Follow Me @linaibuneazzam

Senin, 30 Maret 2020

Ibu hamil saat pandemi virus Corona Covid-19, antara cemas dan optimis.

09.44 0 Comments
ibu hamil di tengah tantangan pandemi covid-19 (credit pict by pixabay)
Saat saya menulis post ini, saya sambil mengintip film Contagion (2011). Ngeri-ngeri sedap deh...
Apalagi pas banget saya tengah menghadapi tri semester 3 kehamilan keenam insyaaAllah.

Ya Allah, hanya Engkau yang Tahu apa yang sedang bergejolak dalam batin ini. Dan, saya sangat yakin gejolak ini pun dirasakan oleh teman-teman sesama bumil di mana pun berada. Terlebih kita berada dalam pandemi virus corona covid-19 yang menghebohkan dunia.

Seperti yang cerita sebelumnya, kehamilan saya kali ini menurut nakes setempat dinyatakan kehamilan risti (risiko tinggi). Baca disini yah ceritanya... Sehingga, saya tetap disarankan untuk merencanakan persalinan di Rumah Sakit terdekat.

Nah, jika kondisi normal mah mungkin gak terlalu cemas yah lahiran di RS, apalagi RS rujukan ini adalah RS besar yang juga menjadi rujukan pasien terdampak covid-19. Sekarang lain cerita, apalagi salah seorang dokter Sp.OG di POGI Jaya (Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Jakarta Raya) tempo hari mengatakan bahwa ibu hamil, ibu menyusui dan bayi merupakan populasi berisiko utama terdampak kefatalan virus corona covid-19. Meski belum ditemukan kasus terkait hal ini, tetap perlu waspada sebab mereka rentan dengan berbagai penyakit akibat perubahan hormonal. Yang pada gilirannya dapat mempengaruhi imunitas tubuh menjadi lemah.

Tuh kan....?!

Habis baca pernyataan tersebut jadinya H2C alias harap-harap cemas bukan?
Kalau saya sih iya, dan ini lah yang mendominasi pikiran beberapa hari terakhir ini. Jelang bersalin di tengah tantangan pandemi covid-19 membuat ibu hamil berada dalam situasi cemas dan optimis.

Lalu, apa yang bisa kita ikhtiarkan? agar kecemasan itu tidak mengalahkan rasa optimis kita?
Semoga beberapa tips di bawah ini dapat mengoptimalkan ikhtiar bumil dalam rangka mengusahakan sebab perlindungan dari paparan covid-19 ini;

1. Tawaqal kepada Allah, terima kondisi ini dengan penuh keikhlasan dan kesabaran
2. Perbanyak istighfar dan do'a memohon perlindungan dari bahaya dan penyakit yang menular
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ اْلأَسْقَامِ
Artinya: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari segala keburukan segala macam penyakit
     Baca juga Doa dan Dzikir saat wabah  

3. Perkuat antibodi (kekebalan tubuh) dengan menjaga nutrisi dan mengkonsumsi vitamin suplemen imun tubuh.
4. Kooperatif dengan anjuran #staydirumah dan #socialdistancing yang saat ini menjadi himbauan dari pemerintah, termasuk menahan diri untuk tidak melakukan kontrolling kehamilan jika bukan dalam kondisi darurat.
5. Senantiasa menjaga faktor kebersihan seluruh anggota tubuh dan higienitas lingkungan rumah.

Mungkin segitu dulu yang dapat saya bagikan, sambil menata hati dan pikiran tetap tenang dan santai agar bisa fokus mempersiapkan perawatan prenatal nanti.

Bismillah, Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah... Mari saling mendoakan ya bund...

Yogyakarta, 30032020
/Lina Ibune Azzam/



Kamis, 26 Maret 2020

Tantangan 30 Hari Tahap Kepompong Buncek Batch#1 di bulan Maret 2020

12.00 0 Comments
Bismillah,

Baik... berdasarkan mind map di awal kelas Bunda Cekatan saya  saya masih ingin mengkhatamkan materi Fiqh Muamalah. Sehingga, dalam rangka mendukung resolusi 100 Hari Belajar Fiqh Muamalah.

Maka sebagai komitmen diri, saya menetapkan ingin cekatan di bidang kepenulisan. Yakni membuat tulisan (menyalin/menulis catatan kajian Fiqh Muamalah ke dalam bentuk digital). Karena, konten kajiannya lumayan berat, maka saya memerlukan waktu per dua hari untuk menuntaskan satu materi.

Sehingga, harapannya dalam 30 hari ke depan, insyaAllah saya sudah mampu menyelesaikan tugas menulis ini dan memiliki e-book Muamalah sebanyak 12 materi.

Mohon doanya ya kawan-kawan...

Ini kalender Tantangan 30 Hari yang akan selalu aku update juga insyaaAllah...




Saya akan coba ceritakan secara singkat yah...

#1 24-25 Maret 2020, Bisnis Syariah dan Kaidahnya
#2 26-27 Maret 2020, Mengapa Muamalah Harus Sesuai Syariah
#3 28-29 Maret 2020, Fadhilah Belajar Fiqh Muamalah
#4 30-31 Maret 20f20, Konsep Harta dalam Islam

Tantangan hari ke 6, dengan hati sedih harus saya sematkan badge "Need Improvement", sebab seharian ini saya tidak sempat meneruskan salinan materi #3.

Saya terpengaruh oleh kondisi mood yang sedang turun, entah karena apa. Jika ditelusur mungkin dikarenakan saya dini hari saya telah membaca berita seputar ibu hamil dan hiruk pikuk nya Corona virus atau covid-19.

Sungguh, kondisi bangsa dan dunia saat ini jujur memberi pengaruh psikologis juga ke batin saya. Dimana, sejak awal saya yang dinyatakan dalam kehamilan Risti (risiko tinggi) tetap rujukan bersalinnya harus di RS besar di kota ini.

Duh, ya Allah...
Saya berada dalam persimpangan cemas dan optimis. Allahul Musta'an 🌾


Sedihnya, sejak akhir Maret hingga April saya tidak mampu meneruskan dan menuntaskan tantangan 10 hari. Hal ini lebih disebabkan karena di akhir Maret itu saya mengalami kaki bengkak dan juga eye dry yang membuat mata kiri saya meradang dan tidak nyaman di depan screen gawai. Sehingga, saya mengajukan dispensasi kepada ketua HIMA IP Jogja untuk izin sejenak hingga mata kembali pulih dan sehat. 

Saat, mata belum sembuh, alhamdulillahnya kebahagian lain Allah berikan, berupa kelahiran putra ke-6 pada tanggal 04-04-2020. Sepekan lebih awal dari HPL yang diprediksi oleh dokter. Sehingga, cuti dari tantangan kembali berlanjut. Hingga akhirnya saya dengan sedih dan penuh ridha menyematkan badge Need Improvement ini. Uhuk... 









Jurnal Puasa Pekan 1 Kelas Kepompong Bunda Cekatan

11.26 0 Comments
Finally!

Akhirnya berhasil masuk tahap kepompong. Ya Allah ini perjuangan banget buat aku, yang saat ini kondisi tubuh kadang gak stabil (kadang sehat kadang kurang sehat).

18 Maret 2020 tempo hari Guru kami (bunda Septi Peni Wulandani) memulai dongeng perdana tahap kepompong, dimana tahap ini sebenarnya tahap re-learn, tahap untuk mengenali diri sendiri, apa yang dibutuhkan apa yang ingin dikuatkan apa yang terbaik untuk diri ini.

Yup... Kontemplasi, betul... saat ini adalah waktunya "topo", berdiam menyelami diri lebih dalam dan menakar sampai titik mana diri ini berada.

Untuk itulah, ibu Guru memberi kami surat cinta yang begitu indah dan syahdu; dan membekali kami para murid Bunda Cekatan dengan2 (dua) hal, yaitu:
1. Puasa
2. Tantangan 30 Hari

Kembali ke surat cinta dari ibu, maka sayang banget jika tidak aku simpan dalam blog ini, sebab kontennya terlalu indah. Begini ibu ngendika dalam suratnya,

Buat kamu yang menungguku di ufuk kalbu..
Rasa yang ada itu namanya rindu,
Ketika kita berharap bisa bertemu,
tetapi harus menunggu alunan waktu,

Malam inipun kita sudah tidak akan bertemu,
Kubiarkan dirimu berdialog dengan jiwamu,
Memahami laku mengamalkan ilmu,
Menjadi dirimu, tanpa hadirnya diriku.

Hubungan kita memang masih seumur jagung di hutan itu,
Tiga bulan yang lalu, saat kita memadu kalbu,
Kau pasti berharap, akan mendapatkan sesuatu dariku,
Tapi ternyata aku tidak memberikan harapanmu,

Kubiarkan kau membuat peta perjalanan hidupmu,
Bukan menerjemahkan peta buatanku,
Kulepas kau ke hutan penuh ilmu pengetahuan,
Bukan mengumpulkanmu dan memberi makan sesuai yang kuinginkan,

Aku yakin kau bisa mencari makan sesuai dengan kebutuhanmu,
Kau bisa menjumput ilmu, dan menjemput laku hidupmu,
Kau berhak atas dirimu,
Jangan mau terombang ambing oleh sang guru,

Mulai malam ini, kau akan mengamalkan ilmumu,
Mulai malam ini, merdekakanlah dirimu,
Mulai malam ini, kau tidak akan terganggu,
Oleh bisingnya waktu

Aku akan membekalimu dua hal

KALENDER PUASA MINGGUAN
Pilihlah SATU HAL dalam kehidupanmu yang akan KAMU PERBAIKI, kamu ubah ke arah yang lebih baik, dan akan kamu lakukan dalam  satu minggu.

Masih ingat quote ini kan

For Things to CHANGE, I must CHANGE first

Mulai besok kita akan puasa, puasa terhadap kebiasaan buruk kita, yang membuat hidup kita selama ini menjadi kurang bermakna. Kegiatan puasa minggu pertama ini akan kita lakukan mulai dari tanggal

20-26 MARET 2020
Setiap pekan kita akan break puasa selama tiga hari,

Nah pekan ini kita akan break puasa dari tanggal 27-29 MARET 2020, saatnya kamu menuliskan surat cinta untukku. Kutunggu dirimu di penghujung Minggu.

KALENDER TANTANGAN 30 HARI
Buka petamu, dan pilih satu topik yang ingin kamu perkuat selama 30 hari.
Tetapkan tantangan yang akan kamu kerjakan, kemudian buat album TANTANGAN 30 HARI, dan postingkan setiap hari apa yang sudah kamu janjikan untuk dirimu.
Ingat janjimu itu bukan untuk diriku, tapi untukmu. Aku tidak akan menagihnya, aku juga tidak akan mengingatkanmu, semua bergantung pada ikhtiar yang kau lakukan untukmu.
Andaikata di penghujung bulan nanti kita masih bisa melepas rindu, itu karena kamu memang layak untuk bertemu. Tetapi kalau ternyata kita harus terpisah ruang dan waktu, terima, dan bersyukur karena kamu sempat mengenal dirimu yang sebenarnya, selalu ada ruang untuk meningkatkan kualitas dirimu.

NILAILAH DIRIMU
Aku tidak akan memberikan penilaian atas dirimu,
Dirimulah yang akan menentukan seberapa berkualitasnya lakumu,
Aku tidak memberikan indikator sukses untukmu,
Kamulah yang akan menentukan indikator sukses itu,
Aku hanya memberikan badge

EXCELLENT = 4
VERY GOOD = 3
SATISFACTORY = 2
NEED IMPROVEMENT= 1
Tentukan kondisi seperti apakah untuk dirimu sendiri sehingga layak mendapatkan badge-badge itu. Aku yakin KAMU JUJUR, karena itulah salah satu sifat yang kamu miliki yang aku kagumi, sehingga kita bersama dalam hidup ini.

Selamat berpuasa ya cantik,
Kamu adalah orang terunik,
Yang selalu menarik,
Jadi nggak perlu lirak lirik…

Kalau kau rindu padaku,
bacalah surat-suratku,
yang akan kukirim setiap minggu,
Sebagai pengobat rindu,

Kalau aku rindu padamu,
Akan kubaca surat-suratmu,
Yang akan selalu kau kirimkan di setiap waktu,
Sebagai penguat lakumu,

Peluk hangat dariku yang selalu ingin melihatmu selangkah lebih maju dariku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ahh benar kan ? Begitu indah ntuk dilupakan...
Nah, berikut ini rekapan badge Puasa Pekan Pertamaku, insyaaAllah secara periodik akan aku update per pekannya.

PEKAN PERTAMA (periode puasa 20 - 26 Maret 2020)
Tema Puasa : Qul Khayran auw Liyasmuth (berkata yang Baik atau Diam)

Kalender Puasa Pekan 1


Semoga tetap istiqomah ya buLin...


Selasa, 17 Maret 2020

Aliran Rasa dan Selebrasi Bunda Cekatan 2020

20.43 0 Comments
Alhamdulillah akhirnya sampai di akhir tahap Ulat-ulat, sebentar lagi masuk menjadi Kepompong.

Sebenarnya tidak banyak rasa yang dapat saya alirkan di penghujung tahapan ini, semua tahapan dan tantangannya membahagiakan. Ibu Profesional sangat pandai mengemas perkuliahan sehingga membawa kesan yang asik dan menyenangkan.

Jujur saja, saya sebenarnya sempat ingin "give up" karena sesuatu hal, namun program berbagi hadiah dan buddy system justru sangat manjur menekan perasaan lemah itu.

Alhamdulillah akhirnya semangat itu kembali hidup.
Hingga detik ini tiada kata yang dapat saya sampaikan selain, Terimakasih Ibu Profesional...
Aku bahagia karenamu...

Semoga di tahapan selanjutnya masih diberi kesehatan dan kemudahan menjalani tantangan demi tantangan menuju Bunda Cekatan yang Haqiqi.

Ayooo temen-temen mari saling menguatkan yah...

#bundacekatan
#kelasUlat
#institutibuprofesional
#aliranrasatahapUlat

Minggu, 08 Maret 2020

Kehamilan Risiko Tinggi 4T

08.20 0 Comments

Kehamilan Risiko Tinggi 4 T



Pertama kali dapat info tersebut, membuat rasa ingin tahu saya menari-nari mencari jawab. Apa sih 4T itu?

Hal ini menggoda curiosity saya karena akibat kalimat itu saya merasa tersinggung... wkwkwkw. Hmmm baiklah, kita lihat dulu maksud kehamilan berisiko 4T.

Berdasarkan survey demografi kesehatan Indonesia (2012) menyatakan “angka kematian ibu (AKI) Indonesia semakin meningkat, 336 meninggal per 100 ribu kelahiran hidup.
Angka ini melonjak jauh dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Kabarnya hasil survey tersebut sudah dibuka buat public dan bisa di unduh melalui link ini www.sdki.bkkbn.go.id

Untuk itulah kemudian WHO memperkirakan sebenarnya 98% penyebab kematian ibu ini bisa dicegah. Diduga salah satu penyebabnya adalah kehamilan resiko tinggi 4T. Sehingga, hal ini membawa pesan ke BKKBN untuk menganjurkan kembali menggiatkan gerakan Keluarga Berencana (2 anak cukup).

Definisi Kehamilan Resiko Tinggi 4T


Secara sederhana, kehamilan resiko tinggi 4T adalah adalah kondisi TERLALU dimana ibu hamil memiliki resiko tinggi. Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu dekat, Terlalu banyak.

Kita coba periksa pengertiannya satu per satu yah…

1# Terlalu muda, usia ibu hamil pertama < 20 tahun. Dimana menurut BKKBN tahun 2007, hal ini adalah kondisi si ibu yang memiliki panggul yang belum optimal, dan juga dikuatirkan mentalnya yang belum siap menghadapi kehamilan serta menjalankan peran keibuannya. Demikian alasannya.

2# Terlalu tua, usia ibu hamil > 35 tahun. Alasannya karena pada usia diatas 35 tahun organ reproduksi ibu semakin menua, jalan lahir menjadi kaku, atau adanya potensi penyakit degenerative mulai muncul juga kekuatiran lainnya anak lahir cacat, persalinan tidak lancar dan resiko pendarahan parah. Hiyyy syereeem….

3# Terlalu dekat jarak kehamilan. Adanya jarak kehamilan yang sekarang dengan sebelumnya kurang dari 2 tahun (24 bulan).

4# Terlalu banyak anak. Ibu yang pernah hamil atau melahirkan anak lebih dari 4 kali dimasukkan ke dalam kondisi terlalu banyak anak. Hihihihi… 

Mengenai bentuk resiko, alasan dan implikasi serta referensi terkait pembahasan kehamilan resiko 4T ini bisa baca mandiri yah, di sini , soalnya saya lagi males mengulasnya. Sebab, to be honest saya sungguh merasa tersinggung… setidaknya 2 atau 3 dari 4T itu saya miliki kondisinya.

Terlalu tua, iya… 
Terlalu banyak anak, mungkin…
Terlalu dekat jarak kehamilan, nggak juga sih…

Alhamdulillah, per Juli 2019 kemarin saya dan suami kembali diberi amanah oleh Allah. Di usia saya yang tidak lagi muda, yaitu 37 tahun saya hamil anak ke 6 insyaaAllah. Saya kaget, suami senang. Di awal pernikahan kami, 12 tahun lalu salah satu visi berkeluarga yang ditancapkan saat itu, kami berdua sepakat tidak membatasi jumlah keturunan. Sediberinya aja sama Allah. Saat itu saya merasa cukup dengan angka 5 anak, sementara suami antara 7 atau 9 katanya. Hahahaha… santai kali doi bilang begitu, yang tekdung tralala dan ngeden siapa… wkwkwk 😤

Akhirnya perjalanan waktu 2007 – 2017, kami dianugerahi 5 malaikat kecil yang menemani hidup kami, belajar dan tumbuh bersama. 💞
Anak 1, 2007 lahir saya berusia 25 tahun
Anak 2, 2010 lahir saya 27 tahun
Anak 3, 2013 saya 30 tahun
Anak 4, 2015 saya 32 tahun
Anak 5, 2017 saya 35 tahun

Dan tahun 2020, ini insyaAllah anak ke 6.
Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Semuanya karena kebaikan dan kemurahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Nah balik ke kehamilan resiko tinggi tersebut diatas, jujur saja beberapa pekan terakhir ini kok cukup menyita perhatian saya. Apalagi jika membaca faktor-faktor resiko dan implikasi yang mungkin terjadi. Semua serba horror!!!

Pun, setiap kali kontrol ke bidan/dokter terdekat disini, selalu dapat “wejangan” nana nina… ini itu, yang mungkin bagiku lebih bersifat “omelan” seolah-olah menyalahkan kondisiku yang hamil di usia 37 tahun ini.

Duh,

Saat pak suami juga kena “semprotan” tersebut, “kok meteng meneh pak?” (kok hamil lagi sih pak?) kan sudah tak wanti-wanti.
Paksu hanya menjawab santai, “gak sengaja dok
Ampyuuun dah…. Antara tengsin dan gemes.

Well, begini ya bu ibu yang senasib dengan saya… bila info 4T ini menyapa dirimu maka saranku tak perlu dipikir secara mendalam, nikmati momen kehamilan ini dengan bahagia. Sebab, kecemasanmu hanya akan menambah payah dan dirimu makin lelah yang pada gilirannya justru akan mempengaruhi kesehatan. 

Semua Kehamilan Beresiko

Sejatinya sih, bijaksananya setiap kehamilan itu berisiko. Mau usia berapapun, mau kondisi gimanapun. Makanya kenapa kemudian banyak para asatidz kita yang menjelaskan tentang keutamaan ibu hamil. Hal ini dalam rangka memberikan penguatan ruhiyah pada sang Ibu.  Salah satunya adalah dengan firman Allah Ta’ala berikut,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا 
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan  (QS. al-Ahqaf: 15)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberi jaminan. Risiko apapun yang diderita wanita ketika hamil, terutama yang mengancam kematian, akan dinilai sebagai syahid.

“…. dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya.” (HR. Ahmad dalam musnadnya 15998. Dan dinilai Shahih li Ghairih oleh Syuaib Al-Arnauth).

Konteks Kehamilan Risti (Resiko Tinggi)

Kalau saya boleh menyimpulkan, biar sekalian jadi pengetahuan bersama maka sebenernya dari sekian buanyaaak informasi tentang kehamilan risti (resiko tinggi) ini, maka ada 3 poin utama yang perlu menjadi perhatian buat kita-kita para bumils ini.

Kita cek dalam infografis yah;

Dalam infografis tersebut saya ringkaskan 3 fokus kita perhatian kita saat berada dalam kategori kehamilan risti:
PANTAU TEKANAN DARAH
Bila tekanan darah ibu hamil diatas 140/90 mmHg maka potensi preklamsi mungkin terjadi, dan bila terus naik mencapai 160/110 mmHg hal ini sudah berbahaya karena memicu eklamsi/kejang pada ibu hamil. So, pantau TEKANAN DARAH terutama pada tri semester 2 dan 3 ya. Jaga dalam skala normal diantara 90/60 hingga 120/80 mmHg.
PANTAU KENAIKAN BERAT BADAN (BB)
Kenaikan BB yang cukup tinggi merupakan resiko diabetes/kecing manis. Diabetes yang terjadi oleh karena kehamilan. Maka, perhatikan BB ibu dan janin sebab hal ini terkait dengan kadar gula darah.
PANTAU PERGERAKAN JANIN
Wajib waspada! Apabila bumil tidak merasakan pergerakan janin pada kehamilan diatas 7 bulan (28 w). Gerak normal bayi dalam 12 jam ada 10 gerakan besar, perhatikan apakah melambat, melemah atau bahkan diam. Gerakan janin ini penting sebab terkait dengan potensi tumbuh kembangnya.

Nah, selain 3 fokus PANTAU dalam infografis tersebut maka faktor-faktor resiko lainnya pun tetap perlu diperhatikan.

So, jika kita berada di salah satu kehamilan resiko tinggi 4T di atas, maka untuk saran yang paling logis untuk kita lakukan adalah;

1. Tenang dan jangan panik, agar kita dapat berpikir rasional pastinya
2. Rutin kontrol kehamilan, pantau tekanan darah, kenaikan BB (berat badan) dan pergerakan janin
3. Temukan dokter / nakes yang tepat dan nyaman buat diajak ngobrol
4. Jaga asupan gizi dan berat badan ideal
5. Hindari garam, lemak dan kolesterol tinggi
6. Hindari hal-hal yang memperbesar resiko (rokok, alkohol, junk food)

Basuh Ruhiyahmu buLina

Hamil dan persalinan adalah ibadah. Hal ini telah menjadi kodrat bagi setiap perempuan yang telah menikah. Maka, setiap etape ini hadir dalam kehidupan kita sesungguhnya ini cara Allah mendidik para ibu untuk memulihkan aqidah mereka. 

Diluar konteks kehamilan risti, bahaya yang menyertainya maupun hasil-hasil teknologi USG perlu diingat bahwasanya hal tersebut bukan segalanya. Bukan nilai mutlak. Sebab, didalam Rahim bunda hanya Allah Yang Tahu.


إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" Qs. Luqman : 34


Sehingga, bagi bumil yang mungkin saat ini ada yang risau dengan kehamilannya, ingatlah Allah Maha Besar, Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya, sehingga jangan “kecilkan” Kuasa Allah dengan prasangka kita.
Tetap berpikir positif, perdekat hubungan dengan Allah, perbaiki kualitas ibadah kita. So, semangat ya bund….!!!

Salam Ibu Hamil yang Berbahagia,
/Lina Ibune Azzam/


Tulisan ini terinspirasi dari obrolan di beranda FB saya,
sila dibaca-baca yah... banyak info penting dari thread di sana, klik screenshoot di bawah yah


Selasa, 03 Maret 2020

Refleksi Belajar Mahasiswa Bunda Cekatan Kelas Ulat

15.16 0 Comments
Alhamdulillah, akhirnya sampai pada pekan ketujuh di program Bunda Cekatan, Institut Ibu Profesional.

Sejujurnya, setiap sampai pada etape refleksi ini menjadi bagian yang paling favorit buatku. Dalam hal apapun. Baik konteksnya belajar atau aktivitas kehidupan lain.

Tentang Keranjang Buah,
Sejak pekan 6 kemarin sebenarnya ketahanan saya hampir menyerah, ada sesuatu hal yang membuat saya hampir give up dengan perkuliahan ini. Bukan tentang tantangannya, namun ini tentang diri sendiri.

Something happen to me,

Tapi... alhamdulillah banyak sekali pelajaran dan hikmah yang saya temukan pada etape itu. Ingin rasanya sharing dengan teman-teman, namun kenapa lisan ini kelu, jempol ini kaku...

Mungkin nanti,

Ketika saya berhasil survive dan tetap strugle melewati semua ini. Allahul Musta'an

Baik, kembali ke isi keranjang, tidak banyak cemilan yang bisa saya nikmati. Memang sengaja membatasi. Saya sedang belajar menata fokus. Hingga, akhirnya saya masih stay di tenda Keluarga Umorphosis "Bisnis" Bunda Cekatan. Namun, makanan utama yang saya butuhkan tidak saya temukan di dalam forum keluarga. Tapi, makanan enak-enak yang disajikan teman-teman Umorphosis tak kalah lezatnya. Segigit demi segigit, perlahan saya mengunyahnya.

Hal yang paling menghibur saya adalah momen berbagi hadiah. Ini cukup ampuh membuat batin saya lebih nyaman. Semoga dengan memberi hadiah ini maka duka yang melanda pikiran beberapa pekan terakhir ini segera menguap berganti bahagia.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu7
#materi7
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional