Follow Me @linaibuneazzam

Minggu, 21 Agustus 2016

#1 Merancang Pendidikan Keluarga

MERANCANG PENDIDIKAN KELUARGA
-Lina Ibune Azzam-

Fine Tuning

Pendidikan yang dimaksud untuk tema ini adalah pendidikan berbasis keluarga. Dimana semua anggota keluarga diharapkan aktif menjadi pelaku pembelajar. Spirit ini juga erat dipengaruhi oleh keyakinan bahwa kehidupan itu adalah belajar, sehingga belajar itu tidak lepas dari kehidupan.

Pendidikan vs Pengajaran?

Dua istilah diatas serupa tapi tak sama.

Pengajaran, sasarannya cenderung ditujukan pada akal. Dimana sebuah kegiatan transfer ilmu pengetahuan oleh seorang 'alim (ahli ilmu) kepada muridnya.

Pendidikan, sasarannya adalah hati. Dimaknai sebagai pembinaan manusia yang tidak hanya melibatkan persoalan fisik dan mental, tetapi hati juga nafsu. Karena itulah proses pendidikan melibatkan penerapan nilai-nilai luhur (baca : value) yang dijunjung, sehingga erat kaitannya dengan tazkiyatunnafs yang bertujuan mengembalikan kondisi awal manuasia kepada fitrahnya yang suci dan bersih.

Q&A
Q : Bisakah pendidikan berjalan tanpa pengajaran? atau bisakahpengajaran berjalan tanpa pendidikan?

A : Jelas kita tidak bisa mendidik saja tanpa memberi ilmu, dan begitu juga sebaliknya, kita tidak bisa memberi ilmu saja tanpa mendidik.

Q : Apa akibatnya jika proses tarbiyah dan ta'alim ini tidak bersinergi?

A : Pengajaran tanpa pendidikan akan melahirkan manusia yang pandai tetapi akhlaknya rusak. Seperti pada negara maju atau negara adidaya yang memiliki manusia-manusia cerdas, teknologinya manju namun ternyata moral dan jiwanya bejat. Merekalah yang disebut oleh Al-Quran sebagai "kal an'am",  (Qs. 7 : 179 ) fisik manusia tetapi tingkahlaku seperti hewan/syetan.
Nah, sementara mendidik saja tanpa memberi ilmu akan melahirkan manusia yang baik tetapi minim kontribusi (tidak bermanfaat dalam upaya perbaikan ummat)

Maka dari itulah, dalam sebuah proses membangun peradaban, maka pendidikan dan pengajaran ini adalah perkara wajib.

Ingat hadistnya " Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ .

“Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.”

[Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224)

~ Didiklah manusia lebih dahulu, sebelum mengajari mereka menjadi cerdas
~ Jadikan mereka berakhlak mulia dulu, sebelum menjadikan mereka berpengetahuan
~ Kenalkan Rabb nya dahulu, sebelum mengenalkan alam semesta beserta lain-lainnya
~ Jadikan mereka hamba-hambaNya dulu, sebelum menjadikan mereka khalifah-Nya

Mengapa Pendidikan Berbasis Keluarga?
1. Karena dalam keluargalah pembentukan peradaban dimulai
2. Pendidikan dirumah itu sangatlah mulia
3. Sebaik-baik usaha/bisnis orang tua adalah ANAK, maka perhatikanlah pendidikannya
4. Orangtuanyalah yang dapat memfasilitasi anak dalam aplikasi pengetahuannya
5. silakan ditambahkan yah....

Kemana Kita akan melangkah?

Dalam Piramida Pendidikan yang digagas oleh Keluarga Dodik & Septi, maka dijelaskan bahwa tujuan pendidikan anak itu ada 4 (empat) tahapan;

1. Intellectual Curiosity
Anak-anak memiliki fitrah belajar, dan mereka mempelajari sesuatu dimulai dari rasa ingin tahu (curios) yang timbul dari dalam dirinya, sehingga metode Inside-Out sangat ramah dengan fitrah anak, ketimbang Outside-In dimana menjejali anak dengan beragam pengetahuan yang belum tentu mereka minati dan butuhkan.

2. Creative Imagination
Mengembangkan kemampuan kreativitas anak, sebagai modal utama sebuah perubahan hidup.

3. Art Of Discovery
Bertemunya titik AHA anak yang meransang sebuah penemuan-penemuan baru.

4. Noble Attitude
Tahap berilmu ini menumbuhkan sebuah aksi berbagi, sehingga memunculkan ilmu-ilmu baru dan meningkatkan ke MULIA an hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar