Nice HomeWork #6
PR yang diberikan Bu Septi pada Selasa, 21 Juni 2016 untuk dikumpulkan paling lambat hari Minggu, 26 Juni 2016 pukul 16.00
Bunda kali ini kita akan memahami bagaimana cara kita menemukan kekuatan diri dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping. Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah Bunda tulis di NHW#1 – NHW #5.
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
#1 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
masuk ke www.temubakat.com
isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
belajarlah membaca hasil dan Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #6
#2 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
Berikut jawaban saya,
#1 Berdasarkan hasil talents mapping saya versi free pada www.temubakat.com, maka saya mendapatkan informasi tentang ;
Potensi Kekuatan saya adalah :
1. Administrator
2. Ambassador
3. Arranger
4. Communicator
5. Evaluator
6. Strategist
Potensi Kelemahan saya adalah :
1. Explorer
2. Interpreter
3. Motivator
#2 Kuadran Aktivitas saya adalah :
Review Nice HomeWork #6
Disampaikan pada 20 Juli 2016.
Bunda, terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#6 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil talents mapping teman-teman, maka saya lihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman, tinggal sekarang diamati kekuatan potensi dirinya, kemudian berkolaborasilah dengan orang yang tepat agar potensi tersebut bisa optimal. Akan lebih baik lagi kalau kita bisa berkolaborasi dengan pasangan hidup kita. Karena prinsip dari talents mapping, FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN. Salah satu cara mensiasati kelemahan adalah mencari partner yang tepat yang bisa mengisi kekurangan kita. Maka jodoh itu bukan yang memiliki kekuatan dan kelebihan yang sama, jodoh itu adalah mereka yang bisa komplementer untuk saling mensiasati kelemahan sehingga bisa saling menghargai masing-masing kekuatannya.
Saya akan ambil satu contoh dari hasil tulisan teman-teman di NHW #6 Program matrikulasi ini tentang pentingnya berkolaborasi untuk mengoptimalkan potensi kekuatan kita.
“Saya Mesa Dewi, ibu rumah tangga yang berusia 26 tahun. Saya bercita-cita menjadi home educator dan fasilitator keluarga yang handal. Tujuh urutan bakat tertinggi saya secara berurutan adalah : INPUT – SIGNIFICANCE – MAXIMIZER – FUTURISTIC – RELATOR – COMPETITION – CONTEXT.
Bakat INPUT membuat saya ingin mengetahui banyak hal secara mendalam. Mudah penasaran dan suka mengulik berbagai hal baru yang saya rasa menarik. Hobi mengoleksi informasi ini memudahkan saya melakukan pencarian data, saat data tersebut dibutuhkan atau ingin dibaca kembali baik untuk diri saya sendiri maupun untuk orang lain. Di sisi lain, rasa keingintahuan akan banyak hal terkadang membuat pikiran menjadi overload dan jenuh. Sehingga saya perlu menguatkan diri untuk memegang komitmen, “Hal itu menarik, tapi saya tidak tertarik. Ketertarikan saya fokus pada pendidikan keluarga.”
Untuk mengoptimalkan bakat ini, saya perlu berkolaborasi dengan orang-orang berbakat FOCUS dan DISCIPLINE supaya dapat menghasilkan pemahaman yang spesifik dan mendalam.
Perpaduan bakat MAXIMIZER dan RELATOR membuat saya senang menjalin relasi, berkomunitas dengan teman-teman sevisi dan dapat menyokong orang lain untuk mencapai tujuan.
Saya perlu bermitra dengan orang RESTORATIVE dalam menangani masalah, karena kemampuan saya dalam hal ini terbatas. Di keluarga, bakat MEDIATOR dan ANALYST suami sangat membantu dalam hal ini.
Dengan bakat COMPETITION, berkumpul dengan teman sevisi juga membuat saya memiliki tambahan energi dari lingkungan yang kondusif untuk senantiasa memajukan kualitas diri. Bukan lagi membandingkan diri dengan orang lain, tapi membandingkan kemajuan diri dan keluarga dari waktu ke waktu. Slogan good is not enough anymore we have to be different sangat mengena pada saya, karena bakat SIGNIFICANCE yang cukup mendominasi. Berkolaborasi dengan bakat FUTURISTIC dan CONTEXT seringkali membuat perencanaan saya berkaca pada masa lalu, unik dan detil. Untuk mengasah bakat FUTURISTIC ini, saya membutuhkan partner sesama FUTURISTIC untuk berdiskusi kreatif. Alhamdulillah suami juga memiliki bakat VISIONER, sehingga sering tercetus ide unik terkait keluarga saat Home Team Discussion berlangsung. Karena visi yang sama inilah, lahir GRIYA RISET sebagai nama hometeam keluarga kami. Namun, kami perlu mendekatkan diri pada keluarga-keluarga maupun teman-teman yang memiliki bakat ACTIVATOR, agar tidak terlena di ranah konsep dan ide-ide tersebut dapat tertuang menjadi aksi. Mari berkolaborasi :)”
Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda mengisi ST 30 juga, kemudian lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.
Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).
Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius. Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus saya tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan. Maka saran saya masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan, kalau anda sudah menemukan “beat”nya disana, sudah merasa “sukses dan bahagia” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama anda BISA. Yang tidak boleh adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.
Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :
“It is GOOD to DO what you LOVE, but the secret of life is LOVE what you DO”
Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar