Follow Me @linaibuneazzam

Sabtu, 06 Agustus 2016

Catatan tentang si Bunda Cekatan

Masih ingat kemarin saya mengawali diskusi selasa kita dengan satu pertanyaan " apa tantangan kita dalam tema bunda cekatan ini?"

Kemudian beberapa saat akhirnya muncullah deretan jawaban yang terangkum menjadi 1 list oleh bunda Dini, bahwa diantaranya : emosi - kementokan ide -konsistensi-moody-waktu-kesehatan adalah salah satu atau dua atau bahkan lebih menjadi tantangan kita dalam stimulasi diri dalam upaya mejadi bunda yang cekatan.

berikutnya setelah mengidentifikasi tantangan, maka perlu memahami apa motivasi kita dalam menjalani peran ini (sebagai istri dan ibu). Nah... pertanyaan berikutnya, apakah motivasi itu mampu menekan segala daftar tantangan yag sudah kita list menjadi lebih kecil pengaruhnya, bahkan menjadi tidak berarti lagi...?

Jika tidak maka, bunda perlu menemukan motivasi tersebut agar segala tantangan yang ada menjadi kecil di hadapa kita. Karena pada intinya, segala sesuatu tergantung dari mindset kita, dan bagaimana kita mengelola diri dulu sendiri. Bagaimana kita akan mengemban amanah peradaban, jika kita tidak mampu memimpin diri sendiri dulu. Agar kita mampu menjadi problem solver dari setiap tantangan-tantangan kehidupan di depan.

Deep thinking...!

Mari kita flashback sejenak mengingat para emak-emak terdahulu. Kompleksitas dan tantangan yang mereka hadapi tak beda jauh dengan kita. bahkan mereka mungkin lebih "rempong badai" daripada kita, mereka rata-rata beranak banyak 7-12 anak, minim fasilitas elektronik (rice cooker, wash machine, blender, kulkas, motor dll) 
Bandingkan dengan diri kita sekarang...
Hari ini kita hampir komplit dengan fasilitas. Masihkah terasa rempongnya lebih dahsyat daripada para ibu-ibu jadoel tersebut?

Ubah mindset kita, agar segala tantangan bunda Cekatan tidak terasa berat bagi kita. niatkan semua rutinitas harian seorang istri/ibu menjadi sebuah bentuk ibadah, yang akan bernilai pahala dan pemberat amal kebaikan kita kelak di akhirat.

 Bagaimana caranya?

1# Awali setiap hari dengan niat yang ikhlas lillahi ta'ala. Mohon kemudahan mengemban amanah ini. Jadikan surga sebagai "true goals" kita dengan bakti pada suami dan merawat anak-anak sebagai ikhtiar kita.

2# Prioritaskan sholat wajib 5 waktu, dengan menjadikan kewajiban pada Sang Khaliq insyaAllah segala kebutuhan kita akan terpenuhi semua. Sabar dan shalat akan menyelesaikan problematika hidup.


Apa makna prioritas?
Misalnya gini, jika waktu sholat itu dibagi 3, contohnya sholat dzuhur (asumsi pada pukul 12 - 15), maka:
Afdhal (utama) pukul 12 - 13, sholat di awal waktu
Muwasaa' pukul 13 - 14, waktu lapang untuk sholat
Waktu bagi yang berudzur pukul 14 - 15, sholat diakhir waktu

 3# Ada yang ikut komunitas One Day One Juz? Apakah 1 juz terasa berat? sesungguhnya Allah menghendaki kemudahan bagi ummat Nya, maka tetaplah tilawah Al-Quran, lakukan semampunya, dan rutinkan.
"dan Kami turunkan Al-Quran yang padanya sebagai penyembuuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman" (Qs. Al Isra : 82)

4# Merasa kerjaan rumah tidak ada habisnya? Actualnya memang demikian. sudah menjadi sunnatulloh. Maka jadikan kumpul-kumpul dengan sesama teman seperjuangan dalam sebuah komunitas menjadi amunisi semangat kita. Ikuti ta'lim, halaqoh2 tarbawiyah, liqo tahsin dan semisalnya.

Berkata Ibnu Qoyyim  " ilmu itu makanan bagi ruhiyah (gidza'ur ruuh), hadir di majlis ilmu akan mendatangkan ketenangan"

5# Latihlah anak-anak materi kehidupan (life skill) dan kemandirian, beri tanggung jawab dengan mendelegasikan beberapa tugas rumah tangga yang mampu untuk mereka kerjakan. berikan kepercayaan dan evaluasi secara periodik, tingkatkan levelnya jika sudah makin terampil dan mahir.

6# Masih bingung dengan bunda Cekatan? Sudah punya bukunya? Kalau belum beli yah... (iklan terselubung). he he he... pantengi terus grup wa kita setiap selasa akan dibahas secara perlahan solusi teknis kegalauan bunda.

Sampai ketemu di kopdar kita besok yah...., insyaAllah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar