Follow Me @linaibuneazzam

Senin, 24 Februari 2020

Cerita Bilirubin Bayiku



Cerita Tentang Miqdad,

Hari ketiga pasca kelahiran, baby Miqdad didiagnosa hiperbilirubinemia indirect oleh dr.Sp.A nya, dengan kadar bilirubin kala itu 16.94 ml. Sehingga menurut dokter mesti menjalani fototerapi di ruang NICU.

Jujur kasus ini baru bagiku, walaupun sebelumnya telah melewati 4x peristiwa persalinan normal dan sehat, alhamdulillah.
Sehingga, benar-benar seperti berada pada titik zero, tanpa punya pengetahuan apalagi pengalaman. BuLina bengong!

Tentunya mendengar advice dr.Sp.A untuk rawat inap di nicu membuat hati setiap ibu cemas dan kalut tak karuan. Apalagi closing statement sang dokter saat itu menyatakan “ibu boleh menimbang tapi harus segera memutuskan apakah setuju atau tidak adek dirawat, monggo…. sebab ibu dan adek memiliki perbedaan goldar” 

Pfiuh...😟😵😟😓saat itu aku sudah tak mampu berpikir secara rasional, perasaan negatif mendominasiku, sehingga kuputuskan menerima saran sang dokter dengan pasrah dan manut, dan mencoba percaya bahwa memang ini demi kebaikan si kecil.

Akhirnya, fix sudah selasa siang 25/7/17 jam 14.00 baby M menjadi pasien NICU RSUD Wates. Di ruang fototerapi, baby M hanya mengenakan pampers dan kacamata “kupu2” untuk melindungi daerah genital dan matanya dari paparan cahaya biru. Untuk sesi 1, baby M harus melewati penyinaran selama 2x24 jam, dengan jeda istrahat 1 jam. Di tengah-tengah perasaan yang masih saja tak jelas plus penolakan batin terhadap terapi ini, aku mencoba mencari-cari 2nd opinion.

Kenapa ada penolakan batin? Karena daku merasa bahwa baby M baik2 saja, berdasarkan pengalaman dengan 4 anak sebelumnya, umumnya memang bayi kuning pd hari ketiga dan berangsur2 membaik jelang hari ke 7 atau ke 10, 

Aku merasa baby M baik-baik saja sebab respon menyusu baby M bagus, nilai skor apgar 9, sukses IMD, baby aktif (tdk lemesan), lahir cukup bulan 38w, BB lahir 2965 gram (sekarang udah 3 kg lebih alhamdulillah),  membuatku sulit menerima kenyataan bahwa sekarang bayi mungil itu berbaring dalam box kaca dan di bawah sinar fototerapi.



PENCARIAN 2nd OPINION

● Browsing-browsing dan bertanya pada teman semakin membuatku kalut, apakah keputusan ini benar ataukah salah.

● Apalagi setelah iseng menginput data baby M ke dalam http://bilitool.org/ yang menyatakan bahwa kategori baby M termasuk *high risk* sehingga memang perlu mempertimbangkan terapi sinar ini. 

Hasil Test Bilitool Miqdad


● Klo hanya sampai disitu sih, aku bisa saja menolak penyinaran. Namuun……

ada 1 fakta yang memberatkan pikiranku, yaitu adanya perbedaan golongan darah antara aku dengan baby M. Aku O, baby M goldarnya B ikut ayahnya. Aku sangat...sangat kuatir jika jaundice baby M ini masuk kategori karena faktor hemolysis (penghancuran sel darah merah secara berlebihan). Seperti apa yang dialami salah satu artis indonesia bbrp tahun lalu. Informasiny bisa baca disini yah… Billirubin bisa akibatkan Cerebral Palsy

● Duh ya Allah, ...

Allahul Musta'an

/Lina Ibune Azzam/
coretan di ruang NICU yang penuh sendu, ditulis tanggal 27 Juli 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar