Follow Me @linaibuneazzam

Kamis, 29 September 2016

NHW#6 [ Bunda Produktif ] Ikhtiar Menjemput Rezeqi

08.26 0 Comments
Nice HomeWork #6

PR yang diberikan Bu Septi pada Selasa, 21 Juni 2016 untuk dikumpulkan paling lambat hari Minggu, 26 Juni 2016 pukul 16.00

Bunda kali ini kita akan memahami bagaimana cara kita menemukan kekuatan diri dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.  Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah Bunda tulis di NHW#1 – NHW #5.
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

#1 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
masuk ke www.temubakat.com
isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
belajarlah membaca hasil dan Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #6

#2 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Berikut jawaban saya,

#1 Berdasarkan hasil talents mapping saya versi free pada www.temubakat.com, maka saya mendapatkan informasi tentang ;
 

Potensi Kekuatan saya adalah :
1. Administrator
2. Ambassador
3. Arranger
4. Communicator
5. Evaluator
6. Strategist

Potensi Kelemahan saya adalah :
1. Explorer
2. Interpreter
3. Motivator

#2 Kuadran Aktivitas saya adalah :


Review Nice HomeWork #6
Disampaikan pada 20 Juli 2016.

Bunda, terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#6 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil talents mapping teman-teman, maka saya lihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman, tinggal sekarang diamati kekuatan potensi dirinya, kemudian berkolaborasilah dengan orang yang tepat agar potensi tersebut bisa optimal. Akan lebih baik lagi kalau kita bisa berkolaborasi dengan pasangan hidup kita. Karena prinsip dari talents mapping, FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN. Salah satu cara mensiasati kelemahan adalah mencari partner yang tepat yang bisa mengisi kekurangan kita. Maka jodoh itu bukan yang memiliki kekuatan dan kelebihan yang sama, jodoh itu adalah mereka yang bisa komplementer untuk saling mensiasati kelemahan sehingga bisa saling menghargai masing-masing kekuatannya.

Saya akan ambil satu contoh dari hasil tulisan teman-teman di NHW #6 Program matrikulasi ini tentang pentingnya berkolaborasi untuk mengoptimalkan potensi kekuatan kita.

“Saya Mesa Dewi, ibu rumah tangga yang berusia 26 tahun. Saya bercita-cita menjadi home educator  dan fasilitator keluarga yang handal. Tujuh urutan bakat tertinggi  saya secara berurutan adalah : INPUT – SIGNIFICANCE – MAXIMIZER – FUTURISTIC – RELATOR – COMPETITION – CONTEXT.

Bakat INPUT membuat saya ingin mengetahui banyak hal secara mendalam. Mudah penasaran dan suka mengulik berbagai hal baru yang saya rasa menarik. Hobi mengoleksi informasi ini memudahkan saya melakukan pencarian data, saat data tersebut dibutuhkan atau ingin dibaca kembali baik untuk diri saya sendiri maupun untuk orang lain. Di sisi lain, rasa keingintahuan akan banyak hal terkadang membuat pikiran menjadi overload dan jenuh. Sehingga saya perlu menguatkan diri untuk memegang komitmen, “Hal itu menarik, tapi saya tidak tertarik. Ketertarikan saya fokus pada pendidikan keluarga.”
Untuk mengoptimalkan bakat ini, saya perlu berkolaborasi dengan orang-orang berbakat FOCUS dan DISCIPLINE supaya dapat menghasilkan pemahaman yang spesifik dan mendalam.

Perpaduan bakat MAXIMIZER dan RELATOR membuat saya senang menjalin relasi, berkomunitas dengan teman-teman sevisi dan dapat menyokong orang lain untuk mencapai tujuan.
Saya perlu bermitra dengan orang RESTORATIVE dalam menangani masalah, karena kemampuan saya dalam hal ini terbatas. Di keluarga, bakat MEDIATOR dan ANALYST suami sangat membantu dalam hal ini.
Dengan bakat COMPETITION, berkumpul dengan teman sevisi juga membuat saya memiliki tambahan energi dari lingkungan yang kondusif untuk senantiasa memajukan kualitas diri. Bukan lagi membandingkan diri dengan orang lain, tapi membandingkan kemajuan diri dan keluarga dari waktu ke waktu. Slogan good is not enough anymore we have to be different sangat mengena pada saya, karena bakat SIGNIFICANCE yang cukup mendominasi. Berkolaborasi dengan bakat FUTURISTIC dan CONTEXT seringkali membuat perencanaan saya berkaca pada masa lalu, unik dan detil.  Untuk mengasah bakat FUTURISTIC ini, saya membutuhkan partner sesama FUTURISTIC untuk berdiskusi kreatif. Alhamdulillah suami juga memiliki bakat VISIONER, sehingga sering tercetus ide unik terkait keluarga saat Home Team Discussion  berlangsung. Karena visi yang sama inilah, lahir GRIYA RISET sebagai nama hometeam keluarga kami. Namun, kami perlu mendekatkan diri pada keluarga-keluarga maupun teman-teman yang memiliki bakat ACTIVATOR, agar tidak terlena di ranah konsep dan ide-ide tersebut dapat tertuang menjadi aksi. Mari berkolaborasi :)”

Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda mengisi ST 30 juga, kemudian lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.
Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).
Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius. Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus saya tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan.  Maka saran saya masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan, kalau anda sudah menemukan “beat”nya disana, sudah merasa “sukses dan bahagia” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama anda BISA. Yang tidak boleh adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.

Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :
“It is GOOD to DO what you LOVE, but the secret of life is LOVE what you DO”

Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/

NHW#6 [ Bunda Produktif ] Ikhtiar Menjemput Rezeqi

08.26 0 Comments
Nice HomeWork #6

PR yang diberikan Bu Septi pada Selasa, 21 Juni 2016 untuk dikumpulkan paling lambat hari Minggu, 26 Juni 2016 pukul 16.00

Bunda kali ini kita akan memahami bagaimana cara kita menemukan kekuatan diri dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.  Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah Bunda tulis di NHW#1 – NHW #5.
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

#1 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
masuk ke www.temubakat.com
isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
belajarlah membaca hasil dan Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #6

#2 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Berikut jawaban saya,

#1 Berdasarkan hasil talents mapping saya versi free pada www.temubakat.com, maka saya mendapatkan informasi tentang ;
 

Potensi Kekuatan saya adalah :
1. Administrator
2. Ambassador
3. Arranger
4. Communicator
5. Evaluator
6. Strategist

Potensi Kelemahan saya adalah :
1. Explorer
2. Interpreter
3. Motivator

#2 Kuadran Aktivitas saya adalah :


Review Nice HomeWork #6
Disampaikan pada 20 Juli 2016.

Bunda, terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#6 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil talents mapping teman-teman, maka saya lihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman, tinggal sekarang diamati kekuatan potensi dirinya, kemudian berkolaborasilah dengan orang yang tepat agar potensi tersebut bisa optimal. Akan lebih baik lagi kalau kita bisa berkolaborasi dengan pasangan hidup kita. Karena prinsip dari talents mapping, FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN. Salah satu cara mensiasati kelemahan adalah mencari partner yang tepat yang bisa mengisi kekurangan kita. Maka jodoh itu bukan yang memiliki kekuatan dan kelebihan yang sama, jodoh itu adalah mereka yang bisa komplementer untuk saling mensiasati kelemahan sehingga bisa saling menghargai masing-masing kekuatannya.

Saya akan ambil satu contoh dari hasil tulisan teman-teman di NHW #6 Program matrikulasi ini tentang pentingnya berkolaborasi untuk mengoptimalkan potensi kekuatan kita.

“Saya Mesa Dewi, ibu rumah tangga yang berusia 26 tahun. Saya bercita-cita menjadi home educator  dan fasilitator keluarga yang handal. Tujuh urutan bakat tertinggi  saya secara berurutan adalah : INPUT – SIGNIFICANCE – MAXIMIZER – FUTURISTIC – RELATOR – COMPETITION – CONTEXT.

Bakat INPUT membuat saya ingin mengetahui banyak hal secara mendalam. Mudah penasaran dan suka mengulik berbagai hal baru yang saya rasa menarik. Hobi mengoleksi informasi ini memudahkan saya melakukan pencarian data, saat data tersebut dibutuhkan atau ingin dibaca kembali baik untuk diri saya sendiri maupun untuk orang lain. Di sisi lain, rasa keingintahuan akan banyak hal terkadang membuat pikiran menjadi overload dan jenuh. Sehingga saya perlu menguatkan diri untuk memegang komitmen, “Hal itu menarik, tapi saya tidak tertarik. Ketertarikan saya fokus pada pendidikan keluarga.”
Untuk mengoptimalkan bakat ini, saya perlu berkolaborasi dengan orang-orang berbakat FOCUS dan DISCIPLINE supaya dapat menghasilkan pemahaman yang spesifik dan mendalam.

Perpaduan bakat MAXIMIZER dan RELATOR membuat saya senang menjalin relasi, berkomunitas dengan teman-teman sevisi dan dapat menyokong orang lain untuk mencapai tujuan.
Saya perlu bermitra dengan orang RESTORATIVE dalam menangani masalah, karena kemampuan saya dalam hal ini terbatas. Di keluarga, bakat MEDIATOR dan ANALYST suami sangat membantu dalam hal ini.
Dengan bakat COMPETITION, berkumpul dengan teman sevisi juga membuat saya memiliki tambahan energi dari lingkungan yang kondusif untuk senantiasa memajukan kualitas diri. Bukan lagi membandingkan diri dengan orang lain, tapi membandingkan kemajuan diri dan keluarga dari waktu ke waktu. Slogan good is not enough anymore we have to be different sangat mengena pada saya, karena bakat SIGNIFICANCE yang cukup mendominasi. Berkolaborasi dengan bakat FUTURISTIC dan CONTEXT seringkali membuat perencanaan saya berkaca pada masa lalu, unik dan detil.  Untuk mengasah bakat FUTURISTIC ini, saya membutuhkan partner sesama FUTURISTIC untuk berdiskusi kreatif. Alhamdulillah suami juga memiliki bakat VISIONER, sehingga sering tercetus ide unik terkait keluarga saat Home Team Discussion  berlangsung. Karena visi yang sama inilah, lahir GRIYA RISET sebagai nama hometeam keluarga kami. Namun, kami perlu mendekatkan diri pada keluarga-keluarga maupun teman-teman yang memiliki bakat ACTIVATOR, agar tidak terlena di ranah konsep dan ide-ide tersebut dapat tertuang menjadi aksi. Mari berkolaborasi :)”

Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda mengisi ST 30 juga, kemudian lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.
Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).
Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius. Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus saya tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan.  Maka saran saya masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan, kalau anda sudah menemukan “beat”nya disana, sudah merasa “sukses dan bahagia” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama anda BISA. Yang tidak boleh adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.

Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :
“It is GOOD to DO what you LOVE, but the secret of life is LOVE what you DO”

Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/

Rabu, 28 September 2016

Materi Matrikulasi #6 Ikhtiar Menjemput Rezeqi

22.45 0 Comments
IKHTIAR MENJEMPUT REZEQI
[ BUNDA PRODUKTIF ]

Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR” .  Sehingga muncul ghirah yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati. Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

“Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada. Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”
Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar. Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah  bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga.
Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup.

“Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI”
Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita. Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya.

Seorang ibu yang produktif bekerja itu agar bisa menambah syukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya.

Bukankah Siti Hajar berlari tujuh kali bolak balik dari Shafa ke Marwa, tetapi zam-zam justru keluar dari kaki mungil Ismail?
Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah Kejutan.
Rejeki adalah kejutan yang datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.
Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya, kemudian ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni?


Pertanyaan-pertanyaan
#1 Pertanyaan Diah – IIP Depok
Jadi sebaiknya kita mempraktekkan bunda sayang/cekatan dalam kehidupan sehari-hari dulu baru masuk ke ranah produktif ya?

Jawaban:
Namanya pijakan memang harus setahap demi setahap. Pijakan pertama yang kuat akan memudahkan langkah kita untuk naik ke pijakan berikutnya. Jadi Kuatkan dulu bunda sayang dan bunda cekatan ( kalau bunda sudah memiliki anak-anak), tapi kalau masih gadis atau belum punya anak pijakannya, bunda cekatan baru bunda sayang. Kejar ilmunya dan segera praktekkan, agar lebih memudahkan langkah kita ketika masuk ke bunda produktif.
Bagaimana kalau kondisi memaksa kita untuk masuk ke ranah produktif terlebih dahulu. Bisa kita kerjakan secara paralel, namun perlu sebuah management waktu yang sangat bagus dan mengejar ilmu bunda sayang dan bunda cekatan dengan cepat, mengikatnya dengan amalan/praktek.

#2 Pertanyaan NiaNio – IIP Depok
Saya mau curcol skaligus tanya konkrit. Saya masih kerja di ranah publik karena masih biayai adek adek saya kuliah dan yang kedua masi kepikiran pembiayaan rumah (kpr). Ingin betul mantap meyakini bahwa rizki itu pasti…tapi logika manusia saya masih menggoda…takut gak kebayar kpr nya..masih panjang belasan tahun lagi hihihi. Bagaimana tips nya ya

Jawaban:
Khawatir akan kondisi sendiri saat ini boleh, tapi yang tidak boleh adalah mengkhawatirkan rizqi dari Allah. Karena itu janji Dia yang akan menjamin rizqi makhluk Nya, selama kita TAAT kepadaNya. Prinsip saya dan keluarga ketika menghadapi sebuah kekhawatiran/ketakutan adalah memakai prinsip di bawah ini : 
‘How to conquer the fear? FACE the fear’
Bagaimana cara mengatasi ketakutan? Hadapi ketakutan tersebut. Hadapi, susun strategi, apabila gagal, ubah strategi berikutnya. Karena There is NO FAILURE, only wrong result, so we have to change our strategy. 

#3 Pertanyaan Laila – IIP Aceh
Jika melaksanakan masing-masing pilar bertahap, dulu Bu Septi di tahun keberapa terjun ke pilar Bun produktif. Butuh berapa lama “selesai dengan diri sendiri.”
Apakah ibu ritme mempercepat/ memperlambat dalam menjalani hari-hari menemukan misi diri?

Jawaban:
Saya menikah tahun 1995, dari tahun 1995 – 2003 saya fokus di bunda sayang dan bunda cekatan. Sambil momong anak-anak. 2003-2008 saya masuk ranah bunda produktif, masih dalam proses menemukan kesejatian diri, belum tuntas selesai dengan diri saya, masih terus mencari, tapi sudah ketemu jalannya. Tinggal kemauan saya sendiri mau lebih cepat atau lebih lambat mencapainya. Sehingga yang penting adalah ketemu peran hidup, atur ritme kita sendiri, mau berapa lama sampai ke tujuan. Karena proses hidup yang saya pakai adalah : Menemukan peran hidup – Menemani anak menemukan peran hidup mereka – Membantu teman-teman lain untuk menemukan peran hidupnya.
Tahap saya sekarang masuk di jalur yang ke 3, membantu teman-teman menemukan peran hidupnya. Setelah itu ? tidak tahu, menunggu surat cintaNya, apakah akan mendapatkan tugas baru lagi, atau justru dapat surat cinta untuk pulang berkumpul bersama dengan para kekasihNya , insya Allah.

#4 Pertanyaan Shanty – IIP Bandung
Kalau lihat materi yang bu Septi sampaikan tentang kelebihan menjadi ibu produktif seperti membuat hidup penuh makna, meningkatkan rasa percaya diri dan gairah hidup, bermanfaat buat orang banyak, sampai ke meningkatkan imunitas tubuh segala. Ini keren banget. Semua orang memerlukan hal ini untuk menjadi ibu yang bahagia.
Tapi di bagian awal, bu septi mengatakan jangan dulu ke Bunda Produktif kalau Bunda Sayang dan Bunda Cekatannya belum beres.
Apa tidak kontradiktif ya Bu? Karena pengalaman saya dulu yang sempat ‘hanya’ mengurus anak dan rumah tangga, tanpa memikirkan kebermanfaatan untuk orang lain rasanya memang kurang optimal dan stress sendiri. Rasanya lebih nyaman dengan saat ini yang bisa menyediakan waktu untuk yang lain juga selain urus anak dan rumah tangga. Walau memang waktu produktifnya hanya sekitar 1-2 jam sehari.

Jawaban:
Kata “hanya” mengurus anak dan rumah tangga itulah yang mengurangi keihklasan kita untuk mencapai kebahagiaan sebuah proses. Tapi itu wajar dialami semua ibu, saya saja di tahun-tahun awal juga mengalaminya. Merasa tidak berguna kalau hanya ngurus anak dan rumah tangga saja. ternyata saya ketemu kuncinya : saya belum menerima fitrah saya sebagai ibu, masih memikirkan ambisi pribadi, karena saat itu melihat teman-teman seangkatan sudah pada “keren-keren” bekerja di sebuah kantor/perusahaan. Ternyata definisi “keren” saya saat itu belum berubah, masih rata-rata pemahaman kebanyakan orang.
Saya tidak memaknai hari-hari saya sebagai sebuah proses produktifitas. Akhirnya saya switch mindset saya dengan kalimat Pak Dodik sebagai penguat: “bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan”
Akhirnya saya buat jam kerja saya bersama anak-anak menjadi jam produktif. Tempat saya punya laboratorium untuk melangkah ke ranah produktif. Saya maknai kebersamaan bersama anak-anak saya menjadi kegiatan dinamis dan sangat menyenangkan. Akhirnya Allah memberikan jalan rejeki yang tak terkira.
Kebersamaan saya bersama anak 1 , diberi bonus usaha oleh Allah sebuah Jarimatika. Kebersamaan saya bersama anak no 2, menghasilkan abaca-baca, kebersamaan saya dengan anak no 3, menghasilkan Jari Qur’an. Setelah anak besar-besar, saya diberikan amanah School of Life Lebah Putih dan Ibu Profesional.
Janji Allah pasti adanya…..tinggal bagaimana cara kita memaknainya.

#5 Pertanyaan Farda – IIP Surabaya
Setiap orang punya masa krisisnya masing-masing. Pada titik bagaimana ya kita bisa merasa merdeka, bebas dari ego, selesai dengan diri sendiri, dan yang terpenting terinspirasi dari orang lain tanpa merasa terintimidasi?

Jawaban:
Kalau pengalaman saya, saya merasa merdeka bebas dari ego, selesai dengan diri sendiri, justru setelah berhasil melewati masa krisis. Silakan diamati, biasanya masa krisis itu akan datang secara periodik dalam rumah tangga kita. Kalau dalam kehidupan pernikahan ada yang 3 th an, 5 th an, atau 7 th an, masing-masing berbeda, dan akan selalu ada. Kalau di anak-anak saya menamai dengan “masa badai”, hasil pengamatan saya ternyata anak-anak akan muncul masa badai di usia ganjil selama mereka berusia 0-15 th, setelah itu tenang, karena sudah aqil baligh.

Ketika melihat kehebatan orang lain, di masa -masa krisis, maka kata ajaib saya adalah “menarik tapi tidak tertarik” agar kita tidak terintimidasi. Saya hanya akan mengatakan, sudah di KM berapa keluarga sukses tersebut? Keluarga saya sedang di KM berapa? Apakah perjalanan saya ON Track atau OFF Track? Semakin mendekat ke surga atau menjauh? Apa yang sudah baik yang sudah dilakukan keluarga tersebut? Terinspirasi satu hal apa yang bisa saya lakukan esok hari agar hidup saya berubah? Tulis-kerjakan satu-satu.

Pinjam istilah renald kasali, di change management mau lompatbke kurva s selanjutnya. Istilah di keluarga kami “High Energy Ending”, berhenti saat mencapai puncak. Untuk mencari tantangan gunung berikutnya.

Nice HomeWork #6

PR yang diberikan Bu Septi pada Selasa, 21 Juni 2016 untuk dikumpulkan paling lambat hari Minggu, 26 Juni 2016 pukul 16.00.

Bunda kali ini kita akan memahami bagaimana cara kita menemukan kekuatan diri dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.  Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah Bunda tulis di NHW#1 – NHW #5.

Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

#1 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
masuk kewww.temubakat.com
isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
belajarlah membaca hasil dan Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #6

#2 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Adapun format materi dalam bentuk video dapat dilihat pada link inihttps://www.youtube.com/watch?v=kjE5FGuvfrY

Jika seneng dalam versi audio maka suara nyaman bunda Septi dapat di dengarkan melalui soundcloud ini.

Selamat belajar.....



























Kuadran Aktivitas
Shanty’s Nice HomeWork #6 dibuat dalam postingan terpisah.
Review Nice HomeWork #6
Disampaikan pada 20 Juli 2016.
Bunda, terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#6 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil talents mapping teman-teman, maka saya lihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman, tinggal sekarang diamati kekuatan potensi dirinya, kemudian berkolaborasilah dengan orang yang tepat agar potensi tersebut bisa optimal. Akan lebih baik lagi kalau kita bisa berkolaborasi dengan pasangan hidup kita. Karena prinsip dari talents mapping, FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN. Salah satu cara mensiasati kelemahan adalah mencari partner yang tepat yang bisa mengisi kekurangan kita. Maka jodoh itu bukan yang memiliki kekuatan dan kelebihan yang sama, jodoh itu adalah mereka yang bisa komplementer untuk saling mensiasati kelemahan sehingga bisa saling menghargai masing-masing kekuatannya.
Saya akan ambil satu contoh dari hasil tulisan teman-teman di NHW #6 Program matrikulasi ini tentang pentingnya berkolaborasi untuk mengoptimalkan potensi kekuatan kita.
“Saya Mesa Dewi, ibu rumah tangga yang berusia 26 tahun. Saya bercita-cita menjadi home educator  dan fasilitator keluarga yang handal. Tujuh urutan bakat tertinggi  saya secara berurutan adalah : INPUT – SIGNIFICANCE – MAXIMIZER – FUTURISTIC – RELATOR – COMPETITION – CONTEXT.
Bakat INPUT membuat saya ingin mengetahui banyak hal secara mendalam. Mudah penasaran dan suka mengulik berbagai hal baru yang saya rasa menarik. Hobi mengoleksi informasi ini memudahkan saya melakukan pencarian data, saat data tersebut dibutuhkan atau ingin dibaca kembali baik untuk diri saya sendiri maupun untuk orang lain. Di sisi lain, rasa keingintahuan akan banyak hal terkadang membuat pikiran menjadi overload dan jenuh. Sehingga saya perlu menguatkan diri untuk memegang komitmen, “Hal itu menarik, tapi saya tidak tertarik. Ketertarikan saya fokus pada pendidikan keluarga.”
Untuk mengoptimalkan bakat ini, saya perlu berkolaborasi dengan orang-orang berbakat FOCUS dan DISCIPLINE supaya dapat menghasilkan pemahaman yang spesifik dan mendalam.
Perpaduan bakat MAXIMIZER dan RELATOR membuat saya senang menjalin relasi, berkomunitas dengan teman-teman sevisi dan dapat menyokong orang lain untuk mencapai tujuan.
Saya perlu bermitra dengan orang RESTORATIVE dalam menangani masalah, karena kemampuan saya dalam hal ini terbatas. Di keluarga, bakat MEDIATOR dan ANALYST suami sangat membantu dalam hal ini.
Dengan bakat COMPETITION, berkumpul dengan teman sevisi juga membuat saya memiliki tambahan energi dari lingkungan yang kondusif untuk senantiasa memajukan kualitas diri. Bukan lagi membandingkan diri dengan orang lain, tapi membandingkan kemajuan diri dan keluarga dari waktu ke waktu. Slogan good is not enough anymore we have to be different sangat mengena pada saya, karena bakat SIGNIFICANCE yang cukup mendominasi. Berkolaborasi dengan bakat FUTURISTIC dan CONTEXT seringkali membuat perencanaan saya berkaca pada masa lalu, unik dan detil.  Untuk mengasah bakat FUTURISTIC ini, saya membutuhkan partner sesama FUTURISTIC untuk berdiskusi kreatif. Alhamdulillah suami juga memiliki bakat VISIONER, sehingga sering tercetus ide unik terkait keluarga saat Home Team Discussion  berlangsung. Karena visi yang sama inilah, lahir GRIYA RISET sebagai nama hometeam keluarga kami. Namun, kami perlu mendekatkan diri pada keluarga-keluarga maupun teman-teman yang memiliki bakat ACTIVATOR, agar tidak terlena di ranah konsep dan ide-ide tersebut dapat tertuang menjadi aksi. Mari berkolaborasi :)”
Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda mengisi ST 30 juga, kemudian lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.
Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).
Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius. Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus saya tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan.  Maka saran saya masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan, kalau anda sudah menemukan “beat”nya disana, sudah merasa “sukses dan bahagia” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama anda BISA. Yang tidak boleh adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.
Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :
“It is GOOD to DO what you LOVE, but the secret of life is LOVE what you DO”
Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/

Sabtu, 24 September 2016

Final Matrikulasi

10.39 0 Comments

Mengunci Ilmu dengan Amal
Oleh : Septi Peni Wulandani

Bunda setelah mengikuti materi 1-10, ke depannya para peserta Matrikulasi Batch#1 yang LULUSlah yang akan memandu program matrikulasi di wilayahnya masing-masing. Untuk itu ada beberapa hal yang bisa bunda amati sebagai berikut :

1. Apakah bunda bisa melihat sebuah benang merah dari program matrikulasi kita dari materi #1 - materi #10?

Jawaban :
Kita diminta untuk merenungi dan menemukan misi spesifik hidup ini,tentu diawali dengan proses "accepting", kemudian berpikir lebih mendalam tentang korelasi antar misi spesifik tersebut dengan misi komunal dalam kehidupan bermasyarakat dengan mengkaitkannya pada aspek kearifan lokal.
Sehingga, maksud Allah menciptakan kita untuk menjadi hamba Allah yang "bermanfaat" dapat kita jalankan dengan sebaik-baiknya sebagai sebuah amanah penciptaan, pada peran dan bidang apapun yang selaras dengan panggilan jiwa kita. Sehingga pada gilirannya, cita-cita kemuliaan sebagai makhluk hidup dapat terwujud.

2. Mohon dilihat kembali materi #1 - materi #8, kemudian buat mindmapnya.

Jawaban :

Lihat gambar mindmap

3. Sebutkan hal-hal apa saja yang perlu bunda siapkan apabila ingin memandu program matrikulasi di setiap wilayaj masing-masing.

Jawaban:
1. Kesiapan mental, pikiran dan psikis. Tidak lagi menjadi *ibu galauers*
2. Komitmen
3. Self-motivation untuk percaya diri membagikan pengetahuan dan inspirasi.

Demikian bunda Septi,
Terimakasih yang sangat sangat buanyakk atas ilmu yang telah diberi... semoga Allah menjadikannya ilmu yang bermanfaat. Baarokallahu fiikum...

Jogja, 17 September 2016

Senin, 05 September 2016

#2 Ajarilah Diri Kalian dan Keluarga Kalian Kebaikan

22.22 0 Comments
Ajarilah Diri Kalian dan Keluarga Kalian Kebaikan

Pengantar

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnyanya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintakan-Nya..." (Qs. at-Tahrim : 6 )

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu dalam menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala ( quuw anfusakum wa ahliikum naaroo ) dimaknai dengan perkataan : "ajarilah diri kalian dan keluarga kalian kebaikan"

inilah misi para anbiya dari masa ke masa, misi mendidik keluarga mereka dan menyelamatkannya dari api neraka. Inilah sebaik-baiknya true goals!

Seorang bapak rumah tangga berkewajiban mengajari diri dan istrinya serta anggota keluarganya, begitupun sebaliknya seperti sebuah siklus yang melingkar, setiap komponen keluarga ada menjadi pembelajar bersama-sama.
Dalam ayat diatas juga sangat serius menerangkan bahwa apapun tujuan pendidikan kita, arahkan ke tujuan sejatinya "mendidik dan memerintahkan (diri dan keluarganya) utnuk mengerjakan kebaikan dan melarang dari kemaksiatan"

Oleh karena itu, perlu ada usaha dan kerja keras secara terus menerus dalam mendidik keluara ini, memperbaiki kesalahan mereka, membina mereka untuk mengerjakan kebaikan. Kapan-kapan kita bahas hikmah dari Keluarga Ibrahim, insyaAllah.

Coba dicermati zaman dan dunia ini berubah dari waktu ke waktu, namun esensi belajar tidaklah berubah, yang berubah hanyalah metodenya saja yang menyesuaikan (customize) dengan karakteristik subjek, objek maupun lingkungan belajarnya.
Begitupun dalam dunia pendidikan, anak kita akan hidup di zaman yang berbeda dengan kita. Maka mereka akan belajar hal beda, memiliki semangat belajar yang beda, dan cara belajar yang berbeda pula dari kita.

Learning ....(look mind map)

1# Tentukan GOALS
   max 5 poin/kata yang berisi profil dasar output pendidikan yang kita rancang
2# Step / Tahapan
   contoh : Iman-Adab-Bicara (Keluarga Dodik-Septi)
   artinya Keluarga Dodik mengawali pendidikan anak-anak mereka dengan menguatkan IMAN, menumbuhkan karakter baik sebelum mereka berilmu dan menemukan passion kehidupannya.
3# Methode / Cara Belajar
   ~ mulazamah (membersamai guru/mentor/ustadznya)
   ~ musabahah (menjadikan guru/mentor/ustadznya sebagai sahabat tempatnya menimba ilmu dan diskusi tentang keilmuan)
   ~ PBL (Project Based Learning)* nanti kita bahas sendiri
   ~ Magang/Nyantrik
   ~ Inquiry Based Learning (menumbuhkan rasa ingin tahu anak)
4# Evaluation
   ~ mastermind
   ~ portofolio
   ~ report

  Berikut cara belajar yang berbeda dari zaman doeloe dan kini (lihat pict cara belajar)


Sehingga jika kita dan anak-anak telah paham bagaimana seharusnya belajar itu, maka semangat belajar akan berubah pula, yang tadinya belajar untuk mengejar nilai maka akan naik tingkatnya menjadi belajar adalah sebuah kebutuhan, belajar untuk meraih cita2 dengan proses yang bahagia.

Peran Orangtua, 
Jadilah pemandu anak ( 0 - 8 th), kawan sepermainan ( 9 - 16th), sahabat yang siap mendengarkan (17th keatas)


/Lina Ibune Azzam/

Sumber : Materi Bunda Sayang dan Matrikulasi IIP

CBE Community Based Learning

08.30 0 Comments

📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝
Resume Kulwapp 1
Forum Komunikasi Peduli Anak (FKPA)

🗓Selasa, 19 April 2016
⏰Jam 20.00-21.00 WIB

🎤Host: Jervine
🎤Co-Host: Andita A. Aryoko
📝Notulen: Susi Firdausa

💡Narasumber: Ibu Septi Peni Wulandani

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
COMMUNITY BASED EDUCATION

Mengembangkan Fitrah Anak

Community Based Education sebenarnya adalah sederhana, sebuah proses pendidikan untuk mengembalikan fitrah anak. Kalau saat ini sedang banyak orang membicarakan pola hidup sehat dengan makan makanan organik, maka Community Based Education dan Home Education bisa dikategorikan "pendidikan organik". Makanan untuk otak dan mental anak yang tidak instan dan mengalami sebuah proses alamiah.

Di Communnity Based Education Kita hanya mengupayakan proses yang sealamiah mungkin sesuai fitrah atau kodrat Allah dan menjalaninya sesuai sunnatullah tahap perkembangan manusia.
Selebihnya adalah menyerahkan semua keputusan akhir di tangan Allah SWT.

Jika fitrah adalah jalan sukses, sunnatullah adalah cara sukses, maka doa doa kita adalah kunci sukses bagi anak anak kita di dunia dan di akhirat.
Dalam perjalanan sehari-hari tugas kita adalah menemani anak-anak untuk bisa mengembangkan semua potensi fitrahnya, baik fitrah keimanan, fitrah belajar dan fitrah bakatnya.

Caranya dengan memaknai setiap moment dan merancang bersama anak sebuah program yang khas sesuai dengan tahap perkembangannya (customized education)
Di tahap 0-7 tahun tugas kita adalah menemani anak-anak agar mereka kaya akan wawasan, Memasuki usia 7-14 th jadilah teman yang mau mendengarkan suara anak-anak agar mereka kaya akan gagasan. Saat 14 th ke atas, saatnya anak-anak memasuki dunianya dengan kaya akan kegiatan.

Tujuan akhirnya adalah agar fitrah anak anak kita tumbuh paripurna
sehingga memiliki peran peradaban spesifik atas fitrah bakatnya, memilki kemampuan inovasi memakmurkan bumi atas fitrah belajarnya dan memiliki akhlak mulia atas fitrah keimanannya
Itu semua sebaiknya tepat dicapai ketika anak anak kita memasuki aqilbaligh sekitar usia 15-16 tahun.

Maka bekal pertama dan utama dalam mendidik bukanlah segepok kurikulum baku dan kaku, tetapi adalah keyakinan dan kebersyukuran, ketenangan dan keoptimisan bahwa setiap anak memiliki potensi fitrah yang baik dan ditakdirkan menjadi baik. Hanya orangtua dan lingkungan yang gegabahlah yang banyak merusak dan merubah serta menyimpangkan fitrah anak anak kita.

Apabila anda takut melangkah sendiri, segera berjejaringlah dalam sebuah komunitas. Ketahuilah bahwa tidak hanya anda yang menginginkan anak-anak tumbuh sesuai fitrahnya.

Salam,

/Septi Peni/
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

TANYA JAWAB
♻♻♻♻♻
1⃣Pak Igo Malang
Apakah mengajari anak di bawah 7 tahun untuk menghafal quran itu sesuai dgn fitrah anak?

Karena saat ini dgn kemunculan dai cilik musa la ode yg berusia 5 tahun tp sudah hafal 30 juz dan kemarin menang di MTQ international membuat para ayah bunda ingin mencontohnya.
Syukron. ☺

1⃣♻Ayah Igo, ada anak yang fitrahnya senang menghafal AlQur'an tanpa harus diminta, ada yang tidak. Saya belum kenal lebih dekat tentang Musa dan keluarganya (kalau ada yg mengenal ayah bunda Musa dan melihat langsung pola asuhnya di rumah, bisa diceritakan disini). Tetapi saya kenal teman HE saya di Jakarta, salah satu anaknya sangat menyukai menghafal Al Qur'an. Kalau ditanya ini hobby dia, masya Allah, jadi di setiap kesempatan selalu saja menghafal Al Qur'an aktifitasnya. Langkah awal semua anaknya di stimulus menghafal Al Qur'an, ternyata yang melaju kencang anak no 2 yang saat itu usia 4 th. Saya berani cerita karena saya langsung melihat proses pendidikan mereka. Maka setiap anak itu unik, yang tidak boleh kita lakukan adalah "memaksa" dan "menitipkan mimpi" kita ke perjalanan hidup anak-anak ✅

2⃣fera - malang
Apakah HE cocok utk anak ABK? Kebetulan anak sy ABK ringan ( ADD , attention deficit disorder ) , dia sangat membutuhkan sosialisasi , komunikasi dgn lingkungan.

2⃣♻Bunda Fera, HE itu pada dasarnya bukan pilihan, HE itu kewajiban hakiki kita yang harus dilakukan sebagai pemegang amanah dariNya. Sehingga tidak memandang bulu, anak tersebut ABK atau tidak, mereka berhak mendapatkan home based education dari ortunya dengan kualitas no 1. Setelah masuk usia sekolah mau memilih Schooling atau Homeschooling, bergantung pada value keluarga yang sudah anda bangun. Apabila values keluarga cocok dengan menyekolahkan anak, maka carilah sekolah yang value nya sama dengan keluarga anda. Kalau ternyata values keluarga anda mengatakan anak-anak akan lebih hebat ketika belajar bersama ortunya, maka bersungguh-sungguhlah. karena tidak ada fasilitator di luar sana yang lebih handal daripada ayah dan ibunya. Anak ABK perlu perhatian lebih dari ortunya. Maka kuatkanlah Home based Education mulai dari sekarang. Kelak anda akan mendapatkan jalur yang harus dilalui✅

3⃣Sari-Malang
1. Adakah gagasan/ cara yang efektif untuk menggerakkan sebuah komunitas? Karena terkadang terjebak dalam kesibukan masing-masing.

2. Seberapa jauh kita boleh mengintervensi anak dalam hal berinteraksi dengan orang lain didalam komunitas, yang terkadang beragam latar belakang dan sifatnya?

3⃣♻Bunda Sari,
a. komunitas itu bergeraknya karena ada kesamaan visi dan misi yang diemban. Maka seberapapun sibuknya seseorang kalau chemistry nya sudah cocok dengan sebuah komunitas, pasti akan meluangkan waktu, atau minimal memberikan perhatian dan hatinya ada di komunitas tersebut. Maka kunci menggerakkan komunitas adalah bangun komunikasi yang terbuka terlebih dahulu, saling paham kekuatan masing-masing. Dan cari tahu, apakah mimpi pribadinya ada di dalam komunitas atau tidak. Setelah itu perkuat sumber daya yang ada di komunitas

b. Komunitas itunya kuncinya TRUST, maka sebaiknya kita tidak perlu membatasi gerak anak dalam satu komunitas keluarga yang dibentuk bersama -sama. Karena setelah berkomunitas berarti semua anak adalah anak-anak kita semua. Kitalah yang berkewajiban untuk mendidik dan memberitahu apabila ada anak yang salah perilakunya dalam komunitas✅

4⃣Andita-Malang
Terimakasih atas kesempatan yg diberikan ibu utk menjadi pemateri kulwap perdana di grup fkpa ini🙏🏻🤓

Utk di Indonesia, kira2 CBE berlaku juga tdk bu utk genre akademisi seperti profesi dokter/apoteker/dsb
Karena utk profesi2 tsb dan semacamnya tentu membutuhkan standart kompetensi..

Yang sy lihat saat ini..CBE masih relevan utk genre Profesional maupun genre wirausahawan/entrepreneur..kalau utk genre akademisi sepertinya belum..

Atau mmg karena di Indonesia baru mulai meranggah ke ranah CBE bu?

Ingin menambah ilmu terkait CBE di ranah akademisi bu🙏🏻krn tdk menutup kemungkinan kl anak2 nanti condongnya ke ranah tsb

Mohon pencerahannya bu🙏🏻🤓terimakasih

4⃣♻Mbak Andita kalau di Indonesia sudah diatur di Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI) silakan cari,, dimana anak-anak yang punya kompetensi di bidang tertentu, di tes kompetensinya di lembaga penguji kompetensi (biasanya di universitas-universitas yang ditunjuk dikti) untuk diselaraskan kompetensinya ini setara dengan mahasiswa D1-S1.

Hanya saat ini belum banyak CBE yang memulainya. CBE Kampung Juara di Salatiga sedang merintisnya saat ini.Dan semoga makin banyak CBE lain yang bertumbuh bersama di negeri ini.  Kita bisa.✅

5⃣Agnita Malang
Bunda...2 anak sy sdh remaja...pd saat usia 0-14 th pasti ada moment mendidik yg mgk terlewatkan...bagaimana cara memperbaikinya atau menggantikannya?

5⃣♻Bunda Agnita, kalau anak sudah masuk taraf aqil baligh, cara yang bisa kita lakukan adalah istighfar, segera minta maaf ke anak dan tanya apa yang kamu inginkan dari Ibu nak? lakukan setahap demi setahap, jadilah the real buddy buat anak-anak. Buddy itu orang yang akan selalu ada di samping kita saat susah maupun sedih. Tapi tidak boleh terlalu protektif. hanya akan menimbulkan masalah baru lagi.

Kalau belum aqil baligh, segera kejar tahapan-tahapan yang terlewat. Buat check list, apa kira-kira yang belum kita penuhi.✅

6⃣ Bambang Probolinggo
Pertanyaan saya, apakah yg dimaksud fitrah pada anak itu, apa setiap kecenderungan anak dan hobby waktu kecil (dalam konteks positif), apa itu termasuk fitrah, yg mesti distimulasi/didorong utk berkembang?

6⃣♻ Pak Bambang, Fitrah anak adalah bekal anak yang dibawanya sejak lahir.  '…tetaplah atas fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.' (QS. Ar Ruum (30): 30). Sehingga ada beberapa fitrah anak yang harus kita jaga antara lain, Fitrah Ilahiah (Fitrah keimanan), fitrah belajar, fitrah bakat, fitrah perkembangan, fitrah seksualitas dll. Hobby anak itu masuk dalam kategori fitrah bakat. Saya posting matrik pola pendidikan di rumah kami.

