Follow Me @linaibuneazzam

Sabtu, 25 Maret 2017

Game Level 3_My Family My Team_Hari#3

19.24 0 Comments
Alhamdulillah, hari ketiga ini anak-anak sudah sampai pada hadits kedua;

Azzam dan Syifa sudah setoran dengan lancar, namun Aisyah dan Alifa belum... karena hari ini bertepatan dengan latihan renang anak-anak, sehingga Aisyah dan Alifa nampaknya sedang kecapaian.

Semoga besok sudah semangat kembali, sementara saya setoran dulu progress hari ketiga family project, insyaAllah akan disiapkan worksheet setiap hadist untuk aktivitas anak-anak dan ilustrasi setiap hadistnya.


Jumat, 24 Maret 2017

Game Level 3_My Family My Team_Hari#1

23.16 0 Comments

One Day One Hadist

(Tahap Persiapan)

Kamis, 23 Maret 2017 adalah hari pertama kami memulai projek keluarga sederhana. Terinspirasi oleh program MAHIR (Menghafal Hadist Rasulullah) bekerja sama dengan BISA (Belajar Islam dan Bahasa Arab).
Info program MAHIR dalam https://www.youtube.com/watch?v=ejujF9aeJYw

Sebagai hari pertama ini kami memulainya dengan diskusi tentang persiapan-persiapan apa saja yang kami perlukan untuk mendukung projek ini, maka dipilihlah Azzam (9 tahun) sebagai pimpro (pimpinan projek).

Sementara Azzam memikirkan konsep projek, ibu membuat teh manis dan pisang goreng. hmm... kebetulan pas banget lagi hujan hari itu.

Berikut hasil buah gagasan Azzam Sang Leader Projek ''One Day One Hadist''

  • Spesifik = semua anggota keluarga terlibat dalam program hafalan hadist Rasulullah, kecuali baby Alifa dan Ayah yang lagi di luar kota. 
  • Measurable = satu hari satu hadist, insyaAllah terukur. Karena hadist-hadist yang dihafal adalah hadist mashyur dan dekat sekali dalam kehidupan sehari-hari. Redaksi hadist pun mudah diingat.
  • Achievable = karena terukur dan mudah insyaAllah pun ringan diraih, asal ada mujahadah dari peserta proyek.
  • Reliable = mengandung spirit untuk memotivasi anggota keluarga agar lebih bersemangat dalam menghafal hadist.
  • Timebound = projek ini diatur dalam rentang waktu satu pekan, harapnnya dalam 7 hari akan hafal 7 hadist.
Kaidah SMART sudah didapat, kini pembagian peran.

Azzam (9 tahun) sebagai Pimpro bertugas ;
- mengatur alur dan semangat peserta projek tetap stabil
- membuat worksheet yang relevan dengan hadist untuk dijadikan lembar kerja yang bebas unduh

Syifa (7 tahun) ;
- mempersiapkan panggung hafalan
- mengingatkan untuk mengarsipkan dokumentasi aktivitas projek
- memilih cemilan

Aisyah (4 tahun) dan Alifa (2 tahun) ;
- pemandu sorak atau tim hore

Semoga besok semangat mulai hafalan hadist pertama.... Bismillah

tea time
Bismillah

Minggu, 19 Maret 2017

Aliran Rasa Materi#2 Kemandirian Anak_Lina

11.18 0 Comments

Alhamdulillah 'ala kulli hal, apapun yang tejadi adalah baik untuk kita. Itu yang bisa saya nyatakan berkenaan dengan deretan aktivitas-aktivitas dan tugas baik domestik, publik maupun tugas fasilitator plus berbarengan dengn tugas sebagai murid di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional.

Tentang kemadirian anak dan istri ini pada intinya tetap berjalan setiap harinya, layaknya belajar untuk pintar, maka latihan kemandirian ini adalah belajar hidup dan kehidupan itu sendiri. Alhamdulillah saya dianugerahi 4 anak, tentu latihan kemandirian yang dilatihkan setiap anak berbeda, bergantung pada kebutuhan dan mengikuti pola perkembangannya. Kami lakukan secara paralel dan bersemangat.

Masih mengacu pada 10 Keterampilan Dasar (dari web.rumahinspirasi.com ) maka berikut keterampilan-keterampilan yang perlu dikuasai oleh anak-anak kami.


