Sangat membanggakan! UKM DIY semakin maju dan kreatif
Selama 2 (dua) hari yang padat produktif, puluhan pelaku UKM mengikuti kegiatan Gelar Produk Pelaku UKM Yogyakarta pada tanggal 6-7 September 2019 di Alun-alun Sewandanan, Pakualaman, DIY. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh mitra PLUT-KUMKM DI Yogyakarta dan semua UKM Jogja di bawah pembinaan Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Pesertanya kali dikhususkan untuk UKM yang bergerak dalam bidang usaha makanan, minuman, kerajinan tangan (craft) dan fashion. Kesan mereka sangat tertarik dan antusias untuk turut aktif dalam gelar produk pelaku UKM tersebut. Kegiatannya sangat meriah, ada bazaar produk, hiburan, bincang-bincang inspirasi, dan berbagai perlombaan dengan mengusung tema utama "UKM Kreatif, UKM Maju".
Saya senang sekali berkesempatan untuk mengunjungi beberapa stand bazaar. Dan, memang benar bahwa UKM DIY itu semakin memperlihatkan progress yang signifikan. Demikian pula yang disampaikan oleh ibu pemilik @kedaiilyas, beliau sangat bersemangat dan ceria sekali ketika bercerita bagaimana perhatian dan pembinaan @plutjogja bersama @dinaskopukmdiy mendampingi pelaku UKM untuk tumbuh dan berkembang.
"Kuncinya, kita nya yang harus pro-aktif mbak, kan dinas sama plut juga punya banyak amanah, jadi gak bisa kita manja gak mau gerak, harus aktif mencari info, mencari petunjuk dan kesempatan dikocing sama para coach dari Plut", demikian kata ibu @kedaiilyas.
Nah, pada poin ini saya sangat setuju dengan ibu @kedaiilyas, dan inilah sebenarnya sikap mental yang harus dimiliki oleh setiap pelaku UKM. Untuk menjadi UKM yang maju, harus berani berjuang dan mampu meningkatkan daya kreatifitasnya. Sebab, sejatinya dunia usaha itu adalah dunia perjuangan yang penuh kesungguhan.
Termasuk menjadi bagian dari kegiatan Gelar Produk Pelaku UKM Yogyakarta. Dimana, pelaku UKM juga harus aktif mencari peluang yang fokus dalam usaha menggiatkan UKM. Selain sarana silaturahim antar pelaku UKM, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi penyemangat dan ruang belanja gagasan. Karena, barangkali justru antar UKM yang memiliki value dan niche market yang sama bisa terjalin kolaborasi. Sehingga, tidak ada lagi istilah persaingan. Namun impiannya terbangun sinergi yang bermanfaat.
Sambil berbincang-bincang dengan pelaku UKM disana, saya juga mencoba menguji cita rasa saya. Tertarik dengan nasi bakar, soft drink dari @kedaiilyas. Tampilannya melambai-lambai menggoda saya. Heheheheh
Dan benarlah, produk UKM layak untuk dibeli. Rasanya sudah pas dan enak. Khusus milik @kedaiilyas, masih terdapat beberapa produk yang belum diberi label brand. Jika kemasan seperti ini tidak dibranding, maka dikuatirkan akan sulit menjadi pemenang dalam pemasaran. Sederhana saja sebenarnya, bagaimana kita akan mengenali produk tersebut milik @kedaiilyas jika tidak ditandai dengan label/penamaan brand usaha. Mungkin ini bisa
menjadi salah satu saran perbaikan, bahwa sudah seyogyanya setiap pelaku UKM
memperhatikan kemasan produknya.
![]() |
| produk @kedaiilyas |
Disamping kemasan produk, tentu setiap stand bazar berkenan menyiapkan sampel produk agar kami sebagai pengunjung bisa mencoba atau icip-icip produk yang ditawarkan. Strategi promosi yang menarik, dengan menyediakan diskon atau potongan harga nampaknya cukup membantu meningkatkan nilai penjualan.
Secara umum, menurut saya sejauh ini UKM DIY sudah sangat membanggakan. Mereka hanya perlu difasilitasi dan diberikan ruang seluas-luasnya untuk memantik kreatifitasnya jika ingin lebih maju.
Ajang gelar produk dalam bazar seperti ini sudah merupakan ruang istimewa yang sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja oleh para pelaku UKM ini. Sebab, dengan ikut sertanya mereka dalam bazar justru akan membangkitkan motivasi untuk menggerakkan roda ekonomi. Mereka "terpancing" untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk serta membenahi manajemen usahanya. Sehingga, kelak mereka tumbuh menjadi UKM yang naik kelas dan membawa impact positif lebih luas pula.
Terimakasih untuk Plut Jogja dan Diskop UKM DIY
Ucapan terimakasih mungkin belum bisa mewakili perasaan para UKM mitra binaan. Karena, tentu saja kontribusi PLUT-KUMKM DI Yogyakarta dan Dinas Koperasi UKM DIY dalam meningkatkan kualitas pelaku UKM begitu berarti. Satu gerakan yang barangkali dapat menjadi usaha kebermanfaatan bersama adalah kesediaan untuk saling mendukung satu sama lain, memberikan kepercayaan kepada para Coach dari Plut Jogja dan juga diimbangi dengan sikap proaktif pelaku UKM yang semangat untuk tumbuh dan berkembang.
Ditulis oleh Lina Ibune Azzam
(warga Jogja)

