Follow Me @linaibuneazzam

Selasa, 15 Desember 2020

Go To The X-tra Miles

12.45 0 Comments

Dua pekan ini ditengah-tengah hiruk pikuknya 

Ekstra miles (menggandakan energi), tujuannya sebagai percepatan goal.

Lihat dan ukur lagi apa yang sudah kita lakukan untuk kesuksesan projek kita. Apakah biasa-biasa saja? Just so so…. Ataukah kita sebenarnya ingin memberi lebih dari biasa atau dikenal dengan istilah extraordinary (luar biasa). Jika demikian maka yang perlu kita lakukan adalah dengan mengubah aktivitas-aktivitas pada projek passion khususnya di zona pekan ini dengan sesuatu yang extramiles.

Berkata Albert Einstein “insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results”

Maka alat bantu yang bisa kita coba pakai adalah dengan Impact Effort Matrix. Tools ini diharapkan dapat membantu tim kita untuk manage waktu dan peran agar bisa mencapai goals project passion secara efisien.





Senin, 30 November 2020

Jurnal Kontribusi Kota (Zona E)

21.55 0 Comments


Passionate?

Semoga saya tidak salah membaca diri, sedari awal perkuliahan Bunda Produktif saya memilih passion di bidang Bisnis dan Marketing. Dan bidang ini juga sehari-harinya saya lakukan. Kemudian saya juga memilih karakter Fokus dan Konsisten untuk mendukung passion projek sekeluarga Co Housing. Maka, untuk membangun karakter itu, setiap harinya saya melatihkan diri untuk hadir in time, rutin mencicil tugas projek passion.

Dan sebagai bentuk dukungan saya terhadap Kota Hexagone adalah dengan mengikuti dan bergabung dalam sosial media Hexa (seperti bukti screenshoot tersebut di atas).

#hexagonecity
#charactertonation
#bundaproduktif
#institutibuprofesional 

Selasa, 24 November 2020

Shinning 4E (4E to Nation)

21.48 0 Comments

Manusia tercipta bukan tanpa alasan. Alasan keberadaan setiap insan inilah yang dinamakan sebagai misi hidup (mission of life). Sehingga tentu sebagai manusia yang hidupnya ingin lebih hidup harus segera menemukan apa misinya ini. Misi hidup manusia juga sangat erat kaitannya dengan aktivitas keseharian yang dilakukannya, terkhusus pada aktivitas yang produktif. 

Sebagai ibu yang sudah menjalani aktivitas keorangtuaan ini selama kurang lebih 13 tahun, maka saya mestinya sudah tidak galau lagi dengan nilai. Nilai apa yang hendak saya perjuangkan. Sehingga di tahapan Bunda Produktif ini mestinya saya pun sudah terampil dan cekatan dalam memilih aktivitas mana yang penting dan mendukung produktifitas saya. Apalagi, saya tergabung dalam Cluster Bisnis dan Marketing. Aktivitas-aktivitas yang saya lakukan bersama tim se co-housing harus didefinisikan secara tepat dan terang.

Tentang membangun produktivitas melalui projek passion 

Setelah dua pekan lalu kami mendefinisikan habit apa yang akan dibangun dalam rangka menyukseskan projek passion bersama di dalam masing-masing co housing, maka di pekan Jurnal 6 ini saya memilih aktivitas yang seyogyanya dilakukan secara konsisten akan menjadi habit dan membumi menjadi karakter. Yang pada gilirannya, dibutuhkan untuk membantu keberhasilan tujuan projek passion.

Aktivitas saya sebagai warga Hexagonia:

  1. Belajar aktif dan hadir menyimak setiap progress kegiatan FBG Hexagon City (EASY, ENJOY)
  2. Fokus memikirkan dan merancang perjalanan projek dari milestone awal hingga akhir (EASY, ENJOY)
  3. Belajar keterampilan-keterampilan yang mendukung keberhasilan projek diantaranya editing video, membuat landing page, menulis e-book yang profesional dan provitable (ENJOY)



#HexagonCity
#ZonaE
#ProjectPassion
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional


Selasa, 27 Oktober 2020

Character to Nation

01.58 0 Comments

Benar kata Founding Mother kami, bahwa karakter itu tidak bisa diajarkan, namun karakter itu ditularkan. Sehingga dalam 6 bulan kedepan atau sepanjang pelaksanaan project passion di co housing kami, maka kami diminta untuk memilih karakter mana yang akan kami pecut. Karakter ini bisa termasuk karakter moral dan atau kinerja.

Maka, kebayang kota Hexa nanti akan menjadi kota positif yang warganya bahagia dengan passionnya, membangun kotanya berdasarkan panggilan jiwanya dan juga memiliki karakter yang sangat positif dan mewarnai antar sesama warga kota.

Nah, untuk co housingnya kami di Cluster Bisnis dan Marketing, maka berikut hasil dari diskusi terkait membangun kota dengan karakter;




Senin, 19 Oktober 2020

Membangun Zona Passion Hexagonia

23.39 0 Comments

MasyaaAllah semakin betah kayaknya mukim di Hexagon City. Kota virtual pertama di Indonesia bahkan mungkin di dunia. Kota impian yang dibangun oleh para Ibu Profesional yang saat ini telah sampai pada tahap Bunda Produktif.

Masih ingat ceritaku pada jurnal 1 sebelumnya? Dimana, oleh Founding Mother kami para Hexagonia (sebutan untuk warga Hexagon City) diberi sepetak tanah berbentuk bangun ruang Hexa. Yang nantinya diatas sepetak tanah Hexa itu akan dirancang dan kemudia membangun Hexa House berbasis produktivitas. Hexa House yang menjadi cerminan pemilik rumahnya, rumah hexa yang setiap sudutnya membawa aura positif dan bahagia. 

PEMILU HEXAGON CITY

Nah, pada dua pekan sebelumnya adalah pekan raya pemilihan umum untuk memilih perangkat pejabat kota Hexa yang akan mewakili suara hati Hexagonia. Hal ini masuk dalam program membangun struktur organisasi Hexagon City.  Dan, jujur pemilu hexagon city ini adalah pemilu terapik, terunik dan sangat solutif. Semoga bisa kejadian beneran di dunia nyata. Atsmosfer yang diberikan juga sangatlah positif dan semangat.

Okey, setelah memilih para wakil Hexagonia, maka kami masuk ke tahapan berikutnya yaitu membangun zona passion. 

Apa itu zona passion?

Founding Mother kami menjelaskan bahwa passion itu adalah panggilan jiwa yang menggerakkan seluruh raga untuk menghimpun energi dan menyalurkannya menjadi sebuah karya yang bermanfaat. Demikian aku memahaminya. Sesuatu yang setiap harinya kami jalani, walaupun mungkin raga sedang penat namun tak menghambat untuk melakukan tindakan walaupun hanya sedikit. Namun, berusaha selalu ada progress.

Nah, menariknya dalam satu Co Housing, kita diminta untuk duduk bersama berdiskusi menemukan passion masing-masing yang kemudian dituliskan dalam canvas passion. Ini adalah tugas individu Hexagonia.

Dan inilah passion canvasku,




Penjelasan tentang Passion nanti ada disini;

Setelah membuat projek canvas, para Hexagonia pun diminta merancang projek passion bersama satu co housingnya.

nah nanti kusambung lagi yah ceritanya, tunggu aja... makasih



Senin, 28 September 2020

Rumah hexagon impian (seri belajar di level Bunda Produktif Ibu Profesional)

23.57 0 Comments

 Alhamdulillah, akhirnya 22 September 2020 kelas lanjutan Bunda Cekatan sudah dimulai. Kami melaju ke Pilar Bunda Produktif sekarang. 

Playground di Bunda Produktif ini sangat unik, dan merupakan hal baru buatku. Keren banget pokoknya buat Founding Mothernya yakni Ibu Septi dan juga barisan Tim Formula beliau.

Playground dengan konsep #capacitybuilding, diberi nama Membangun Kota Hexagon, kota peradaban. Dan, kami-kami penduduk kota disebut hexagonia. Wah...wah... sangat menggelitik #curiosity ini.

Nah, kedepan sekitar 6-7 bulan insyaAllah, kami para Hexagonia akan sama-sama berproses kembali melewati etape demi etape pembangunan kota. Maka, semoga saya akan kembali rajin mengisi blog ini dengan laporan jurnal hasil pembelajarannya. Bismillah, ganbatte ne!

Sebagai tugas pertama, kami diberi sepetak tanah berbentuk Hexagon. 

sepetak tanah hexagon
Hexa house

Diatas tanah ini, oleh founding mother meminta kami untuk membuat sketsa bangunan diatasnya, sesuai dengan konsep passion yang membuat kami senantiasa berbinar-binar.

Founding mother juga membebaskan imajinasi kami bermain sebebas-bebasnya dan menggambar sesuka hati.

jujur buatku ini tugas yang cukup sulit untuk kutuntaskan, sebab aku tidak mahir menggambar baik manual maupun digital dengan baik. Tetapi ada yang menari-nari di otakku, sebuah konsep rumah hexa yang menjadi impian Keluarga Merdeka.

Yah, sementara kami menamainya Merdeka lan Migunani. Karena yang itu yang terlintas dalam benak ini. Tujuannya jelas, bagaimana rumah dan penghuninya dapat menjadi insan merdeka yang membawa dampak manfaat. Migunani tumraping liyan…value dalam falsafah jawa yang menjadi value keluarga kami juga.

Sehingga, secara sederhana saya coba menjelaskan layout dari hexa house kami adalah sebagai berikut,

InsyaAllah (semoga Allah kabulkan), hexa house kami ini ada 2 lantai. Lantai 1, dikhususkan sebagai ruang public. Sementara lantai 2, dikhususkan untuk ruang keluarga.




Lantai 1.
Diisi dengan kegiatan sharing ilmu dan kajian seputar tema bisnis, diniyah dan dakwah. Sehingga dapat ditemukan satu ruangan besar yang mengambil separuh luas hexa, dibuat selega dan selapang mungkin. Lesehan. Nanti disediakan bantal duduk yang nyaman. Di ruang ini juga disediakan property standar presentasi, ada proyektor, whiteboard dll.

Ada juga perpustakaan, mini shop buat saya dan anak-anak belajar melayani pelanggan. 

Separuh space berikutnya merupakan ruang tamu dengan sofa nyaman, ruang ibu bekerja yang berdekatan dengan area main anak, dekat dapur dan meja makan. Sehingga, ini memudahkan saya sebagai Ratu rumah menjalani tugas kerumahtanggaan sekaligus panggilan mengelola usaha #dirumahaja, bisnislokal pasarglobal.

Karena rumah domisili sekarang juga secara posisi sudah pas, maka saya berharap dinding di sebelah timur ruang bekerja dan tamu itu merupakan dinding kaca tebal yang bening dan anti UV. Mirip rumahnya Song Hye Kyo dalam drakor full house. Sebab view sebeleah timur rumah kami adalah hamparan sawah yang menghijau asri, dan gemericik air saat pengairannya aktif.

Rumah ini intinya selain menjadi #baityjannaty , juga menjadi rumah merdeka dari ketergantungan pada hal selain Ilahi. Maka, dalam hal pangan, kami pun belajar mengadakan kandang ayam dan kambing, ada kolam ikan juga dan tanaman-tanaman sayur (sayur daun kelor, pohon kelapa enthok, toga lainnya dsb).

Seperti ini dulu konsepnya. Nanti seiring berjalannya waktu, mungkin aka nada pengembangan konsep berikutnya. Sebab, petakan tanah dari founding mother ini akan saya perlihatkan ke paksu dan anak-anak. Saya penasaran bagaimana respon mereka…

#hexahouse
#hexagonia
#foundingmother
#bundaproduktif


Sabtu, 26 September 2020

Menjadi muslimah tangguh dalam setiap keadaan

09.04 0 Comments

Menjadi Muslimah Tangguh Dalam Setiap Keadaan 

Bismillah,

Assalamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakatuhu

Mompreneur yang diRahmati Allah…

Sudahkah membaca berita yang sedang hangat di akhir September ini? Khususnya yang berkaitan dengan situasi ekonomi Indonesia?

Izin sy geret kesini yah satu berita yang saya maksud…’

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200922110814-4-188481/fix-ri-resesi-ramalan-ngeri-sri-mulyani-ekonomi-q3-negatif

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5183323/sri-mulyani-pastikan-ri-resesi-apa-yang-bakal-terjadi


Monggo silakan bisa dibaca dulu,


Resesi ini adalah kondisi dimana terjadi penurunan secara signifikan dalam jangka waktu yang lama, bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Lalu apa dampak dari resesi ini?

Yang sekarang sedang terlihat, terasa dan terjadi di negara kita diantaranya;

^ daya beli konsumen melemah

^ pendapatan berkurang, barang dagangan kurang laku

^ PHK terus berlanjut hari demi harinya

^ angka pengangguran meningkat tajam

^ beberapa sektor industry colaps / bangkrut,  dst


Begitupula harga barang-barang pokok justru mengalami kenaikan disaat daya beli melemah, 


Dan, boleh jadi diantara kita atau keluarga kita, tetangga, sahabat dan juga mungkin kerabat ada yang terkena dampak ini. Subhanallah, pandemic covid 19 membawa banyak hikmah dan cerita yang menarik.

Qodarullah wa masyaafa’al…

Sampai disini saya teringat seorang pengusaha muslim di New Zealand pernah berkata, “Laa haula wa laa quwwata illa billah, ketika kita bicara tentang pandemic covid ini, maka kita bisa lihat 6 bulan lalu seseorang yang sebelumnya masih seorang Billionare memiliki everything, maka hari ini Nothing, apa-apa yang hari ada, maka besok suatu saat akan tiada. Bahkan Allah Maha Kuasa melakukannya dalam sekejap ! ( Dr. Reza Abdul Jabbar, Founder Murihiku Islamic Trust)

Terkait dengan dampak dari resesi , maka ketahuilah hal tersebut memberikan banyak pelajaran dan menyadarkan kita bahwa hanya Allah yang berkuasa mengatur harga dan perekonomian, Sehebat apapun strategi bisnis seseorang jika Allah ingin buat dia bangkrut maka dia akan bangkrut dengan cara Allah.


Seperti halnya ketika para shahabat mengeluhkan naiknya harga barang, dan mereka radhiyallahu ‘anhum mendatangi Rasulullah ;

يا رسول الله غلا السعر فسعر لنا

“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang”

Mendengar keluhan para shahabat tersebut, lantas apa jawaban Rasulullah?


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق وإني لآرجو أن ألقى الله وليس أحد منكم يطلبني بمظلمة في دم أو مال

“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” 

(HR. Ahmad 12591, Abu Daud 3451, Turmudzi 1314, Ibnu Majah 2200, dan dishahihkan Al-Albani).


Nah, apa yang bisa kita petik dari sabda Beliau Shallalahu ‘Alaihi Wa Sallam tersebut?

Ternyata beliau tidak menekan harga barang, namun beliau justru mengingatkan kita untuk kembali memulihkan Tauhid kita, mengingat lagi tentang keimanan terhadap taqdir dan juga salah satu asma wa shifat Allah yang Agung, 

Allah Ar-Razzaq.

Sampai disini sebagai seorang Mompreneur, yang juga memiliki peran sebagai ibu serta istri, bagaimana sikap kita menghadapi krisis yang belum tahu kapan berhentinya?

Sebagai pengingat dan penguat diri, karena saya pun adalah seorang mompreneur, ibu dan istri maka beberapa insight berikut kiranya dapat kita jadikan pegangan agar kita menjadi Muslimah yang Tangguh adalah;

 


 


1# ✅ Rezeki telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Jatah rezeqi sudah Allah tetapkan jauh sebelum kita tercipta. Walaupun Indonesia diguncang dengan krisis moneter atau kenaikan barang, itu tidak akan mengurangi atau menambah jatah rezeqi makhluk Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” – 

QS. Hud Ayat 6


Allah Ta'ala juga berfirman:

وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al – Ankabut: 60).

Dua ayat tersebut diatas menerangkan kepada kita bahwa rezeqi itu  tetap an dijamin oleh Allah Azza Wa Jalla. Allah lah yang memudahkan rezeqinya akan sampai kepada makhluk, bukan karena kekuatan atau kehebatan makhluk.

Sebagaimana yang sering kita dengar kisah bahwa betapa berserah dirinya burung kecil ketika berpagi-pagi berangkat mencari makan dalam keadaan lapar, lalu malam harinya ia pulang dalam keadaan kenyang.

Begitupun dalam hadist Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam,

أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Baihaqi dalam sunan al-Kubro 9640, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 2070 dan disepakati Ad-Dzahabi)


2#✅ Allah mengatur pembagian Rezeqi (Allah Al-Basith, Allah Yang Maha Melapangkan)

Rezeqi itu tersebar di langit dan bumi. Banyak sedikitnya tentu terserah Allah yang memberi dan mengatur pembagiannya. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Qs. As-Syura : 27;

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27)


Ibnu Katsir mengatakan,

أي: ولكن يرزقهم من الرزق ما يختاره مما فيه صلاحهم، وهو أعلم بذلك فيغني من يستحق الغنى، ويفقر من يستحق الفقر.

“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu hal itu, sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.” (Tafsir Alquran al-Adzim, 7/206)


Untuk itu, perihal pembagian rezeqi ini beserta kadarnya adalah hak prerogratif Allah. Ketika kita miskin, bukan berarti Allah menghinakan kita, ataupun sebaliknya ketika kita diberi kelimpahan harta bukan berarti Allah memuliakan kita. Sebagai mompreneur, saat jualan sedang sepi sehingga omset menurun janganlah merasa rezeqi sedang seret atau telat. Karena, …

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Baihaqi dalam sunan al-Kubro 9640, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 2070 dan disepakati Ad-Dzahabi)


Hadits diatas menjelaskan bahwa rezeki kita semua telah dijamin oleh Allah, tidak ada satu orangpun yang tidak mendapatkan rezeki yang telah ditetapkan untuknya, dan dia tidak akan menemui ajalnya kecuali ketika dirinya telah menikmati semua rezekinya. Oleh karenanya, dalam hadits tersebut Rasulullah ﷺ mengajak kita untuk fokus pada ketaqwaan dan halal-haramnya harta kita.

 

3# ✅ Penghalang rezeki bukan pandemi tapi maksiat

Pandemi atau tidak pandemi tidak akan merubah keadaan bahwa Dzat yang memberikan rezeki adalah Allah. Allah lah pemberi rezeki baik di masa normal atau di masa pandemi. Sehingga satu-satunya hal yang bisa menghalangi rezeki adalah kedurhakaan kita kepada Ar-Rozzaq, Dzat yang memberikan rezeki. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar bagi dari permasalahannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

(QS. Ath Thalaq : 2 – 3).

 


4# ✅ Istighfar sebagai ikhtiar pembuka dan kemudahan rezeqi serta turunnya hujan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman;

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)


“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah berikut ini menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa,

أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْب فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر الْفَقْر فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر جَفَاف بُسْتَانه فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر عَدَم الْوَلَد فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَة

“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian setelah itu Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11: 98)


Saudaraku Mompreneur yang di cintai Allah,

Dimasa silam, ketika kenaikan harga pangan juga terjadi, seorang Salafush Shalih berkata;

والله لا أبالي ولو أصبحت حبة الشعير بدينار! عليَّ أن أعبده كما أمرني، وعليه أن يرزقني كما وعدني

“Demi Allah, saya tidak peduli dengan kenaikan harga ini, sekalipun 1 biji gandum seharga 1 dinar! Kewajibanku adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana yang Dia perintahkan kepadaku, dan Dia akan menanggung rizkiku, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepadaku.”

Perkataan salaf tersebut sangat relevan dengan firman Allah ﷻ dalam Qs. Adz-Dzariyat,

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan yang Sangat Kokoh.

(QS. Adz – Dzariyat: 56 – 58).

 

5# ✅ Tawakkal, berserah diri kepada Allah adalah sebab mudahnya meraih rizqi.

Ketika hati telah meyakini bahwa Allah lah satu-satunya Dzat yang memberikan rezeki, maka tumbuhlah tawakkal dalam diri. Apa itu tawakkal?

Maka izinkan saya mengambil tulisan al-Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله (bimbinganislam.com)

Tawakkal adalah bersandarnya hati hanya kepada Allah di setiap keadaan

(referensi: https://binbaz.org.sa/fatwas/17306/حقيقة-التوكل-على-الله). 

Tawakkal merupakan ibadah hati yang harus dijalanan oleh setiap insan yang beriman.


Allah ﷻ berfirman:

Dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal (QS. At – Taubah :51).


Namun, tawakkal bukan berarti bermalas-malasan dan tidak mengambil sebab dalam menggapai tujuan, bahkan para ulama menjelaskan bahwa mengambil sebab merupakan syarat sahnya tawakkal dalam hati. Karena orang yang bersandar kepada Allah maka dia akan melakukan sesuatu yang Allah perintahkan dan akan berjalan di atas ketetapan Allah. Allah ﷻ telah menetapkan perjalanan dunia ini dengan sebab-sebabnya. 


Dari Abu Hurairah, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

[Muslim: 47-Kitab Al Qodar, An Nawawi –rahimahullah-


Dua jenis orang yang mengaku bertawakal, namun hakikat tawakalnya salah

Begitu pula tidak boleh bagi seseorang untuk bersandar kepada sebab dan menjadikan sebab segalanya. Orang-orang seperti ini tidak lagi bersandar kepada Allah dan mereka tidak meyakini bahwa Allah lah yang menggerakkan sebab-sebab itu terjadi.

Sehingga, ada dua kelompok orang yang salah dalam masalah tawakkal:

1.Orang yang merasa dirinya bertawakkal, lalu tidak mau mengambil sebab. Orang – orang ini adalah orang yang tertipu, dan mengingkari ayat-ayat Allah yang mengharuskan mengambil sebab.

2.Orang yang terlalu bergantung kepada sebab, sehingga lupa bahwa Allah lah yang menetapkan segala sesuatu. Orang yang seperti ini bisa jatuh kepada kesyirikan.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

Seorang hamba wajib menyandarkan hatinya hanya kepada Allah ﷻ, bukan kepada sebab. Allah yang memudahkannya menjalankan sebab yang bermanfaat baginya di dunia dan akhirat.

(Majmu’ fatawa: 8/528).


Sedangkan Ahlusunnah mengatakan bahwa kita harus mengikuti ketetapan Allah dan mengambil sebab yang Allah tetapkan akan tetapi hati tetap harus bergantung dan bersandar kepada Allah bukan kepada sebab.

 


Saudariku Muslimahpreneur yang dimuliakan Allah Ta’ala,

Tawakkal merupakan sebab mudahnya seseorang mencari rezki. 

Dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:

Kalaulah kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar – benarnya tawakkal, maka kalian akan diberikan rezeki seperti halnya seekor burung. Burung tersebut pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang. (HR. Tirmidzy : 2344).


Alhafizh Ibnu Hajar berkata:

Hadits Umar ini menunjukkan bahwa manusia mendapatkan hukuman disebabkan kurangnya pengaplikasian tawakkal dalam diri. Dan mereka terlalu bergantung dan merasa tenang dengan sebab-sebab yang zhohir, sehingga mereka berletih-letih dalam mengambil sebab, dan mengerahkan segala sesuatu yang mereka miliki, namun mereka hanya mendapatkan apa yang telah ditetapkan untuk mereka.

Kalaulah mereka benar – benar mengaplikasikan tawakkal dalam hati mereka, maka Allah yang akan membawakan rezeki kepada mereka walaupun hanya dengan sebab yang remeh, sebagaimana Allah membawakan rezeki kepada seekor burung hanya dengan terbang di waktu pagi dan pulang di sore hari, itu memang sebuah usaha dalam mencari rezeki, namun usaha yang ringan.

(Jami’ul Ulum walhikam : 2/321).


Baarokallahu fiikunna,

Tetap semangat, tetap sehat, tetap afiat

/Lina Ibune Azzam/


Senin, 21 September 2020

Cara Mudah Anak Menghafal Al Quran Di Rumah

10.20 0 Comments

 

cara mudah anak menghafal al quran di rumah aja

Cara Mudah Anak Menghafal Al Quran Di Rumah 

Sabtu sore kemarin, alhamdulillah disempatkan untuk menyimak sebuah webinar parenting. Judulnya keren banget, Cara Mudah Anak-anak Menghafal Al Quran Di Rumah Aja. Hihihihi kebayang yah, dari judul aja udah menarik banget. Dan, webinar ini dibawakan oleh seorang ayah muda pengampu parenting “ta’lim anak As-Sunnah”, beliau adalah kak Erlan Iskandar. Wuihhh salut deh pokoknya, masyaaAllah saat ini beliau baru dikaruniai 1 orang putra dengan usia 3 tahun namun udah concern di dunia parenting. Dan, memang sepatutnya beginilah orang tua muda, hendaknya sudah menghiasi dirinya dengan amalan selayaknya amalan orang tua. Sebab, ketika kita dikaruniai buah hati tentu ada maksud Allah disana, ada amanah dan tugas yang harus kita tunaikan dan kelak dipertanggung jawabkan.

Nah, kali ini saya ingin berbagi resume webinar nya, dengan beberapa catatan tambahan dari Ibune Azzam. Harapannya semoga ada manfaat dan menambah semangat kita mengusahakan generasi penghafal Al Quran.

Bismillah,

Ayah Bunda yang di Rahmati Allah…

Hendaknya sebelum kita melangkah ke dalam upaya mengajarkan Al Quran pada Ananda, maka penting sekali untuk memahami pijakannya.

Menghafal bukan sekadar kemampuan mengingat dan menyampaikannya dengan lisan semata. Namun, lebih utama dari sekadar hafalan.

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ
Itulah mengapa dalam Al Quran, Allah mengatakan "mengapa kalian tidak mentadabburi Al Qur'an?" -Qs.47:24- Bukan "Mengapa kalian tidak menghafalkan Al Qur'an?"

Pijakan Impian Memiliki Anak Penghafal Al Quran

Maka,apakah pijakan yang perlu menjadi ikhtiar kita sebagai orang tua?


1. Orang tua pun harus belajar dan paham tujuan

Qs. At-Tahrim : 6 sudah menjadi alasan kita untuk turut andil dalam kontribusi mendidik anak. Beban pendidikannya bukan di pundak guru-guru mereka di sekolah, tapi sejatinya hal tersebut menjadi tanggung jawab kita. Karena itulah orang tua pun hendaknya harus belajar dan memberikan keteladanan. Belajarlah tentang Al Quran. Perbaiki bacaannya dan juga penuhi hak-hak huruf Al Quran sesuai makharijul huruf (tempat keluar huruf). Lanjut dengan menyempurnakan tajwidnya.

Paham Tujuan. Untuk apa sih anak-anak menghafal Al Quran? Ini menjadi renungan terdalam kita ketika kita ingin anak-anak menghafal Al Quran. Untuk siapa mereka menghafal Al Quran. Untuk tujuan duniakah atau akhirat.

Maka berkata Syaikh Muhammad adalah tujuan utama menghafal Al Quran itu adalah untuk mengenal Allah Ta’ala, mengenal Allah melalui Al Quran dan makhluk-mahkluk Nya.

2. Niat, luruskan niat lilahi ta’ala

Teringat nasehat Ustadz Aris Munandar hafizhahullah ketika beliau mengingatkan para santri di pesantren anak kami, bahwasanya sebelum menerima ilmu maka yang perlu dipersiapkan adalah wadah. Wadah ilmu itu adalah hati, maka kebersihan dan kesucian hati sangatlah dibutuhkan. Sebab Ilmu Allah hanya akan sampai pada hati-hati manusia yang bersih. Yaitu ikhlas. Ikhlas karena mengharapkan wajah dan keridhoan Allah saja.

3. Keteladanan

Ingat karakter anak-anak, mereka tidak akan pernah salah meniru

"They learn what they see. They act what they get"
Mereka belajar dari apa yang mereka lihat, dan mereka berperilaku seperti mereka diperlakukan.

Ketika anak melihat kita berinteraksi dengan Al Quran, maka mereka pun akan meniru. Walapun saat itu kita perlu berjuang dengan ekstra, termasuk kecepatan menghafal kita yang pastinya kalah cepat dari anak-anak.

Jangan lakukan hal ini,

anak disuruh baca Al Qur'an, orangtua baca WA

anak disuruh menghafal Al Qur'an, orangtua buka Instagram

Inti dari sebuah upaya pengasuhan anak adalah 2 hal ini keteladanan dan pertolongan Allah Azza Wa Jalla.

 
Hal yang kadang terlupa, yaitu:

Membangunkan rasa cinta (mahabbah) kepada Allah Ta'ala, karena itu merupakan pondasi iman dan pokok segala ibadah.


عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا »

Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)


Tipsnya :

·         Ciptakan atsmosfer bumi Al Quran yang menyenangkan
·         Beri apresiasi dan reward saat target hafalan tercapai misalnya
·         Berikan hak anak ketika ia menjadi Ahlu Quran, jika ia anak laki-laki maka sangat pas di masa pandemic begini ketika sholat pun terpaksa harus di rumah, maka beri kesempatan Ananda untuk menjadi Imam Sholat
·         Beri doa keberkahan Ananda, mohonkan kemudahan baginya untuk menghafal Al Quran


Fase Mengenalkan Al Quran

1. Fase Persiapan. Diawali dengan mencari calon pendamping yang juga memiliki kesamaan visi misi cinta Al-Qur'an, diutamakan yang memiliki bekal menguasai Al Quran. Karena, pasangan suami istri ini nantinya yang akan sengkuyungan dan saling mengutkan ikhtiar memiliki anak penghafal Al Quran.

2. Fase Awal Kehidupan Anak (Janin)

Syaikh An Nutbusyi "Ibu hamil yang membiasakan memperdengarkan Al Quran kepada janinnya akan melahirkan anak yang hatinya terpaut dengan Al Quran”

3. Fase Persiapan (Usia kanak-kanak, 0-2 th)

Saat usia tersebut  seluruh indranya belum sempurna kecuali kecuali pendengarannya.

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Qs. An Nahl : 78)

Pada fase ini metode yang dilakukan adalah dengan MENTASMI dan MENTALAQI ==> Memperdengarkan bacaan Al Qur'an langsung dari lisan kita.


3. Fase Ghulam (2 - 7th)

Penglihatan sudah baik. Anak-anak mulai mengobservasi, sehingga keteladanan orangtua sangat penting.

Pada fase ini sudah diperbolehkan mengajarkan Al Qur'an.

Sebagaimana Sufyan Ats Tsauri belajar Al Qur'an pada usia 4th, "Aku membaca Al Qur'an  ketika 4th dan menulis hadits saat usia 7th".

Kombinasi metode tasmi, talqi dan iqro’ diperlukan. Mulai dibuatkan program hafalan. Mulai dari surah termudah

 

5. Fase Mumayyiz (7-10 thn)

Pemahaman mereka sudah terbentuk dan cenderung sudah mulai kooperatif, sehingga program hafalan sudah mulai dijalankan secara intensif, namun tetap dikemas mudah dan menyenangkan. Fokus utama tentu pada tahsinnya dahulu. Tidak memberi beban diluar kesanggupannya. Sedikit (porsi kecil) namun rutin insyaAllah menjadi kunci keberhasilan pada fase ini.

Dilakukan bersama anak dan orang tua pun akan lebih menyenangkan ketimbang hafalan itu menjadi kewajiban buat anak. Sambil senantiasa menanamkan rasa roja’ (berharap/bersandar) pada kemudahan dan kuasa Allah saja.

Shahabat  Ustman, Ibnu Mas'ud menghafal per 10 ayat,

Abul Musa menghafal per 5 ayat

Abu Bakar Bin Ayyas per 1 ayat.

Yg penting Istiqomah ==> Alloh Ta'ala mencintai amalan walau sedikit tetapi terus menerus (istiqomah).

 

6. Fase Syabab (10 thn sampai Baligh).

♡ Ditanamkan rasa khauf kepada Alloh Ta'ala.

♡ Punishment/hukuman --> Bila target hafalan tdk tercapai.

♡ Bisa dipertegas.

♡ Anak ditingkatkan Tadabbur Quran ==> Baca Tafsir Qur'an bersama-sama.

 

Sesi Tanya Jawab:

1. Kapan waktu yang tepat untuk anak-anak menghafal.

Metode teknis tiap anak berbeda-beda. Ada dominan visual, audio atau kinestatis.

Waktu terbaik itu Subuh (Waktu yg diberkahi Allah), Ashar atau Maghrib.

Pilih waktu dimana anak-anak sedang riang, tidak capek dan lapar.

 

Metode Tiqrar (Mengulang ayat)

misal 1 ayat 20x pengulangan, lanjyt ayat ke 2 dengan 20x pemgulangan, bila sudah hafal kembali ke ayat 1 digabung dengan ayat 2 kembali diylang 20x pengulangan.

 

Ahsani pemenang Hafiz Indonesia

: setiap subuh Audio murottal 1/4 juz diulang 3x, selama 1 jam. selama 5 hari ==> Tugasnya mendengarkan dan menunjuk mushaf.

Senin sampai Jum'at.  Jumat siang setoran.

sabtu ahad muroja'ah hafalan yang sudah dituntaskan.

Pekan kedepannya lanjut halaman berikutnya.

 

2. Jika anak bertanya mengapa anak-anak disuruh menghafal Al-Qur'an tetapi ayah bunda belum menghafal Al-Qur'an.

Jawab:  Nak, Ayah bunda juga sedang berusaha menghafal Al-Qur'an. Yuk menghafal bareng-bareng. Dan keutamaan mempelajari Alquran, mendapatkan balasan dari Allah berupa surga.

3. Bagaimana orang tua yg belum mengetahui Ilmu Al-Qur'an: Hendaknya mendatangi guru yang berkompeten untuk mengajarkannya Al Quran.



Sebagai akhir dari tulisan ini saya berdoa dan mendoakan teman-teman juga, semoga Allah karuniakan kita anak yang hamiilul qur'an, anak yang sholih/ah yang mencintai Al Quran, membawa dan menghiasi diri mereka dengan Al Quran. Ammin ya Rabbal Alamiin

Allahul Musta'an
/Lina Ibune Azzam/

Rabu, 16 September 2020

Panduan Anak Masuk Pesantren Ketika Masa Pandemi

23.44 0 Comments

Bismillah,

Apakah ayah atau bunda sedang menimbang Ananda masuk pesantren?

Jika dalam suasana normal mungkin proses menimbang ini tidak terlalu menyedot energi yah, beda dengan situasi saat ini, dimana status pandemik belum juga berakhir. Qodarullah wa masyaafa’al.

Sebagai orang tua, saya sangat memahami kerisauan bunda, sebab kita diperhadapkan pada hal yang sama-sama penting bagi kehidupan Ananda. Namun, sepanjang pihak pondok patuh dan mampu menjaga ketertiban protokol kesehatan era pandemik, maka sependek pemahaman saya mengembalikan Ananda untuk “tholabul ‘ilm” menjadi prioritas pertama. Sebab, anak-anak kita butuh lingkungan yang mendukung ketakwaannya, anak kita membutuhkan pembinaan dari asatidz secara langsung. Yang sejatinya, pilihan "memondokkan" ananda ini adalah kebutuhan kami sekeluarga.

Panduan Anak Masuk Pesantren Ketika Masa Pandemi

Alhamdulillah per Juli 2020 kemarin, anak sulung saya sudah mondok kembali. Sepanjang dua bulan terakhir ini, insyaAllah dari pihak pondok pun sangat komunikatif perihal protokol kesehatan ini. Sehingga, kami sebagai orang tua meyakinkan diri untuk percaya dan kooperatif bersama pihak pondok untuk sama-sama saling menjaga atsmosfer sehat.

anak masuk pondok
Ayah dan Azzam saat pelepasan 


anak masuk pondok
Ibu, baby A dan Azzam


Dalam kesempatan (tulisan saya) ini, saya ingin membagikan beberapa catatan pribadi terkait awal-awal melepas Ananda kembali nyantri.

Hadist Kewajiban Menuntut Ilmu

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim”

Sabtu, 29 Agustus 2020

Keutamaan Menuntut Ilmu

10.21 0 Comments

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913)

Tentu sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam ini menjadi pijakan utama kita sebagai muslimah (khususnya)  dalam upaya menambah pemahaman dan meningkatkan keilmuan kita. Mengapa harus berilmu? Alasannya jelas bahwa untuk beramal itu kita membutuhkan ilmu. Dengan ilmu kita juga dapat meraih banyak kebaikan-kebaikan. Meski tidak mengetahui kebaikan atau keutamaan berilmu itu, tetapi mematuhi sabda Rasullah bahwa menuntut ilmu itu wajib maka hal ini telah menjadi hal yang harus kita terima dan laksanakan.

Kemudian ilmu apakah yang dimaksud beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Salam tersebut? Dalam Fathul Baari, 1/92 dikatakan bahwa ilmu yang dimaksud adalah ilmu syari/ilmu agama. Ilmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengenal Rabbnya, Nabinya, dan agamanya dengan pemahaman yang lurus. Mengantarkan ia memahami kewajibannya dalam perkara ibadah dan muamalah.  

Namun tentu juga tidak semua ilmu agama menjadi WAJIB dipelajari, karena ilmu agama dari sisi hukumnya ada 3 kategori;

  1. Ilmu agama yang hukumnya fardhu 'ain
  2. Ilmu agama yang hukumnya fardhu kifayah
  3. Ilmu agama yang hukumnya sunnah muakkadah
Maka yang menjadi KEWAJIBAN setiap muslim dan muslimah adalah yang fardhu 'ain. Apapun profesi dan latar belakang kita maka kita WAJIB menuntaskannya.
Contoh paling dekat, kita sebagai seorang muslimah maka wajib mengilmui hal tentang kondisi kita (berkenaan dengan keadaan kita) seperti aqidah, ibadah harian, fiqh thoharoh (bersuci), kewajiban menutup aurat dll. Begitu juga dengan ilmu yang berkenaan membaca Al Quran (tahsinul quran). 

Keutamaan Menuntut Ilmu Agama
  1. Mendapatkan doa dari hamba-hamba Allah 
  2. Mendapatkan naungan para malaikat
  3. Namanya dikenal oleh penduduk langit
  4. Allah akan mudahkan jalannya menuju surga
  5. Setara dengan berjihad di jalan Allah. Dalilnya dalam Qs. 9 : 122
  6. Manusia akan lebih membutuhkan ilmu melebihi butuhnya pada makanan, karena ilmu adalah makan ruh
  7. Allah bahkan memerintahkan nabinya untuk meminta tambahan ilmu (Qs. 20 : 114)
  8. Salah satu 2 perkara yang diperbolehkan hasad di dalamnya yakni hasad pada orang yang memiliki ilmu. Berbeda dengan hasad yang terlarang seperti iri hati pada orang kaya, tetangga beli AC-dia juga ingin beli, tetangganya bangun rumah-ia juga maksa bangun rumah meski dengan berhutang-hutang.
Tingkatan Ilmu
  1. Terkadang tahu ilmu (sedikit) tapi sudah sombong
  2.  Semakin tahu ilmu, maka semakin tawadhu' (merasa bodoh dan sangat butuh dengan ilmu)
  3. Semakin ia tahu ilmu (baru) maka semakin ia haus dan ingin lagi menambah ilmu



Selasa, 30 Juni 2020

Jurnal Pekan 6 Proram Mentorship Bunda Cekatan

21.58 0 Comments
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga saya di pekan ke 6. Antara percaya dan tidak. Pengen cerita banyak, namun nanti aja...

ini sekarang post tugas pekan ke 6 ini agar bisa segera masuk dalam daftar setoran jurnal


Dari worksheet diatas sudah nampak bagaimana progress mentorship saya dari hari ke hari. Ada cerita gagal, ada cerita suksesnya. Walhamdulillah...

Bersyukurnya diri ini dipertemukan dengan mentor seorang SEO Mom yang baik banget, ini bukan memuji loh, namun tulus dari hati terdalam. Kehadiran mba Susiandra serasa doa yang Allah jawab. Sempat ada rasa menyesal, kenapa tidak dari pekan-pekan awal saya menseriusi kegiatan mentorship ini.

Tapi ya qodarulloh, insyaAllah masih ada 2 pekan berikutnya untuk mengejar ketertinggalan dan optimal lagi.
Bismillah, semangat buLin...

Rabu, 17 Juni 2020

Aduh ! gak sengaja anakku lihat konten dewasa

19.30 0 Comments
anak tak sengaja lihat konten dewasa
Azzam 12y dan Syifa 10y

Gimana perasaan bunda saat anak di rumah kedapatan mengakses konten dewasa?
Huuuu😭 mbayangin aja rasanya gak berani yah... Apalagi jika menjadi kenyataan. Hiyyy ampun ya Allah.... Semoga tidak kejadian.

Namun, di era digital ini dimana mereka anak-anak kita lahir di zaman IT canggih macam sekarang,  adanya gawai dekat mereka seperti smartphone yang sekali nunul muncul banyak ragam informasi. Dengan kemudahan dan visualisasinya yang menarik, hampir di setiap tempat kita jumpai anak-anak yang masih bocah sekalipun dah mahir kelak klik, scroll up and down.

Dengan kemudahan itu, boleh jadi kelak ada saat dimana anak-anak secara sengaja ataupun tidak, mereka akan mengakses baik itu sekilas dan atau beberapa saat. Duh, ya Allah... Mohon ampuni kami yang memfasilitasi mereka dengan gawai, tetapi lalai menegakkan aturan pakainya.

Hmmm... Saya berkali-kali istighfar dan menahan nafas berat ketika hal ini ternyata menimpa anak-anak saya. Saya merasa takut, malu, sedih, 

Tidak kuat menahan penat sendiri, saya ingat sahabat saya mb Ummi Haajiroh, saya ingin bertukar pikiran plus mengalirkan rasa ini... 

Akhirnya beginilah perjalanan cerita curahan hati saya kepadanya, sengaja saya beranikan diri untuk publish di blog, berharap semoga ada manfaatnya jikalau ada diantara bunda pembaca yang mengalami hal serupa.

12/06/20 22.02 - Aisyq Sunnah: Mb Umm.... Udah bobok belum?
12/06/20 22.05 - Ummi Haajiroh: beluuuum
12/06/20 22.06 - Ummi Haajiroh: masih ngerjain materi
12/06/20 22.06 - Ummi Haajiroh: how how
12/06/20 22.06 - Aisyq Sunnah: Aku gak bisa konsen ngerjain tugas
12/06/20 22.07 - Aisyq Sunnah: Aku lagi 😕 sama anak2ku yg gede
12/06/20 22.07 - Ummi Haajiroh: kenapa?
12/06/20 22.07 - Ummi Haajiroh: apa ada hubungannya sama pertanyaanmu di grup?
12/06/20 22.07 - Aisyq Sunnah: Ini berasa kena ujian 😭, apalagi pas aku buka sesi mentor Aqil baligh
12/06/20 22.08 - Ummi Haajiroh: kenapa bunee?
12/06/20 22.08 - Aisyq Sunnah: Jangan cerita dulu pada yg lain yah...
12/06/20 22.08 - Aisyq Sunnah: Plisss
12/06/20 22.08 - Ummi Haajiroh: siap :)
12/06/20 22.09 - Aisyq Sunnah: Mungkin aku ceritanya akan acak, gak runut... Semoga kamu gak bingung yah
12/06/20 22.10 - Aisyq Sunnah: Gini ceritanya, bbrp wkt yg lalu pakde nya anak2 (kakaknya pak O) ngasih hp Smartfren... Katanya buat ponakan
12/06/20 22.11 - Aisyq Sunnah: Nah Krn hp itu punya ram rendah, menurut pak O gak support buat bisnis maka dikasihlah ke anak2 buat komunikasi (sebatas WA aja)
12/06/20 22.11 - Aisyq Sunnah: Jadi, hp itu yg megang syifa
12/06/20 22.12 - Aisyq Sunnah: Kemudian, kemarin Syifa tuh sempet nanya ke aku, "Bu, apa itu sex?"
12/06/20 22.12 - Aisyq Sunnah: Aku agak deg deg ser... Tapi kucoba bersikap tenang setenang mungkin
12/06/20 22.13 - Aisyq Sunnah: Jadi, kekonfirm Balik ke dia, sampai sebatas mana pengetahuannya dgn pertanyaannya itu
12/06/20 22.14 - Aisyq Sunnah: ‎PTT-20200612-WA0022.opus (file terlampir)
12/06/20 22.15 - Aisyq Sunnah: ‎PTT-20200612-WA0023.opus (file terlampir)
12/06/20 22.17 - Aisyq Sunnah: Tadi aku cerita ke pak Oris soal hp dan anak2... Nah, mungkin aku cerita ke pak O nya kurang pas, dia lagi capek apa lagi penat gitu...
12/06/20 22.18 - Aisyq Sunnah: Nah, reaksi pak O gak menyalahkan aku, tapi aku merasa doi cenderung ada sikap ke situ
12/06/20 22.19 - Aisyq Sunnah: Terbukti dgn kata2 nya "makanya ibu kan yg dirumah, seharian sama anak2 kok sampe kecolongan... Makanya tegas, klo anak pegang hp langsung direbut"
12/06/20 22.19 - Aisyq Sunnah: Begitu bla...bla...
12/06/20 22.19 - Aisyq Sunnah: Taulah yah karakter pak O yg command dan headman banget...
12/06/20 22.20 - Ummi Haajiroh: I see
12/06/20 22.20 - Aisyq Sunnah: ‎PTT-20200612-WA0024.opus (file terlampir)
12/06/20 22.22 - Aisyq Sunnah: ‎PTT-20200612-WA0025.opus (file terlampir)
12/06/20 22.25 - Ummi Haajiroh: mungkin bisa diawali dengan obrolan ke azzam tentang bangun pagi nya, tentang subuh yang sudah siap2.
12/06/20 22.26 - Aisyq Sunnah: Ho'oh....trus
12/06/20 22.26 - Aisyq Sunnah: Aku perlu bicara satu satu aja per anak, apa langsung barengan Syifa Azzam?
12/06/20 22.26 - Ummi Haajiroh: dari situ kan kita bisa _nebak_ apakah dia berkata jujur/ ada sesuatu
12/06/20 22.26 - Ummi Haajiroh: kayaknya satu2 dulu deh bu, menurutku
12/06/20 22.27 - Ummi Haajiroh: setelah satu satu baru berdua
12/06/20 22.27 - Aisyq Sunnah: Iya ini tadi yg kupilih strategi pertama... Ok lanjut
12/06/20 22.27 - Ummi Haajiroh: kalau berdua langsung ada potensi _saling menyalahkan_ gak sih
12/06/20 22.28 - Ummi Haajiroh: nah kalau azzam jujur berarti sudah bagus kan, Pak O tegas menurutku ndak papa, biar azzam tau, karena memang peran laki-laki yang dibutuhkan
12/06/20 22.30 - Ummi Haajiroh: kalau azzam bertingkah aneh, misalnya, ditembak halus aja " oh, ibu pikir mas azzam mimpi basah terus, mas azzam mimpi basah terus kah?" kalau sampai setiap hari mimpi basah, sepertinya ada sesuatu, bisa juga mencari tau idealnya mimpi basah itu berapa kali dalam sebulan, misalnya
12/06/20 22.31 - Ummi Haajiroh: kita aja kan kalau mens lebih dari 7 hari ada sesuatu, harusnya kan juga sama ya secara logika, kalau tiap hari mimpi basah, pasti ada yang yang kurang tepat dengan pengelolaan hasratnya.
12/06/20 22.32 - Ummi Haajiroh: kalau dia ngakunya mimpi basah tiap hari, coba tawarkan puasa, sebagai bentuk mengelola hasrat.
12/06/20 22.32 - Ummi Haajiroh: trus bisa ditanyakan, oh ya hape dari pakdhe kemarin gimana? sudah dipakai apa saja?
12/06/20 22.32 - Ummi Haajiroh: misalnya
12/06/20 22.34 - Aisyq Sunnah: Hmmm...iya ada bayangan
12/06/20 22.34 - Aisyq Sunnah: Oke oke mbak aku coba bicara dgn dua anak itu besok
12/06/20 22.35 - Aisyq Sunnah: Doain yah... Semoga kegundahan ini gak berat2 amat. Artinya aku sendiri perlu menggali sampai dimana mrk mengakses konten asusila itu
12/06/20 22.35 - Ummi Haajiroh: bener katamu, kalau langsung di gas di awal, khawatir dia jadi tertutup di kemudian hari
12/06/20 22.35 - Aisyq Sunnah: Duh, kayaknya ibadahku lagi lemah ini... Mungkin Allah lagi negur aku mbak 😭
12/06/20 22.35 - Ummi Haajiroh: kalau lebih halus, mungkin akan membentuk rasa percaya, "oh ibuku bisa diajak ngobrol untuk hal2 kayak gini"
12/06/20 22.36 - Ummi Haajiroh: aamiin aamiin, kalau perlu hp dari pakdhe di reset factory aja mbak.
12/06/20 22.36 - Ummi Haajiroh: bisa jadi itu history google nya beliau, jadi belum di reset atau clear
12/06/20 22.37 - Aisyq Sunnah: Iya betul... Kemarin pas Nerima hp gak kepikiran hal ini
12/06/20 22.37 - Ummi Haajiroh: iya wajar lah mbak, kan dari keluarga
12/06/20 22.37 - Aisyq Sunnah: Klo hpku, pak O dan laptop dirumah semua sudah dlm mode terbatas
12/06/20 22.37 - Ummi Haajiroh: kita gak kepikiran yang aneh2
12/06/20 22.38 - Ummi Haajiroh: nah setelah di reset factory, kalau masih muncul perilaku yang sama, berarti jadi tahu tindakan selanjutnya
12/06/20 22.38 - Ummi Haajiroh: tapi kalau perilakunya berubah, berarti kemarin karena ketidaksengajaan yang berujung ke pengen tahu lagi
12/06/20 22.39 - Aisyq Sunnah: Aku belum berani membayangkan hal yg ngeri2...
12/06/20 22.40 - Aisyq Sunnah: Takut aku mbak, takut klo itu melekat kuat di memori mrk
12/06/20 22.40 - Aisyq Sunnah: Ya Allah...
12/06/20 22.40 - Ummi Haajiroh: aku sih yakin azzam anak yang baik dan nurut, sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak baik, bekal dia kan InSyaaAllah sudah kuat ya.
12/06/20 22.41 - Aisyq Sunnah: Aamiin aamiin ... Jazaakillah yah mb Ummi
12/06/20 22.41 - Aisyq Sunnah: Aku juga coba menguatkan kepercayaan itu ke Azzam
12/06/20 22.42 - Ummi Haajiroh: aku kemarin ngobrol sama dosen Udayana, Bali, beliau fokus di mindfullness, dia cerita ternyata JENGKEL itu lebih melekat dari MARAH
12/06/20 22.42 - Ummi Haajiroh: jadi ketika kita JENGKEL, itu bekasnya lebih kuat, tapi ketika MARAH, itu bisa lebih cepat pulih
12/06/20 22.43 - Ummi Haajiroh: jadi kalaupun nanti Pak O marah, gak papa, marahnya orangtua, ibunya memastikan azzam gak muncul rasa JENGKEL ke ayahnya. karena JENGKEL itu lebih di pendam, tidak keluar
12/06/20 22.44 - Aisyq Sunnah: Wiiiih tantangan ini
12/06/20 22.44 - Ummi Haajiroh: ‎STK-20200612-WA0026.webp (file terlampir)
12/06/20 22.44 - Ummi Haajiroh: aku tuh selalu inget Ust. Harry, Ibu itu pembasuh luka
12/06/20 22.44 - Aisyq Sunnah: Aku deg deg gan menanti esok... Akan seperti apa pak O ke 2 anak itu, terutama ke Azzam
12/06/20 22.45 - Ummi Haajiroh: semoga dimudahkan, dilancarkan
12/06/20 22.45 - Aisyq Sunnah: Ini sambil mikir, besok bikin kudapan apa biar situasi gak heboh
12/06/20 22.45 - Ummi Haajiroh: wkwkwkw
12/06/20 22.45 - Aisyq Sunnah: Yang menenangkan dan dapat mendinginkan kalbu
12/06/20 22.45 - Aisyq Sunnah: 🙈😆
12/06/20 22.47 - Aisyq Sunnah: Aamiin aamiin ya Allah 🥺
12/06/20 22.48 - Ummi Haajiroh: es buah semangka
12/06/20 22.48 - Ummi Haajiroh: seger kayaknya
12/06/20 22.48 - Ummi Haajiroh: wkwkwk

sekitar 1 jam kemudian ... saya kembali wapri mb Ummi

12/06/20 23.46 - Aisyq Sunnah: Aku habis ngobrol sama pak O
12/06/20 23.48 - Aisyq Sunnah: Alhamdulillah doi sepakat, pak O akan menahan diri untuk tdk bicara dulu dgn anak2. Skenario esok hari, hal ini belum diketahui oleh ayah... Dan ibu bertugas menggali sampai titik mana akses anak2 tsb, bgm awalnya dan prosesnya...
12/06/20 23.50 - Aisyq Sunnah: Ibu akan melakukan pendekatan one by one... pd waktu yg berbeda dan t4 terpisah
12/06/20 23.50 - Aisyq Sunnah: Wahhh ini tantangan banget buatku, serasa ujian naik kelas tahap kupu2
12/06/20 23.50 - Aisyq Sunnah: Kayaknya ujiannya riil, nyata banget
12/06/20 23.50 - Ummi Haajiroh: semangaaaaat
12/06/20 23.51 - Ummi Haajiroh: aku tuh ngrasa, apa yang kita sedang dalami, ya itu ternyata bentuk ujiannya
12/06/20 23.51 - Ummi Haajiroh: hihiii
12/06/20 23.51 - Aisyq Sunnah: Iya bangettttt
12/06/20 23.52 - Aisyq Sunnah: Inline banget sama kehidupan
12/06/20 23.53 - Aisyq Sunnah: Ya Allah, semoga Engkau beri Taufiq petunjuk dan kemudahan
12/06/20 23.55 - Ummi Haajiroh: aamiin
12/06/20 23.57 - Aisyq Sunnah: ‎STK-20200608-WA0018.webp (file terlampir)
12/06/20 23.57 - Aisyq Sunnah: Peluuuuk sebelum bobok
12/06/20 23.57 - Ummi Haajiroh: ‎STK-20200603-WA0012.webp (file terlampir)
12/06/20 23.59 - Aisyq Sunnah: Kondenya gak pernah dilepas mbok....? 😬
13/06/20 00.00 - Aisyq Sunnah: Obrolan malam ini sedikit menenangkanku... Jazaakillah Khoir ya
13/06/20 00.00 - Ummi Haajiroh: ‎STK-20200608-WA0018.webp (file terlampir)
13/06/20 00.00 - Ummi Haajiroh: Aku cuma bisa bantu peluk peluk ajaaaa
13/06/20 00.00 - Ummi Haajiroh: Ya begitulah gak sempet nyalon
13/06/20 00.00 - Ummi Haajiroh: Kwkwkw
13/06/20 00.06 - Aisyq Sunnah: 😂


Keesokan harinya, aku kembali wapri mb Ummi, untuk "setoran" hasil investagi ala bulina

begini ceritanya;

Hai, assalamualaikum...

Mbak, alhamdulilah kecemasanku kemarin sudah hilang. Namun, aku tetap akan berusaha waspada pd hal2 serupa sbg antisipasi plus preventif agar hal tsb tdk terulang
Alhamdulillah Allah masih menjaga Az dan Cipa. Allah masih melindungi fitrah baik mrk.

Aku merasa ini malah semacam our assessment terkait pendidikan pokok yang kami tanamkan di awal kehidupan mrk khususnya 7 thn pertamanya
Dgn peristiwa kemarin mjd tolak ukur "buah" dr pendidikan & penanaman value pd jiwa dan logika mrk. Bila aku coba scooring agar memudahkan penilaian mk alhamdulilah patut disyukuri kami berada pd skor 70-80... Mungkin terlalu dini jika berpuas diri atau menganggap excellent, tapi minimal pohon Pendidikan ini mulai memperlihatkan tanda-tanda tumbuh baik, di beri pupuk yg baik dan menunjukkan "calon buah yg baik" pula...

Ketika aku gali ke kedua anak itu, awalnya pd waktu & t4 terpisah, lalu aku klopin... Bersama kami bertiga. Keterangan mrk tdk saling kontradiksi... Mereka masih baik2 saja
Mrk belum terlalu jauh mengakses konten asusila tsb, saat pop up iklan itu muncul ( kami kemudian menyimpulkan bhw iklan tsb membawa misi dr pebisnis pornografi ), mereka berdua merespon dgn sangat jujur...

Kutanya,

Apa yg kamu lakukan begitu dpt/nemu tayangan itu pertama kali?

AZ: aku close aja
Syf : baca tulisannya... "Sex....sex apa gitu, trus ada gambar V perempuan sama p*nt*t" ...habistuh dedek pencet yg lain biar ketutup

Gimana perasaan mu

AZ : mas sih kaget sedikit tp udah gak heran pasti itu ttg begitu begituan 😒 makanya Azzam langsung klik tanda silang. AZ ada rasa jijik sih liatnya...

Syf : dedek bingung Bu, itu gambar/video apaan... Kenapa gak malu ya rekam begitu kan bisa diliat banyak org.

Trus...trus...

AZ: trus apanya? AZ mah takut liat lama Bu... ( kayaknya nih hatinya dah memindai bhw konten itu dan menontonnya, menikmatinya sudah masuk kategori DOSA )

Syf : trus ya ituu...dedek nanya ke ibu kenapa di hp Smartfren ada kayak itu. Klo kita yutupan di hp ayah, ibu sama di laptop gak ada begitu begitu

========================================================================

Pertanyaan awal cukuplah buatku untuk sementara ini... Aku butuhnya info ttg :

1. respon pertama ketika nemu konten p*rno 

2. gmn perasaan mrk

Aku melihat untuk AZ hal semacam ini (kontennya) kayaknya dia udah ada pengetahuan, entah mungkin pas saat main dgn kawan2ny diluar rumah sedikit nggaknya dia udah ada paparan info (walopun belum tahu pasti maksudnya seperti apa), pun saat gaul dgn teman2nya yg lain... Aku yakinlah namanya cowo kadang isi perbincangan mrk nyerempet ke arah situ....

Jadi dari mata dan gesture tubuhnya AZ gak terlalu kaget heboh... Krn berangkat dr kondisi sudah ada memori info (pra-info) maka AZ cenderung lebih tenang dan cuek, menganggapnya hal biasa. Tidak terlalu spesial dan menyita rasa ingin tahunya...

Nah, Syifa...

Anak ini memang gak punya memori info tsb, dia masih polos dan lugu... Begitu dpt tayangan itu muncul kebingungan, tapi yo penasaran itu tu apa sih... 🤔🤔🤔 namun krn mungkin (mungkin yah...) saya menanamkan konsep aurat dan adab dgn lawan jenis sedikit TEGAS (gak ke Cipa aja sih, ke semuanya juga... khususon anakku yg cewe2, Aisy, Alif) makanya Cipa paham bhw itu perbuatan gak bagus, krn memperlihatkan kemaluannya di internet lagi, yg pastinya bisa dilihat byk org

Alhamdulillah ya Allah... Bisa nafas lega namun masih terus harap-harap cemas

Setelah sesi investigasi one by one itu..., aku kumpulkan semuanya AZ dan adik2nya... Kita makan bronis bareng, bikin nasgor bareng, bakar sosis 😁 sama nonton pilem bareng...

Aku memperbarui pesan2 kebajikan ke mereka... Reframing... Pelaaan menyuntikkan pesan itu disaat mrk sedang bahagia menikmati makanan lezzzzat.... Wkwkwkw

Bhw, dimanapun mrk berada, kunci utama adalah Ma'rifatulloh... Miliki Ihsan dlm jiwa.

Wah sampai pd bagian ini aku merinding mbak... Sadar bhw kami tuh butuh Allah dlm merawat dan mjg tumbuh kembang mereka

Aku mrebesss mbak... 😢🥺


Dan akhirnya kita (aku dan mb Ummi) plooong bersama... Alhamdulillah ya Allah
========================================================================





Curhatanku esok harinya .....








Selasa, 16 Juni 2020

Tahun ajaran baru 2020, masuk sekolah atau di rumah aja?

06.41 0 Comments

Sekedar pengantar tulisan


Kemarin siang ceritanya daripada saya bengong, saya iseng tapi serius bertanya kepada para ibu melalui status WA.

"Selama 2 bulan yang berlalu ini anak-anak kita yang tadinya sekolah, akhirnya dengan adanya wabah covid-19 "memaksa" mereka untuk #sfh alias #schoolfromhome.

Saya penasaran apakah saat ini para ibu semakin bahagia atau semakin galau?"

Dan, teng ting tong...!!!
akhirnya ada 14 ibu yang berkenan memberi jawab. Mudah-mudahan aliran rasa para ibu ini mewakili suara hati emak-emak lainnya...

Kita periksa dulu yuuuk, apa kata dan cerita para ibu tentang #sfh

"Karna anakku dah gede (klas X) jadi ya biasa aja"

"Sedih galau bingung gak tahu... apalah-apalah namanya. Makin merasa bodoh. Aku gak bisa ngajari anake belajar"

"Semakin bahagia😃"

"Kalo aku mah mau diterusin aja SHFnya mbak, daripada aku was-was menitipkan anak ke sekolah 🙊🙊🙊"

"Galau mbak... jujur ya hahahaha. Pegel dengar anak berantem. Pegel denger tv nyala"

"Biasa aja sih. Kalau materi sekolah, anak sudah bisa tanggung jawab sendiri. Saya cuma mengingatkan saja. Yang paling suka adalah tugas life skill di luar pelajaran. Yaitu menjahit dan memasak. Nah ini seru. Anak jadi belajar sesuatu di luar materi pelajaran"

"Akunya mah happy mba, anak dah 4kg, tambah putih tambah lemu 😂. Cuma belajarnya masih sakkarepe dewe karna anak paud ya, cuma ya kasian ga ketemu temen-temennya, aktifitas fisik juga berkurang"

"Tambah pinter malahan, fokus karena takut sama emaknya 😂😂😂Daaann si emak dapat gelar baru bu guru galak"

"Galau sih nggak, tapi yaa ribet atur waktu"

"Anak-anak lihat saya seperti ketemu dosen killer😂"

Anyway, seruuu banget yah membaca kesan-kesan para ibu tersebut... Ada bagian yang lucu dan gokil, membuat saya tak kuat menahan tawa. Ya, apapun yang dirasakan dan nantinya menjadi pilihan (lanjut SFH atau tidak) saya akan diam saja dan tidak berani kasih komentar sebab bukan kapasitas saya.

Silakan para bunda melakukan refleksi, analisis dan menimbang serta memutuskannya bersama anak dan pak suami. Disini bagian yang paling menarik. Orang tua bener-bener seolah-olah diberi kedaulatan dalam hal menentukan arah pendidikan anak selanjutnya. I love it.

Jika akhirnya diputuskan tidak bersekolah, apakah kemudian HS menjadi solusi?

Hmm...mari berpikir bersama.

Apa sih tujuan pendidikan anak kita sebenarnya?


Bicara tentang pendidikan itu sejatinya kita membahas topik yang agung dan panjang. Panjang bahasannya, panjang pula waktu berprosesnya.

Sebagaimana tugas Nabiyullah adalah untuk mendidik umat. Mendidik kita untuk menjadi hamba Allah yang seutuhnya. Itulah TUJUAN PENDIDIKANNYA.

TAHUN AJARAN BARU DI MASA PANDEMI

‌Kembali ke persoalan pendidikan anak-anak kita. Saat ini kita berada di tengah pandemi Covid-19 yang juga qodarulloh bertemu dengan TA Baru 2020. Tidak seperti tahun ajaran baru sebelum-sebelumnya, tahun ini sungguh unik dan insyaaAllah akan menjadi hal yang selalu terkenang.

‌Hantaman pandemi ini juga menyasar dunia persekolahan.  Menggeser sesuatu yang tidak lazim kini menjadi lazim. Bahkan mulai jamak dan merata hingga di pelosok negeri. Lazimnya anak-anak bersekolah di gedung sekolah, kini mereka bersekolah di rumah ( diberi istilah keren #schoolfromhome ). Metode pembelajaran nya pun dilakukan dengan online (daring), karena memang tujuannya untuk membatasi kontak fisik dan interaksi sosial secara langsung.
‌Homeschooling yang tadinya tak lazim, kini perlahan mulai lazim. Heheheh...
‌Kalau dari kacamataku, ini kabar gembira buat para orangtua. Sebab, kondisi ini akan menstimulus para ortu untuk membangkitkan fitrah mendidiknya. Fitrah spesial ini yang mungkin lama terpendam dan tumpul karena kepentingan tertentu, atau boleh jadi karena kehilangan kepercayaan diri sehagai madrosah pertama keluarga.

Kini, sudah 2 bulan lamanya kita #schoolfromhome dan nampaknya kita mulai jenuh. Apalagi tahun ajaran baru bertepatan dengan pandemi yang belum tahu kapan berakhir. Hal ini membuat beberapa orang tua pun ada yang risau dengan rencana pendidikan anak-anak mereka selanjutnya.

Pilihan lanjut #sfh atau masuk sekolah walau menerjang pandemi atau malah bukan kedua-duanya, membawa kegalauan tersendiri.


GALAU TANDA TAK PUNYA TUJUAN

Allah, Rabb kita telah memberi petunjuk perihal pendidikan ini. Seperti yang Allah sampaikan dalam QS. At Tahrim : 6. "Quw anfusakum wa ahlikum naaroo..." inilah yang menjadi TUJUAN kita mendidik anak dan keluarga. 

Dengan memahami hal ini, kita jadi tahu "kemana kita akan melangkah ke depan". Kita juga jadi tahu mana yang prioritas untuk kita lakukan. 

"Better late than early" , ini untuk aspek-aspek yang terkait hal akademis. Namun untuk hal-hal yang pokok, tentu lebih utama ditunaikan pertama kali.

Layaknya membuat sebuah bangunan, maka tentu pondasi menjadi hal pertama yang dikerjakan. Dalam pendidikan, bangun pondasi IMAN sebelum anak-anak Aqil Baligh. Agar apa? Agar mereka mengenal Penciptanya, mengidolakan Nabinya, memuliakan Ad Dienul Islam sebagai agamanya.

Karena itulah, saya dan suami sekarang tidak galau lagi bagaimana memulai pendidikan anak-anak di rumah. Kami sudah tahu mana yang prioritas untuk kami lakukan dulu. Sehingga konsentrasi bisa lebih optimal. 

PONDASI IMAN ADALAH PRIORITAS UTAMA

Simpelnya, sebenarnya kita punya anak itu buat apa? Saya dan suami mencoba menyederhanakan pikiran saja, sebab kami berdua tidak kuat klo disuruh mikir yang berat-berat.

Kita punya anak itu, agar kita bahagia. Dan bagaimana biar kita bahagia? 

Anak HARUS TA'AT pada ALLAH

Kebahagiaan kita ketika mereka ta'at pada Allah, anak menjadi kesyukuran kita saat mereka berhasil masuk surga (terbebas dari ancaman api neraka).

Maka, membangun pondasi pendidikan itu dari mana?

Dimulai dari menetapkan TUJUAN. Nanti tinggal diturunkan menjadi lesson plan dan delivery method yang pas dan *gue banget* bagi anak.