Kunci sukses menegakkan latihan kemandirian ini adalah konsisten dan kesabaran, ini mah sudah sering disampaikan oleh banyak pihak, namun beneran tidak ada yang lain selain itu...  dan jangan lupa untuk melibatkan Allah dalam mendidik anak-anak kita, tanpa Allah apalah artinya kita, yang menggenggam hati anak-anak adalah Sang Penciptanya, sekuat apapun kita melatih anak-anak... 

Ini yang saya rasakan, ketika saya sedang berada di luar kota, ataukah saat hak badan saya meminta waktu untuk istrahat sejenak dari tanggung jawab rumah, maka anak-anak mulai berinisiatif sendiri perlahan meningkatkan kecakapan skill kemandirian mereka.

Wallahul Musta'an

Minggu, 05 Maret 2017

Game Level 2 # Melatih Kemandirian

00.08 0 Comments
Sebelumnya saya ingin mengucapkan permohonan maaf kepada Ibu Septi, teh Chika, mb Ike dan teman-teman sesama Fasilitator Kelas Bunsay, dikarenakan untuk sesi ini saya tidak mampu tertib dan konsisten menunaikan Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian, baik kemandirian untuk diri sendiri, pasangan maupun pada anak-anak.

Dari periode tantangan 23 Feb - 11 Maret 2017, baru per tanggal ini 4 Maret ini saya berhasil menuliskan program latihan kemandirian pada anak-anak saya. Keterlambatan ini lebih karena saya berada di luar kota selama hampir sepekan, dan kadang lebih sering offline daripada onlinenya.

Keberadaan saya diluar kota ini dalam rangka diminta untuk menjadi pembicara pada acara Parents-Talk sekaligus Wisuda Matrikulasi teman-teman IIP Karawang. Sehingga, saya terpaksa harus meninggalkan anak sulung say di Jogja bersama eyangnya sementara waktu. Nah, ini semacam menjadi kesempatan emas untuk melatih kemandirian Azzam (9 tahun) ketika jauh atau tidak berada dalam kebersamaan ayah ibunya.

Teringat artikel yang ditulis oleh mas Aar Soemardiono (Founder Rumah Inspirasi) yang berjudul 10 Keterampilan Dasar yang penting dipelajari oleh setiap anak. Keterampilan dasar ini sangat mendasar untuk dikuasai oleh anak agar memiliki hidup yang bahagi dan berkualitas. Demikian pendapat mas Aar.

Dalam kurun waktu sepekan itulah, Azzam akan menjalani proses latihan kemandirian pada poin 1, 3 dan 6 versi Rumah Inspirasi, yakni;
  • Menjaga kesehatan dan keselamatan (poin 1)
  • Mengurus diri sendiri (poin 2)
  • Menghasilkan makanan (poin 6)
infografis dari www.rumahinspirasi.com
Bagi saya ini benar-benar kesempatan baik untuk menguatkan ketiga keterampilan dasar diatas sebagai bekal kemandirian Azzam dalam hidupnya. Walaupun awalnya agak deg-degan namun saya tetap positif dan percaya Azzam mampu melakukannya dengan baik. Bersama dengan eyang yang sudah sepuh dan juga buliknya, saya tetap meminta azzam untuk mahir mengurus diri dan keperluannya, pantang merepotkan eyang dan bulik, melakukan semuanya dengan mandiri dan berusaha membantu eyangnya dalam situasi tertentu.

Setiap hari saya mencoba terhubung dengan Azzam baik melalui pesan whatsapp ataupun telepon langsung, sekedar menanyakan kabarnya, perasaannya dan progress latihan kemandiriannya tesebut. Alhamdulillah, anak sulungku terus berusaha menjalani proses demi prosesnya dengan hati riang, walaupun harus menahan rasa rindu yang semakin kuat dari hari ke hari.

Tidak banyak peristiwa yang bisa terdokumentasikan, karena minimnya fasilitas fotografi. Namun ada satu foto yang insyaAllah mewakili proses latihan Azzam tersebut yang akan menjadi evidence portfolionya.

telur dadar buatan azzam sendiri
Setidaknya, foto ''telur dadar buatan azzam sendiri'' memberi ketenangan dalam hati saya bahwa Azzam mulai terampil pada poin 6.