sudah punya bukunya? Kalau belum beli yah... (iklan terselubung). he he he... pantengi terus grup wa kita setiap selasa akan dibahas secara perlahan solusi teknis kegalauan bunda.

Sampai ketemu di kopdar kita besok yah...., insyaAllah