Selasa, 22 Desember 2020
Selasa, 15 Desember 2020
Dua pekan ini ditengah-tengah hiruk pikuknya
Ekstra miles (menggandakan energi), tujuannya sebagai percepatan goal.
Lihat dan ukur lagi apa yang sudah kita lakukan untuk kesuksesan projek kita. Apakah biasa-biasa saja? Just so so…. Ataukah kita sebenarnya ingin memberi lebih dari biasa atau dikenal dengan istilah extraordinary (luar biasa). Jika demikian maka yang perlu kita lakukan adalah dengan mengubah aktivitas-aktivitas pada projek passion khususnya di zona pekan ini dengan sesuatu yang extramiles.
Berkata Albert Einstein “insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results”
Maka alat bantu yang bisa kita coba pakai adalah dengan Impact Effort Matrix. Tools ini diharapkan dapat membantu tim kita untuk manage waktu dan peran agar bisa mencapai goals project passion secara efisien.
Senin, 30 November 2020
Selasa, 24 November 2020
Manusia tercipta bukan tanpa alasan. Alasan keberadaan setiap insan inilah yang dinamakan sebagai misi hidup (mission of life). Sehingga tentu sebagai manusia yang hidupnya ingin lebih hidup harus segera menemukan apa misinya ini. Misi hidup manusia juga sangat erat kaitannya dengan aktivitas keseharian yang dilakukannya, terkhusus pada aktivitas yang produktif.
Sebagai ibu yang sudah menjalani aktivitas keorangtuaan ini selama kurang lebih 13 tahun, maka saya mestinya sudah tidak galau lagi dengan nilai. Nilai apa yang hendak saya perjuangkan. Sehingga di tahapan Bunda Produktif ini mestinya saya pun sudah terampil dan cekatan dalam memilih aktivitas mana yang penting dan mendukung produktifitas saya. Apalagi, saya tergabung dalam Cluster Bisnis dan Marketing. Aktivitas-aktivitas yang saya lakukan bersama tim se co-housing harus didefinisikan secara tepat dan terang.
Tentang membangun produktivitas melalui projek passion
Setelah dua pekan lalu kami mendefinisikan habit apa yang akan dibangun dalam rangka menyukseskan projek passion bersama di dalam masing-masing co housing, maka di pekan Jurnal 6 ini saya memilih aktivitas yang seyogyanya dilakukan secara konsisten akan menjadi habit dan membumi menjadi karakter. Yang pada gilirannya, dibutuhkan untuk membantu keberhasilan tujuan projek passion.
Aktivitas saya sebagai warga Hexagonia:
- Belajar aktif dan hadir menyimak setiap progress kegiatan FBG Hexagon City (EASY, ENJOY)
- Fokus memikirkan dan merancang perjalanan projek dari milestone awal hingga akhir (EASY, ENJOY)
- Belajar keterampilan-keterampilan yang mendukung keberhasilan projek diantaranya editing video, membuat landing page, menulis e-book yang profesional dan provitable (ENJOY)
Selasa, 10 November 2020
Selasa, 27 Oktober 2020
Benar kata Founding Mother kami, bahwa karakter itu tidak bisa diajarkan, namun karakter itu ditularkan. Sehingga dalam 6 bulan kedepan atau sepanjang pelaksanaan project passion di co housing kami, maka kami diminta untuk memilih karakter mana yang akan kami pecut. Karakter ini bisa termasuk karakter moral dan atau kinerja.
Maka, kebayang kota Hexa nanti akan menjadi kota positif yang warganya bahagia dengan passionnya, membangun kotanya berdasarkan panggilan jiwanya dan juga memiliki karakter yang sangat positif dan mewarnai antar sesama warga kota.
Nah, untuk co housingnya kami di Cluster Bisnis dan Marketing, maka berikut hasil dari diskusi terkait membangun kota dengan karakter;
Senin, 19 Oktober 2020
MasyaaAllah semakin betah kayaknya mukim di Hexagon City. Kota virtual pertama di Indonesia bahkan mungkin di dunia. Kota impian yang dibangun oleh para Ibu Profesional yang saat ini telah sampai pada tahap Bunda Produktif.
Masih ingat ceritaku pada jurnal 1 sebelumnya? Dimana, oleh Founding Mother kami para Hexagonia (sebutan untuk warga Hexagon City) diberi sepetak tanah berbentuk bangun ruang Hexa. Yang nantinya diatas sepetak tanah Hexa itu akan dirancang dan kemudia membangun Hexa House berbasis produktivitas. Hexa House yang menjadi cerminan pemilik rumahnya, rumah hexa yang setiap sudutnya membawa aura positif dan bahagia.
PEMILU HEXAGON CITY
Nah, pada dua pekan sebelumnya adalah pekan raya pemilihan umum untuk memilih perangkat pejabat kota Hexa yang akan mewakili suara hati Hexagonia. Hal ini masuk dalam program membangun struktur organisasi Hexagon City. Dan, jujur pemilu hexagon city ini adalah pemilu terapik, terunik dan sangat solutif. Semoga bisa kejadian beneran di dunia nyata. Atsmosfer yang diberikan juga sangatlah positif dan semangat.
Okey, setelah memilih para wakil Hexagonia, maka kami masuk ke tahapan berikutnya yaitu membangun zona passion.
Apa itu zona passion?
Founding Mother kami menjelaskan bahwa passion itu adalah panggilan jiwa yang menggerakkan seluruh raga untuk menghimpun energi dan menyalurkannya menjadi sebuah karya yang bermanfaat. Demikian aku memahaminya. Sesuatu yang setiap harinya kami jalani, walaupun mungkin raga sedang penat namun tak menghambat untuk melakukan tindakan walaupun hanya sedikit. Namun, berusaha selalu ada progress.
Nah, menariknya dalam satu Co Housing, kita diminta untuk duduk bersama berdiskusi menemukan passion masing-masing yang kemudian dituliskan dalam canvas passion. Ini adalah tugas individu Hexagonia.
Dan inilah passion canvasku,
Senin, 28 September 2020
Rumah hexagon impian (seri belajar di level Bunda Produktif Ibu Profesional)
Alhamdulillah, akhirnya 22 September 2020 kelas lanjutan Bunda Cekatan sudah dimulai. Kami melaju ke Pilar Bunda Produktif sekarang.
Playground di Bunda Produktif ini sangat unik, dan merupakan hal baru buatku. Keren banget pokoknya buat Founding Mothernya yakni Ibu Septi dan juga barisan Tim Formula beliau.
Playground dengan konsep #capacitybuilding, diberi nama Membangun Kota Hexagon, kota peradaban. Dan, kami-kami penduduk kota disebut hexagonia. Wah...wah... sangat menggelitik #curiosity ini.
Nah, kedepan sekitar 6-7 bulan insyaAllah, kami para Hexagonia akan sama-sama berproses kembali melewati etape demi etape pembangunan kota. Maka, semoga saya akan kembali rajin mengisi blog ini dengan laporan jurnal hasil pembelajarannya. Bismillah, ganbatte ne!
Sebagai tugas pertama, kami diberi sepetak tanah berbentuk Hexagon.
![]() |
| Hexa house |
Diatas tanah ini, oleh founding mother meminta kami untuk membuat sketsa bangunan diatasnya, sesuai dengan konsep passion yang membuat kami senantiasa berbinar-binar.
Sabtu, 26 September 2020
Menjadi Muslimah Tangguh Dalam Setiap Keadaan
Bismillah,
Assalamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakatuhu
Mompreneur yang diRahmati Allah…
Sudahkah membaca berita yang sedang hangat di akhir September ini? Khususnya yang berkaitan dengan situasi ekonomi Indonesia?
Izin sy geret kesini yah satu berita yang saya maksud…’
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200922110814-4-188481/fix-ri-resesi-ramalan-ngeri-sri-mulyani-ekonomi-q3-negatif
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5183323/sri-mulyani-pastikan-ri-resesi-apa-yang-bakal-terjadi
Monggo silakan bisa dibaca dulu,
Resesi ini adalah kondisi dimana terjadi penurunan secara signifikan dalam jangka waktu yang lama, bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Lalu apa dampak dari resesi ini?
Yang sekarang sedang terlihat, terasa dan terjadi di negara kita diantaranya;
^ daya beli konsumen melemah
^ pendapatan berkurang, barang dagangan kurang laku
^ PHK terus berlanjut hari demi harinya
^ angka pengangguran meningkat tajam
^ beberapa sektor industry colaps / bangkrut, dst
Begitupula harga barang-barang pokok justru mengalami kenaikan disaat daya beli melemah,
Dan, boleh jadi diantara kita atau keluarga kita, tetangga, sahabat dan juga mungkin kerabat ada yang terkena dampak ini. Subhanallah, pandemic covid 19 membawa banyak hikmah dan cerita yang menarik.
Qodarullah wa masyaafa’al…
Sampai disini saya teringat seorang pengusaha muslim di New Zealand pernah berkata, “Laa haula wa laa quwwata illa billah, ketika kita bicara tentang pandemic covid ini, maka kita bisa lihat 6 bulan lalu seseorang yang sebelumnya masih seorang Billionare memiliki everything, maka hari ini Nothing, apa-apa yang hari ada, maka besok suatu saat akan tiada. Bahkan Allah Maha Kuasa melakukannya dalam sekejap ! ( Dr. Reza Abdul Jabbar, Founder Murihiku Islamic Trust)
Terkait dengan dampak dari resesi , maka ketahuilah hal tersebut memberikan banyak pelajaran dan menyadarkan kita bahwa hanya Allah yang berkuasa mengatur harga dan perekonomian, Sehebat apapun strategi bisnis seseorang jika Allah ingin buat dia bangkrut maka dia akan bangkrut dengan cara Allah.
Seperti halnya ketika para shahabat mengeluhkan naiknya harga barang, dan mereka radhiyallahu ‘anhum mendatangi Rasulullah ;
يا رسول الله غلا السعر فسعر لنا
“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang”
Mendengar keluhan para shahabat tersebut, lantas apa jawaban Rasulullah?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق وإني لآرجو أن ألقى الله وليس أحد منكم يطلبني بمظلمة في دم أو مال
“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.”
(HR. Ahmad 12591, Abu Daud 3451, Turmudzi 1314, Ibnu Majah 2200, dan dishahihkan Al-Albani).
Nah, apa yang bisa kita petik dari sabda Beliau Shallalahu ‘Alaihi Wa Sallam tersebut?
Ternyata beliau tidak menekan harga barang, namun beliau justru mengingatkan kita untuk kembali memulihkan Tauhid kita, mengingat lagi tentang keimanan terhadap taqdir dan juga salah satu asma wa shifat Allah yang Agung,
Allah Ar-Razzaq.
Sampai disini sebagai seorang Mompreneur, yang juga memiliki peran sebagai ibu serta istri, bagaimana sikap kita menghadapi krisis yang belum tahu kapan berhentinya?
Sebagai pengingat dan penguat diri, karena saya pun adalah seorang mompreneur, ibu dan istri maka beberapa insight berikut kiranya dapat kita jadikan pegangan agar kita menjadi Muslimah yang Tangguh adalah;
1# ✅ Rezeki telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Jatah rezeqi sudah Allah tetapkan jauh sebelum kita tercipta. Walaupun Indonesia diguncang dengan krisis moneter atau kenaikan barang, itu tidak akan mengurangi atau menambah jatah rezeqi makhluk Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” –
QS. Hud Ayat 6
Allah Ta'ala juga berfirman:
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al – Ankabut: 60).
Dua ayat tersebut diatas menerangkan kepada kita bahwa rezeqi itu tetap an dijamin oleh Allah Azza Wa Jalla. Allah lah yang memudahkan rezeqinya akan sampai kepada makhluk, bukan karena kekuatan atau kehebatan makhluk.
Sebagaimana yang sering kita dengar kisah bahwa betapa berserah dirinya burung kecil ketika berpagi-pagi berangkat mencari makan dalam keadaan lapar, lalu malam harinya ia pulang dalam keadaan kenyang.
Begitupun dalam hadist Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam,
أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Baihaqi dalam sunan al-Kubro 9640, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 2070 dan disepakati Ad-Dzahabi)
2#✅ Allah mengatur pembagian Rezeqi (Allah Al-Basith, Allah Yang Maha Melapangkan)
Rezeqi itu tersebar di langit dan bumi. Banyak sedikitnya tentu terserah Allah yang memberi dan mengatur pembagiannya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Qs. As-Syura : 27;
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27)
Ibnu Katsir mengatakan,
أي: ولكن يرزقهم من الرزق ما يختاره مما فيه صلاحهم، وهو أعلم بذلك فيغني من يستحق الغنى، ويفقر من يستحق الفقر.
“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu hal itu, sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.” (Tafsir Alquran al-Adzim, 7/206)
Untuk itu, perihal pembagian rezeqi ini beserta kadarnya adalah hak prerogratif Allah. Ketika kita miskin, bukan berarti Allah menghinakan kita, ataupun sebaliknya ketika kita diberi kelimpahan harta bukan berarti Allah memuliakan kita. Sebagai mompreneur, saat jualan sedang sepi sehingga omset menurun janganlah merasa rezeqi sedang seret atau telat. Karena, …
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Baihaqi dalam sunan al-Kubro 9640, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 2070 dan disepakati Ad-Dzahabi)
Hadits diatas menjelaskan bahwa rezeki kita semua telah dijamin oleh Allah, tidak ada satu orangpun yang tidak mendapatkan rezeki yang telah ditetapkan untuknya, dan dia tidak akan menemui ajalnya kecuali ketika dirinya telah menikmati semua rezekinya. Oleh karenanya, dalam hadits tersebut Rasulullah ﷺ mengajak kita untuk fokus pada ketaqwaan dan halal-haramnya harta kita.
3# ✅ Penghalang rezeki bukan pandemi tapi maksiat
Pandemi atau tidak pandemi tidak akan merubah keadaan bahwa Dzat yang memberikan rezeki adalah Allah. Allah lah pemberi rezeki baik di masa normal atau di masa pandemi. Sehingga satu-satunya hal yang bisa menghalangi rezeki adalah kedurhakaan kita kepada Ar-Rozzaq, Dzat yang memberikan rezeki.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar bagi dari permasalahannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
(QS. Ath Thalaq : 2 – 3).
4# ✅ Istighfar sebagai ikhtiar pembuka dan kemudahan rezeqi serta turunnya hujan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman;
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)
Atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah berikut ini menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa,
أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْب فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر الْفَقْر فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر جَفَاف بُسْتَانه فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر عَدَم الْوَلَد فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَة
“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian setelah itu Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11: 98)
Saudaraku Mompreneur yang di cintai Allah,
Dimasa silam, ketika kenaikan harga pangan juga terjadi, seorang Salafush Shalih berkata;
والله لا أبالي ولو أصبحت حبة الشعير بدينار! عليَّ أن أعبده كما أمرني، وعليه أن يرزقني كما وعدني
“Demi Allah, saya tidak peduli dengan kenaikan harga ini, sekalipun 1 biji gandum seharga 1 dinar! Kewajibanku adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana yang Dia perintahkan kepadaku, dan Dia akan menanggung rizkiku, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepadaku.”
Perkataan salaf tersebut sangat relevan dengan firman Allah ﷻ dalam Qs. Adz-Dzariyat,
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan yang Sangat Kokoh.
(QS. Adz – Dzariyat: 56 – 58).
5# ✅ Tawakkal, berserah diri kepada Allah adalah sebab mudahnya meraih rizqi.
Ketika hati telah meyakini bahwa Allah lah satu-satunya Dzat yang memberikan rezeki, maka tumbuhlah tawakkal dalam diri. Apa itu tawakkal?
Maka izinkan saya mengambil tulisan al-Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله (bimbinganislam.com)
Tawakkal adalah bersandarnya hati hanya kepada Allah di setiap keadaan
(referensi: https://binbaz.org.sa/fatwas/17306/حقيقة-التوكل-على-الله).
Tawakkal merupakan ibadah hati yang harus dijalanan oleh setiap insan yang beriman.
Allah ﷻ berfirman:
Dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal (QS. At – Taubah :51).
Namun, tawakkal bukan berarti bermalas-malasan dan tidak mengambil sebab dalam menggapai tujuan, bahkan para ulama menjelaskan bahwa mengambil sebab merupakan syarat sahnya tawakkal dalam hati. Karena orang yang bersandar kepada Allah maka dia akan melakukan sesuatu yang Allah perintahkan dan akan berjalan di atas ketetapan Allah. Allah ﷻ telah menetapkan perjalanan dunia ini dengan sebab-sebabnya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)
[Muslim: 47-Kitab Al Qodar, An Nawawi –rahimahullah-
Dua jenis orang yang mengaku bertawakal, namun hakikat tawakalnya salah
Begitu pula tidak boleh bagi seseorang untuk bersandar kepada sebab dan menjadikan sebab segalanya. Orang-orang seperti ini tidak lagi bersandar kepada Allah dan mereka tidak meyakini bahwa Allah lah yang menggerakkan sebab-sebab itu terjadi.
Sehingga, ada dua kelompok orang yang salah dalam masalah tawakkal:
1.Orang yang merasa dirinya bertawakkal, lalu tidak mau mengambil sebab. Orang – orang ini adalah orang yang tertipu, dan mengingkari ayat-ayat Allah yang mengharuskan mengambil sebab.
2.Orang yang terlalu bergantung kepada sebab, sehingga lupa bahwa Allah lah yang menetapkan segala sesuatu. Orang yang seperti ini bisa jatuh kepada kesyirikan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
Seorang hamba wajib menyandarkan hatinya hanya kepada Allah ﷻ, bukan kepada sebab. Allah yang memudahkannya menjalankan sebab yang bermanfaat baginya di dunia dan akhirat.
(Majmu’ fatawa: 8/528).
Sedangkan Ahlusunnah mengatakan bahwa kita harus mengikuti ketetapan Allah dan mengambil sebab yang Allah tetapkan akan tetapi hati tetap harus bergantung dan bersandar kepada Allah bukan kepada sebab.
Saudariku Muslimahpreneur yang dimuliakan Allah Ta’ala,
Tawakkal merupakan sebab mudahnya seseorang mencari rezki.
Dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:
Kalaulah kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar – benarnya tawakkal, maka kalian akan diberikan rezeki seperti halnya seekor burung. Burung tersebut pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang. (HR. Tirmidzy : 2344).
Alhafizh Ibnu Hajar berkata:
Hadits Umar ini menunjukkan bahwa manusia mendapatkan hukuman disebabkan kurangnya pengaplikasian tawakkal dalam diri. Dan mereka terlalu bergantung dan merasa tenang dengan sebab-sebab yang zhohir, sehingga mereka berletih-letih dalam mengambil sebab, dan mengerahkan segala sesuatu yang mereka miliki, namun mereka hanya mendapatkan apa yang telah ditetapkan untuk mereka.
Kalaulah mereka benar – benar mengaplikasikan tawakkal dalam hati mereka, maka Allah yang akan membawakan rezeki kepada mereka walaupun hanya dengan sebab yang remeh, sebagaimana Allah membawakan rezeki kepada seekor burung hanya dengan terbang di waktu pagi dan pulang di sore hari, itu memang sebuah usaha dalam mencari rezeki, namun usaha yang ringan.
(Jami’ul Ulum walhikam : 2/321).
Baarokallahu fiikunna,
Tetap semangat, tetap sehat, tetap afiat
/Lina Ibune Azzam/
Senin, 21 September 2020
![]() |
| cara mudah anak menghafal al quran di rumah aja |
Cara Mudah Anak Menghafal Al Quran Di Rumah
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَItulah mengapa dalam Al Quran, Allah mengatakan "mengapa kalian tidak mentadabburi Al Qur'an?" -Qs.47:24- Bukan "Mengapa kalian tidak menghafalkan Al Qur'an?"
Pijakan Impian Memiliki Anak Penghafal Al Quran
"They learn what they see. They act what they get"
Membangunkan rasa cinta (mahabbah) kepada Allah Ta'ala, karena itu merupakan pondasi iman dan pokok segala ibadah.عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا »Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Fase Mengenalkan Al Quran
Saat usia tersebut seluruh indranya belum sempurna kecuali kecuali pendengarannya.وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَDan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Qs. An Nahl : 78)
Rabu, 16 September 2020
Bismillah,
Apakah ayah atau bunda sedang menimbang Ananda masuk pesantren?
Panduan Anak Masuk Pesantren Ketika Masa Pandemi
![]() |
| Ayah dan Azzam saat pelepasan |
![]() |
| Ibu, baby A dan Azzam |
Hadist Kewajiban Menuntut Ilmu
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim”
Sabtu, 29 Agustus 2020
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913)
Tentu sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam ini menjadi pijakan utama kita sebagai muslimah (khususnya) dalam upaya menambah pemahaman dan meningkatkan keilmuan kita. Mengapa harus berilmu? Alasannya jelas bahwa untuk beramal itu kita membutuhkan ilmu. Dengan ilmu kita juga dapat meraih banyak kebaikan-kebaikan. Meski tidak mengetahui kebaikan atau keutamaan berilmu itu, tetapi mematuhi sabda Rasullah bahwa menuntut ilmu itu wajib maka hal ini telah menjadi hal yang harus kita terima dan laksanakan.
Kemudian ilmu apakah yang dimaksud beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Salam tersebut? Dalam Fathul Baari, 1/92 dikatakan bahwa ilmu yang dimaksud adalah ilmu syari/ilmu agama. Ilmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengenal Rabbnya, Nabinya, dan agamanya dengan pemahaman yang lurus. Mengantarkan ia memahami kewajibannya dalam perkara ibadah dan muamalah.
Namun tentu juga tidak semua ilmu agama menjadi WAJIB dipelajari, karena ilmu agama dari sisi hukumnya ada 3 kategori;
- Ilmu agama yang hukumnya fardhu 'ain
- Ilmu agama yang hukumnya fardhu kifayah
- Ilmu agama yang hukumnya sunnah muakkadah
- Mendapatkan doa dari hamba-hamba Allah
- Mendapatkan naungan para malaikat
- Namanya dikenal oleh penduduk langit
- Allah akan mudahkan jalannya menuju surga
- Setara dengan berjihad di jalan Allah. Dalilnya dalam Qs. 9 : 122
- Manusia akan lebih membutuhkan ilmu melebihi butuhnya pada makanan, karena ilmu adalah makan ruh
- Allah bahkan memerintahkan nabinya untuk meminta tambahan ilmu (Qs. 20 : 114)
- Salah satu 2 perkara yang diperbolehkan hasad di dalamnya yakni hasad pada orang yang memiliki ilmu. Berbeda dengan hasad yang terlarang seperti iri hati pada orang kaya, tetangga beli AC-dia juga ingin beli, tetangganya bangun rumah-ia juga maksa bangun rumah meski dengan berhutang-hutang.
- Terkadang tahu ilmu (sedikit) tapi sudah sombong
- Semakin tahu ilmu, maka semakin tawadhu' (merasa bodoh dan sangat butuh dengan ilmu)
- Semakin ia tahu ilmu (baru) maka semakin ia haus dan ingin lagi menambah ilmu
Selasa, 30 Juni 2020
Rabu, 17 Juni 2020
![]() |
| Azzam 12y dan Syifa 10y |
























