Follow Me @linaibuneazzam

Minggu, 12 April 2020

Sukses persalinan spontan dengan sebutir kurma Ajwa, 30 menit langsung lahir masyaaAllah



Alhamdulillah ya Allah, dengan sebutir kurma ajwa Engkau izinkan hamba melahirkan pemuda Islam tepat pada 04042020 jam 04.30 saat adzan shubuh berkumandang mengagungkan AsmaMu...

Bayi laki-laki dengan BB 3.3 kg, PB 51 cm, respon menyusu bagus, lulus IMD, partus spontan alami. Hanya butuh waktu kurang lebih 30 menitan dari pembukaan 8/9 menuju pecah ketuban daaaaan.... Allahu Akbar si kecil tampan itu lahir dengan lancar MasyaaAlloh, hadza min fadhli Robby...

Kronologi persalinan,


Sekitar jam 01 dini hari kontraksi mulai terasa... Seperti biasa, aku terbangun menjelang jam-jam itu (antara jam 01 & 02 dini hari), tarik nafaaaas... amati dan nikmati perlahan... Bersama sebotol air nabeez rendaman malam itu, dan sebutir kurma ajwa. Kuperkuat doa dan tawakal... ya Allah, berilah kemudahan.

Kupandangi keempat anakku yang masih terlelap nyenyak dalam dekapan malam, ayahnya juga...

Sementara si sulung tidak sempat kutengok di kamarnya

Ya Allah, dengan bantuan apk Contraction Timer kupantau durasi dan frekuensi "gelombang cinta" yang semakin menghebat. Sabaaaar..... tahaaan.... Begitu bisikku lirih, ayahnya biar menyempurnakan nikmatnya tidur dulu beberapa saat lagi. 😁

1 jam, berlalu
2 jam, berlalu
Fase Aktif Kala 1
Hingga sekitar pukul 03 kuberanikan memanggil pelan pak Suami,

"Ayah, ayah..... Ibu wes kroso, hayooooo!!!"

Paksu memang sudah terbukti sebagai suami siaga, dengan sigap dan cekatan beliau bangun... Dan bergegas sambil berkata "hayuuuk, wis siap kabeh?" 
"Udah" balesku meringis menahan his yang lagi adekuat.

Beliau langsung menyiapkan kendaraan, dan mandi dulu 😁 katanya biar bersih menyambut si baby...

Terus...,

Alhamdulillah mobil melaju kalem namun pasti menuju RSUD Wates, tak lama sampai juga.
His yg menghebat membuatku tak sempat melihat jam. Hanya saja perkiraan ku itu sudah sekitar jam 03.55 (pokoknya udah hampir jam 4).
Langsung masuk ruang bersalin, cek dalam, pembukaan 8/9, dan tidak menunggu lama...

Pluk... 
serupa balon berisi air yang pecah 
iya betul, masyaaAlloh nampaknya air ketuban udah pecah, seketika kontraksi semakin memuncak dengan frekuensi yang semakin rapat.

Bidan penolong persalinan ku ada 2, yang satu bidan asli dan satunya "mendadak bidan" alias Ayah Oris ☺️, beliau jadi leader yang memimpin untuk memberi kode saatnya memaksimalkan power "ngeden"... Dan, hanya butuh 2x mengejan akhirnya yang dinanti pun lahir dengan lancar aman.

Legaaaaa Alhamdulillah ya Allah... Engkau mudahkan sekali prosesnya. Untuk kesekian kalinya momen ini membuatku takjub berkali-kali... Pada setiap kelahiran selalu membawa kesan tersendiri. 

Baby A lahir tepat adzan shubuh berkumandang memanggil para hamba Allah untuk segera hadir bersimpuh dan bersujud di awal hari

Alhamdulillah yah.. segala puji bagiMu. Seneng banget...dapet kesempatan partus spontan hingga 6x. Engkau Maha Baik ya Allah

Sekitar 30 menit saja waktu yang dibutuhkan di ruang bersalin untuk melahirkan si kecil ke dunia... Semua karena Allah benar-benar mudahkan jalannya.

Assalamu 'alaykum Baby A, welcome to the world nak... bersama doa dan air mata bahagia ayah ibu Baarokallahu Fiik sayang...

Doa Perlindungan Untuk Anak

Jadi, fyi persalinan yang aku alami ini merupakan persalinan spontan (partus spontan), dimana persalinan spontan ini memiliki sedikit perbedaan dari persalinan normal. Sebenarnya sama-sama normal melalui jalan lahir (per vaginam), namun yang membedakan adalah ketika spontan maka murni mengandalkan kekuatan tenaga si ibu sendiri tanpa intervensi medis. Sementara ketika persalinan normal memungkinkan bantuan tindakan medis seperti vakum, induksi hormon sintetis atau metode lain untuk membantu kelancaran proses bersalin.



Tips Persalinan Spontan Mudah, Alami dan Bahagia


Sebenarnya aku kadang malu untuk sharing perihal persalinan, kuatir belum layak... Soale masih banyak poro senior yang memiliki pengalaman bersalin dengan indah dan gentle (gentle birth).

Bermodal empati dan keberanian, aku akan coba bagikan bagaimana cerita persiapan persalinan spontan yang aku alami. Semoga membawa manfaat dan hikmah buat kita bersama.

Bismillah,

Bagiku,  persalinan itu bagian dari tarbiyah tauhid buat para ibu. Dimana, masa hamil dan bersalin itu adalah cara indah dari Allah mendidik kita untuk mengenal Dia dan memaknai rangkaian keajaiban-keajaiban dalam takdirNya. Beberapa ikhtiar di bawah ini bisa diusahakan saat bunda sedang dalam masa pendidikan Ilahi ini.

1. Ikhlas dan sabar dengan proses kehamilan dan menuju ke persalinan. Hayati dengan penuh rasa syukur dan sabar, apapun kepayahan yang dirasakan. Jangan mengeluh ! ini yang penting, sebab keluhan hanya akan membuat kepayahan itu semakin terasa sebagai penderitaan. 

2. Bangun kebahagiaan dengan membasuh ruhiyah melalui kajian ilmu agama, terkhusus yang menceritakan tentang keutamaan ibu hamil dan melahirkan. Maknai kabar gembira yang Allah siapkan bagi ibu hamil.

3. Minta restu dan ridho suami, ini bagian yang penting banget buatku dan menjadi tradisi selama 12 tahun terakhir ini. Setiap kehamilan dan menjelang bersalin saya akan selalu memohon ridho dari pak suami. Boleh jadi, selama menjadi istri, saya banyak melakukan kesalahan baik disengaja atau tidak yang hal tersebut masuk dalam kategori mendurhakai suami -naudzubillah-. Ketika kita telah mendapatkan ridho suami, maka segalanya akan terasa ringan di depan. Dan, saya pun siap dengan kondisi yang bersifat "exit procedure" bahkan andaikata ditakdirkan syahid saat berjuang di ruang bersalin. Uhuk....😭 

4. Pahami bahwa proses melahirkan itu adalah proses yang alami dan normal dialami setiap perempuan hamil. Sehingga, percaya dan bicara dengan tubuh kita, bahwa ia mampu melewati proses demi prosesnya dan berjalan dengan bahagia. Terkait persiapan raga ini, saya terbiasa merutinkan jalan habis sholat shubuh dan senam hamil. Kemarin juga sempat belajar "gerakan maryam" yang esensinya mengoptimalkan gaya gravitasi bumi terhadap pergerakan dan posisi janin menjelang kelahirannya.

5. Ikhtiar dengan nutrisi yang halal dan thoyyib

6. Berdamai dan berani menahan rasa sakit. Sejatinya tipe persalinan apapun pastinya akan bertemu dengan "rasa sakit", maka miliki daya tahan yang tinggi. Jangan melemahkan diri ! Jika, pada titik tertentu merasa sangat lemah dan kesakitan, maka genggam kekuatan melalui dzikir yang sesuai Sunnah, sambil berbisik pada jiwa "laa ba'tsa, thohuruun insyaaAllah". Yakinlah, ada yang sedang digugurkan melalui kesakitan itu.


Yogyakarta, 12 April 2020
Catatan Ibune Azzam

5 komentar:

  1. masyaaAllah...Barokallah mbak Lin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wafiik baarokallahu mbak... makasih yah berkenan baca cerita sederhana ini

      Hapus
  2. Selamat datang debayyyy...semoga menjadi penyejuk mata dan selalu membahagiakan kedua orang tua ya. Jadi anak yang bermanfaat untuk islam.


    Buat mamaknya, lekas pulih dan seger buger kembaliii

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin allahumma aamiin... jazaakillah khoir atas doanya ya mbak, baarokallahu fiik

      Hapus
  3. Barakallah mba lina, semoga tumbuh sehat menjadi manusia yang penuh manfaat, aamiin

    BalasHapus