7⃣maya - malang
Assalamualaikum
Bagaimana cara menjadi fasilitator ideal utk mendampingi tumbuh kembang anak, agar anak bisa sedini mungkin menemukan kekuatan dalam dirinya?

7⃣♻ Wa'alaykumsalam wr.wb mbak Maya, fasilitator ideal adalah fasilitator yang mampu tumbuh bersama dengan anak. Kemudian memiliki prinsip "Inside out" dalam menggali kekuatan anak-anak. Tidak membiarkan anak terjejali banyak hal tanpa kita paham "road map" nya. maka teruslah belajar memahami anak kita, maka disanalah kita akan semakin paham seberapa handalnya kita sebagai fasilitator anak.✅

8⃣QQ - malang
Assalamualaikum Bu,
1. mohon berbagi bgmn ibu+klrg memulai community based education+berjejaring? Bgmn cara ibu membentuk komunitas yg selaras dgn kebutuhan anak2 ibu?

2. Mngenai kendala, Sy ingin paparkan anak sy dgn byk wawasan+pengalaman bermain-belajar tp sy terkendala waktu sy sndiri, krn kami berdua bekerja, sering tertinggal kegiatan2 seru anak2 lain yg dilakukan lebih byk saat weekday. Bgmn mngatasi hal ini?

3. Mngenai minat+potensi msg2 anak dlm keluarga kan berbeda y bu, bgmn cara ibu memfasilitasi keduany agar porsiny cukup+adil?

4. Ini mgkn di luar tema, Sy sangat senang melihat putra-putri ibu yg penuh percaya diri, optimis, penuh smangat hidup, bgmn ibu mndidik anak2 positif spt ini?
Trimakasih banyak sblmnya bu  😊

8⃣♻ Wa'alaykumsalam wr.wb
a. Mbak QQ saya memulai CBE bukan untuk anak-anak saya, tapi memberi kesempatan agar ada wadah bagi-bagi anak-anak saya untuk berbagi dan bermanfaat bagi banyak orang. Jadi mohon dibalik, membangun komunitas itu bukan karena kita "ingin mendapatkan" sehingga efeknya kita akan "menuntut" apabila tidak mendapatkannya.
membangun komunitas itu didasari karena keinginan kuat untuk "memberi dan berbagi" sehingga aktivitas yang ada adalah "mengajar dan melayani".

b. Untuk urusan waktu itu pilihan hidup mbak, yang pasti masa anak-anak tidaka kan pernah dibalik oleh waktu. maka tinggal prioritas saja dalam keluarga itu. Dan siap dengan segala resiko. Ketika saya dulu memilih keluarga sebagai prioritas utama, maka saya dan suami akhirnya "wajib" pindah kuadran, jadi merdeka, tidak boleh diatur orang. Memang tidak mudah, tapi indah untuk dikenang sekarang. Dan akhirnya kami merasakan antara mendidik anak dan mencari rizqi itu bukan dua aktivitas yang terpisah, sehingga harus dikorbankan salah satu.

c. Kami memakai project based learning dalam pembelajaran, sehingga masing-masing anak akan membuat team untuk projectnya, dan team itu selalu terdiri dari kakak dan adiknya serta ortunya. Kami hanya berganti-ganti leader team saja dalam setiap project. Hal ini membuat anak-anak bisa tergali potensinya dan selalu mendapat porsi yang sama

d. Anak yang percaya diri itu karena diberi kepercayaan penuh oleh orangtuanya untuk berkembang menjadi dirinya. Maka jalani saja mbak mendidik sesuai fitrah berbasis hati nurani.✅

9⃣ Sy febria dari jember
Bunda septi sy terpukau dengan keberhasilan bunda mengantarkan anak2 bunda jadi pemeran dalam peradaban.. kmrin sy kagum zama mba ara yg sudah mulai kelihatan "jadi orang".. atas izin Allah sy juga melihat adiknya Alan diusia yg menurut penggolongan psikologis dalam usia puber. Di kesempatan melihat keluarga bunda kapan hari di malang membuat sy penasaran dgn bagaimana bunda mengawasi anak seusia alan dalam berkelana di dunia digital.. sebesar apa kebebasan yg bunda kasihkan.. apakah bunda punya aturan khusus.. misalkan seusia sekian hanya boleh berapa menit/jam didepan layar.. apakah bunda mendampinginya terus? Sy juga tergelitik dengan penampilan alan..  sy salut bunda memberi kebebasan alan dalam berpenampilan.. nah yg sy mau tanya lagi bagaimana tarik ulurnya kita membebaskan mereka memilih dan sejauh apa kita sbg ortu boleh meberikan larangan2 kpd anak2 agar bakat/fitrahnya  tidak "terkebiri" .. trimksh bunda.. maaf kalo kepanjangan🙏�🙏

9⃣♻Bunda Febria, jangan mudah kagum, karena semua itu selalu berjalan dalam proses yang sangaaaaat panjang, tidak mendadak. maka yang bunda perlukan adalah "SABAR" tingkat tinggi. Tidak perlu tergesa-gesa ataupun menggegas sesuatu agar segera sampai. Alamiah saja. Hanya itu yang kami lakukan. Kami memerapkan core values keluarga yaitu Iman dan Kehormatan, maka semua aktivitas anak-anak selalu ditekankan pada dua hal tersebut, apakah aktivitas/pilihan hidup dll yg dipilih anak itu menambah iman dan kehormatan anak? kemudian tahap berikutnya kami tentukan learning model dan learning stepnya.

Untuk Gadget kami punya yang namanya "Gadget Hours" semua anggota keluarga  bekerja dengan gadgetnya bersama-sama. Setelah itu masuk aktivitas tanpa Gadget sama sekali. Sehingga anak-anak paham akan waktu kapan bergadget ria dan kapan tidak.

Tentang penampilan saya mengijinkan anak-anak untuk menjadi dirinya. jangan menjadi orang lain atau keinginan ortunya. yang penting tidak menurunkan kehormatan✅