Follow Me @linaibuneazzam

Selasa, 26 Januari 2021

Zona Growth Pekan 2

10.18 0 Comments

Sepertinya ada yang perlu ditata lagi ini, khususnya dari manajemen diri. Entahlah mengapa daku merasa semua tanggung jawab nyaris harus xtramiles semua. Dari seluruh penjuru arah mata angin serasa di kepung deadline demi deadline. 

Belum lagi, amanah utama sebagai ibu dan istri tentu yang harus selalu berada di prioritas atas. Jangan bergeser ya buLin... heheheh, seperti itulah diriku jika sesekali selftalk. Hanya agar dapat menjaga semua tetap on track di jalur yang benar dan selaras dengan visi di awal.

Apa kabar PP Co Housing Balakosa?

MasyaaAllah namanya keren banget yah,

Balakosa, itu dari bahasa sansekerta yang sebenarnya identik untuk penamaan sesuatu yang maskulin dan gagah, tapi ide nama ini berasal dari ide keren leader CH kami yaitu mbak Rieke Kurniawati (biasa kami panggil Mahike). 

Balakosa diartikan kekuatan atau kejayaan/kemuliaan. Awalnya untuk nama Co Housing 9 kami mau diberi nama Dewi Balakosa, namun kemudian menyepakati memakai kata Balakosa saja, tanpa Dewi. Menurutku selain dari makna, nama ini juga unik dan mudah diucapkan. So, akhirnya CH 9 disebut juga Balakosa. Semoga menjadi co housing yang kuat dan menguatkan satu sama lain membernya menuju sebuah tujuan jaya/mulia bersama-sama.

Desain brand Balakosa, dibuat dengan hati oleh mbak Rena Nurul Ummah

Perjalanan PP Balakosa di Zona Growth Pekan 2

Pekan ini sejujurnya termasuk pekan yang menantang, dimana semakin menuju garis finish timeline projek semakin banyak pula ujiannya. Anggota Balakosa juga satu per satu secara bergiliran juga mesti mengambil jeda dulu dari hiruk pikuknya kegiatan projek, dikarenakan ada yang harus fokus dengan kesehatan keluarga (anak sakit, suami sakit), ada juga yang qodarullah berjuang untuk survive dari hantaman banjir karena hujan telah mengguyur langit bumi berhari-hari. Dan keadaan ini so challenging banget, benar-benar menantang plus bikin cenat cenut juga.

Sehingga, mungkin tidak banyak yang bisa saya ceritakan dalam jurnal pekan ini, lompatan PP Balakosa juga masih tentang menuntaskan tugas-tugas persiapan launching produk. Pada model awal, bisnis Balakosa merupakan pp non profit, dimana kami tidak cenderung untuk membawa pp balakosa menjadi profitable. Namun, ketika Hexabooks diluncurkan oleh BUMH (Badan Usaha Milik Hexa) maka kemudian kami mengambil aksi untuk sedikit "pivot" atau memutar bisnis model Balakosa. Semula pp non profit, kami "putar" menjadi pp profit oriented. Dengan menimbang adanya Hexabooks, mengapa tidak Balakosa turut mengambil peluang di sana. Ye kan....??? Hehehehe

Bisnis Model Balakosa


Penjelasan singkat tentang Bisnis Model Balakosa bisa dilihat dengan mengklik infografis The Business Road Map diatas.

Kemudian untuk petugas di masing-masing stage/sprint, kami membaginya seperti berikut ini;

Nah, nanti kulanjutkan lagi yah ceritanya... insyaAllah... 








Selasa, 19 Januari 2021

Zona Growth (My Personal Growth)

13.21 0 Comments



https://docs.google.com/document/d/1p9J6AZRh6pyAvMndUyYBO399aElSngoOWiTgCSWI5p4/edit?usp=sharing

Pencetus Growth Mindset ni https://www.ted.com/talks/carol_dweck_the_power_of_believing_that_you_can_improve?language=en 
Hear from Dr. Carol Dweck, the leading growth mindset researcher for over 30 years
What is a growth mindset?
Carol S. Dweck, Ph.D., explains the concept of growth mindset.
A growth mindset is the understanding that we can develop our abilities and intelligence. Research has shown that our implicit beliefs about the nature of intelligence can have a great impact on our achievement. In this TED Talk, Dr. Dweck, who first coined the terms “fixed mindset” and “growth mindset,” explains how a growth mindset leads to a focus on learning, increased effort, and a willingness to learn from mistakes. (https://www.mindsetworks.com/#research-modal-window )


Translated by Sukmawati N. Susanti
Reviewed by Agoes Santosa
00:05
Kekuatan kata "belum" 
00:07
Saya mendengar tentang sebuah sekolah di Chicago dimana para siswa harus melalui beberapa mata pelajaran untuk lulus, dan jika tidak lulus di satu pelajaran, mereka mendapat nilai "belum". Dan saya berpikir itu luar biasa, karena jika anda gagal, anda pikir, saya bukan apa-apa, saya jalan ditempat Namun jika anda mendapat nilai "Belum", anda mengerti bahwa anda berada pada kurva proses belajar. Hal itu membawa anda pada jalan menuju masa depan. Kata "Belum" memberi saya pemahaman mengenai peristiwa penting di awal karir saya, 
00:45
titik balik sebenarnya. Saya ingin melihat bagaimana anak-anak mengatasi tantangan dan kesulitan. Maka saya memberikan anak umur 10 tahun masalah yang sedikit sulit untuk mereka. Beberapa dari mereka secara tidak terduga menanggapinya dengan positif. Mereka berkata sesuatu seperti, "Saya suka tantangan," atau, "kamu tahu, saya tadi berharap hal ini akan bersifat informatif." Mereka paham bahwa kemampuan mereka dapat dikembangkan. Mereka memiliki apa yang saya sebut mindset berkembang ("growth mindset"). Namun siswa yang lain merasa masalah tersebut tragis, sebuah bencana berasal dari pola berpikir mereka yang lebih kaku ("fixed-mindset"), kecerdasan mereka telah terpaku pada suatu penilaian 
01:39
dan mereka gagal. Alih-alih menggunakan kekuatan konsep "masih belum" mereka terjebak dalam tirani konsep "sekarang". Jadi apa yang mereka lakukan? Saya beritahu apa yang lalu mereka lakukan. Dalam sebuah penelitian, mereka berkata mungkin kali ini akan curang, alih-alih belajar lagi ketika mereka gagal dalam tes. Dalam penelitian yang lain, setelah sebuah kegagalan, mereka mencari orang lain yang hasilnya jauh lebih buruk dari mereka sehingga mereka merasa lebih baik. Dalam satu penelitian ke penelitian lain, mereka lari dari kesulitan. Para peneliti mengukur aktivitas listrik di otak saat siswa diperhadapkan dengan sebuah kekeliruan. Gambar sebelah kiri adalah pola berpikir yang menetap ("fixed-mindset"). Tidak ada aktivitas apapun yang terjadi. Mereka lari dari kekeliruan. Mereka tidak melibatkan diri. Namun, di sebelah kanan adalah gambar otak siswa dengan cara berpikir pertumbuhan yang memiliki ide bahwa kemampuan dapat dikembangkan. 
02:51
Mereka melibatkan diri secara mendalam. Otak mereka menyala dengan "masih belum". Mereka melibatkan diri secara mendalam. Mereka memproses kekeliruan tersebut. Mereka belajar darinya dan memperbaikinya. Bagaimana kita membesarkan anak-anak kita? Apakah kita membesarkannya untuk keadaan saat ini daripada untuk masa depan? Apakah kita membesarkan anak-anak yang terobsesi mendapat nilai A? Apakah kita membesarkan anak 
03:20
yang tidak tahu bagaimana memimpikan mimpi besar? Tujuan terbesar mereka mendapat nilai A selanjutnya 
03:28
atau nilai tes selanjutnya? dan apakah mereka membawa kebutuhan akan validasi yang terus-menerus dalam diri mereka ke kehidupan di masa depan? Mungkin karena para bos datang dan berkata pada saya, kita telah membesarkan sebuah generasi profesional muda yang tidak dapat melalui hari tanpa sebuah penghargaan. Jadi apa yang bisa kita lakukan? Bagaimana kita membangun jembatan menuju "masih belum"? 
04:01
Ini ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Pertama-tama, kita dapat memberi pujian secara bijak, bukan memuji kecerdasan atau bakat. Cara itu sudah gagal. Jangan lakukan hal itu lagi. Tetapi pujilah proses yang dilalui anak-anak tersebut: usaha mereka, strategi mereka, fokus mereka, ketekunan mereka, perkembangan mereka. Pujian akan proses tersebut menghasilkan anak-anak yang kuat dan tahan banting. Masih ada beberapa cara untuk menghargai sikap "masih belum". Baru saja kami bekerja sama dengan pakar ilmu permainan 
04:38
dari Universitas Washington untuk membuat sebuah permainan matematika online yang memberi upah atas usahanya. Di permainan ini, siswa dihargai untuk usaha, strategi dan progres. Permainan matematika pada umumnya menghadiahi siswa yang menjawab dengan benar saat itu juga, namun permainan ini menghargai proses. Dan kami mendapat lebih banyak usaha, lebih banyak strategi, 
05:07
lebih banyak keterlibatan selama jangka waktu yang lama, dan lebih banyak ketekunan  ketika mereka menghadapi masalah yang sangat sulit. Hanya kata-kata "masih" atau "belum", kami menemukan, memberi anak-anak kepercayaan diri yang lebih, 
05:24
memberi mereka jalan menuju masa depan yang menghasilkan kegigihan yang lebih kuat dan kita sebenarnya bisa mengubah cara berpikir siswa. Dalam sebuah penelitian, kami mengajarkan mereka bahwa setiap kali mereka keluar dari zona nyaman untuk belajar sesuatu yang baru dan sulit, sel-sel neuron dalam otak mereka dapat membentuk jaringan baru yang lebih kuat dan sejalan dengan waktu mereka menjadi lebih pandai. Lihat apa yang terjadi: pada penelitian ini, para siswa yang tidak diajari cara berpikir berkembang tetap menunjukan penurunan nilai terhadap transisi sekolah yang sulit, tetapi mereka yang diajarkan pelajaran cara berpikir ini, menunjukkan peningkatan yang melambung  dalam nilai-nilai mereka. Kami telah menunjukkannya saat ini, perkembangan semacam ini, melalui ribuan anak-anak, khususnya para siswa yang mengalami kesulitan. Mari kita berbicara mengenai kesetaraan. Di negara kami, ada kelompok murid yang kurang berprestasi, contohnya, anak-anak di dalam kota, atau yang ada dalam perlindungan suku asli Amerika. Dan prestasi yang kurang ini terjadi sudah sangat lama 
06:50
sehingga banyak orang berpikir hal ini tidak bisa dihindari. Namun jika para pendidik menciptakan ruang kelas dengan cara pikir berkembang yang berakar pada "masih belum", kesetaraan terjadi. Dan berikut adalah beberapa contoh. Dalam satu tahun, sebuah kelas TK di Harlem, New York mencapai angka 95 persen  pada Tes Prestasi Nasional. Banyak dari anak-anak tersebut tidak dapat memegang pensil ketika masuk sekolah. Dalam satu tahun, siswa-siswa kelas empat di Bronx Selatan, yang tertinggal jauh, 
07:37
menjadi kelas empat nomer satu di negara bagian New York pada tes matematika. Dalam satu sampai satu setengah tahun, Siswa bersuku asli Amerika yang bersekolah di tempat perlindungan, beranjak dari level bawah wilayah mereka ke atas, dan wilayah tersebut termasuk bagian wilayah makmur di Seattle. Jadi anak-anak suku asli itu mengalahkan anak-anak Microsoft. Hal ini terjadi karena arti sebuah usaha dan tantangan  telah mengalami transformasi. 
08:25
Sebelumnya, usaha dan tantangan membuat mereka merasa bodoh, membuat mereka merasa putus asa, Namun sekarang, usaha dan tantangan, itulah saat neuron mereka membangun sebuah jaringan baru, jaringan yang makin kuat. Saat itulah mereka menjadi semakin cerdas. Saya mendapat sebuah surat dari anak laki-laki usia 13 tahun. Ia berkata, "Salam Profesor Dweck,  
08:56
Saya menghargai bahwa tulisan anda  berdasarkan pada penelitian ilmiah murni, oleh karena itu saya memutuskan untuk mempraktekannya. Saya memberi usaha lebih lagi untuk tugas sekolah, untuk hubungan saya dengan keluarga, dan hubungan saya dengan teman-teman di sekolah, dan saya mengalami perkembangan luar biasa  di area-area tersebut. Sekarang saya menyadari  bahwa saya telah menyia-nyiakan sebagian besar waktu di hidup saya." Mari kita tidak menyia-nyiakan lagi kehidupan lainnya, karena begitu kita tahu  bahwa kemampuan dapat begitu berkembang, hal ini menjadi hak asasi dasar manusia untuk anak-anak, semua anak, untuk hidup di tempat yang menciptakan perkembangan, untuk hidup di tempat dipenuhi dengan konsep "masih belum". Terima kasih.


 

Selasa, 05 Januari 2021

My Personal Agility ( Pasca Liburan 2021)

10.39 0 Comments

Dan, jurnal belajar Bunda Produktif masih berlanjut...

Lembar Personal Agility menjadi semacam alarm untuk segera bangun dan sadar situasi, bahwa libur akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 telah berlalu. Saatnya kembali ke dunia nyata dan dunia Hexagonia.

Klo diminta assesment mandiri, jujur aku mungkin belum layak dalam level Bunda yang Produktif, sebab terkadang masih belum mahir mengatur fokus, sebagai karakter yang kupilih untuk kulatihkan dalam kawah candradimuka Hexagon City.

Fokus masih saja mudah terpecah karena sesuatu hal,

Apalagi jika kemudian diminta menakar dalam sesi mastermaindan..., apa yang sudah baik sepekan dua pekan ini?

Apa yang perlu masih kurang dan ingin diperbaiki di masa depan.

Wah... pertanyaan yang tajam menusuk hati ini, dan sebagai ibu yang kesatria, aku harus jujur dengan diri sendiri, ternyata aku mungkin belum xtramiles.

Ya Allah, tolonglah kami...


Nah, bagaimana dengan kegiatan di Co Housing?
Co Housing saya bernama Balakosa, artinya apa yah? Saya sampai lupa, insyaAllah relate banget dengan Cluster Bisnis dan Marketing.




Dalam level Cluster;