Follow Me @linaibuneazzam

Selasa, 25 Februari 2020

Hadiah Bunda Cekatan Ibu Profesional

20.15 18 Comments

Assalamu ‘alaykum sahabat Buncek dimanapun berada…

The last minutes…, pfiuh… mohon maafkan saya yang mungkin hampir telat atau bahkan sudah terlambat untuk mempersembahkan hadiah buncek pada tantangan kelas ulat-ulat kita di pekan ini. Ngapunten yah…

Hal ini sungguh bukan karena kesengajaan, melainkan kondisi yang membuat kerja saya menjadi lambat dan terhambat.

No Excuse!!! 
Ini sebenernya bisa disiasati, sebagai ibu professional kita udah diajarin mantranya oleh Gurunda bersama, yaitu katakan dengan tegas “Cancel…cancel Go Away!” pada setiap masalah ups tantangan.

Baik, kita kembali ke tema hadiah bagi teman Buncek. Nah, ini sudah saya siapkan bagi temen-temen yang kemarin request hadiah tentang Home Education dan Portofolio.

Saya masak sendiri hadiahnya, dengan ramuan dan bumbu cinta. Semoga pada suka yah..., jika berkenan dan dalam rangka menambah teman, maka minta keridhoannya untuk mengisi form hadiahnya yah..., insyaAllah hadiahnya free ongkir deh, karena akan saya kirim via e-mail.

http://bit.ly/HadiahBUNCEK_Lina

Jika ada trouble dengan link bit.ly diatas, coba link di bawah ini yah... afwan, 

https://forms.gle/q5KYAeb26T5hjK7JA


Sekilas isi e-book...

sapaan hangat dari buLina... hehehe

index e-book


bonus e-book Memandu Bakat dan ada printablenya juga loh...



#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Senin, 24 Februari 2020

Cerita Bilirubin Bayiku

06.16 0 Comments


Cerita Tentang Miqdad,

Hari ketiga pasca kelahiran, baby Miqdad didiagnosa hiperbilirubinemia indirect oleh dr.Sp.A nya, dengan kadar bilirubin kala itu 16.94 ml. Sehingga menurut dokter mesti menjalani fototerapi di ruang NICU.

Jujur kasus ini baru bagiku, walaupun sebelumnya telah melewati 4x peristiwa persalinan normal dan sehat, alhamdulillah.
Sehingga, benar-benar seperti berada pada titik zero, tanpa punya pengetahuan apalagi pengalaman. BuLina bengong!

Tentunya mendengar advice dr.Sp.A untuk rawat inap di nicu membuat hati setiap ibu cemas dan kalut tak karuan. Apalagi closing statement sang dokter saat itu menyatakan “ibu boleh menimbang tapi harus segera memutuskan apakah setuju atau tidak adek dirawat, monggo…. sebab ibu dan adek memiliki perbedaan goldar” 

Pfiuh...😟😵😟😓saat itu aku sudah tak mampu berpikir secara rasional, perasaan negatif mendominasiku, sehingga kuputuskan menerima saran sang dokter dengan pasrah dan manut, dan mencoba percaya bahwa memang ini demi kebaikan si kecil.

Akhirnya, fix sudah selasa siang 25/7/17 jam 14.00 baby M menjadi pasien NICU RSUD Wates. Di ruang fototerapi, baby M hanya mengenakan pampers dan kacamata “kupu2” untuk melindungi daerah genital dan matanya dari paparan cahaya biru. Untuk sesi 1, baby M harus melewati penyinaran selama 2x24 jam, dengan jeda istrahat 1 jam. Di tengah-tengah perasaan yang masih saja tak jelas plus penolakan batin terhadap terapi ini, aku mencoba mencari-cari 2nd opinion.

Kenapa ada penolakan batin? Karena daku merasa bahwa baby M baik2 saja, berdasarkan pengalaman dengan 4 anak sebelumnya, umumnya memang bayi kuning pd hari ketiga dan berangsur2 membaik jelang hari ke 7 atau ke 10, 

Aku merasa baby M baik-baik saja sebab respon menyusu baby M bagus, nilai skor apgar 9, sukses IMD, baby aktif (tdk lemesan), lahir cukup bulan 38w, BB lahir 2965 gram (sekarang udah 3 kg lebih alhamdulillah),  membuatku sulit menerima kenyataan bahwa sekarang bayi mungil itu berbaring dalam box kaca dan di bawah sinar fototerapi.



PENCARIAN 2nd OPINION

● Browsing-browsing dan bertanya pada teman semakin membuatku kalut, apakah keputusan ini benar ataukah salah.

● Apalagi setelah iseng menginput data baby M ke dalam http://bilitool.org/ yang menyatakan bahwa kategori baby M termasuk *high risk* sehingga memang perlu mempertimbangkan terapi sinar ini. 

Hasil Test Bilitool Miqdad


● Klo hanya sampai disitu sih, aku bisa saja menolak penyinaran. Namuun……

ada 1 fakta yang memberatkan pikiranku, yaitu adanya perbedaan golongan darah antara aku dengan baby M. Aku O, baby M goldarnya B ikut ayahnya. Aku sangat...sangat kuatir jika jaundice baby M ini masuk kategori karena faktor hemolysis (penghancuran sel darah merah secara berlebihan). Seperti apa yang dialami salah satu artis indonesia bbrp tahun lalu. Informasiny bisa baca disini yah… Billirubin bisa akibatkan Cerebral Palsy

● Duh ya Allah, ...

Allahul Musta'an

/Lina Ibune Azzam/
coretan di ruang NICU yang penuh sendu, ditulis tanggal 27 Juli 2017


Azzam, Refleksi Mondok (2)

05.36 0 Comments
Setelah proses mendeteksi tindak kekerasan (baca : bullying) pada Azzam selesai, maka etape berikutnya adalah mencari solusi bijaksana atas tantangan tersebut.

Seperti yang saya sampaikan juga kepada Azzam dalam sepekan terakhir ini, saat masa pemulihan mental pasca bullying, saya memintanya untuk merenungkan semua apa-apa yang telah dialaminya. Mencoba melihatnya dari berbagai sudut pandang, agar kemudian Azzam memiliki wawasan yang luas.

Saya pun meminta Azzam untuk mensyukuri segala taqdir yang menimpanya, baik itu disenanginya maupun tidak. Karena pada prinsipnya, apa-apa yang telah Allah tetapkan itulah yang terbaik untuknya. Termasuk kasus bullying ini. Azzam berkesempatan mendapat banyak hikmah disana. Hingga saya pun memberikan Azzam kesempatan untuk memilih apa keputusan untuk dirinya.

Azzam "ibu, mas senang di pondok. Semua ustadz termasuk Abah Kamidi baik-baik insya Allah. Yang tidak membuat mas nyaman adalah hanya *a**t. Azzam kadang merasa kesal di dekatnya, kesal karena Azzam tidak kuasa melindungi diri mas. Mas ingin mengambil jeda sejenak dari pondok. Mas ingin pulang"

Begitulah yang disampaikan si sulung, saat saya meminta pendapatnya terkait bullying ini.

Sebagai ibu sekaligus coach kehidupan bagi Azzam, saya hanya memberikan dukungan saja. Dan mencoba mempercayai keputusan yang dipilihnya. Saya dan ayahnya tidak banyak intervensi dalam hal ini

Disinilah Azzam kemudian belajar menjadi seorang decision maker, pembuat sebuah kebijakan atas problema atau tantangan yang dihadapinya.

Bismillah nak, tetap semangat dan berkuatlah. Bersama teh manis hangat untukmu....