Hari 9
Gaya Kombinasi teteup jadi pilihan saya menstimulus dan mengamati gaya belajar anak-anak. Karena sejatinya tidak ada gaya yang fix/ajeg, semuanya saling sinergi dan jika terstimulasi dengan optimal maka akan lahirlah harmonisasi. #tsahhhh
Dalam sebuah kesempatan diskusi dengan ibu Septi, ada yang bertanya demikian;
Jadi.... apakah jika ada anak yang dominan dengan 1 gaya belajar itu bisa jadi kurang stimulus ya bu?
Karena pada dasarnya jika semua stimulus diberikan, anak bisa mahir semua gaya (untuk anak normal)
Maka berikut jawab bu Septi,
[5/1, 10:59 PM] Ibu Septi Peni Wulandani:
Yang penting anak pernah merasakan semua gaya mbak. Secara fitrah dirinya akan belajar mengikuti "suara hati kecil" mau pakai gaya yang mana, atau mengkombinasikan banyak gaya bergantung badai yang dihadapi.
Karena pengalaman saya mendampingi anak2 setelah mereka paham semua gaya adalah pakai kata kunci :
"ikuti *suara hati kecil* itu biarkan dia yang bersujud membisikkan ke seluruh bumi dan diamini oleh seluruh penghuni langit"
Sehingga ilmu itu jadi berkah.
Bukannya cuek, emaknya nggak mau belajar, apanya yg mau diamati, pasrah dengan cara belajar anak sekarang. Dan merasa cukup.
Saya sampai anak2 masuk usia 20 tahun pun ini masih suka mengamati, mencatat, melihat perubahan mereka.
♡♡♡♡♡♡♡
Sungguh jawaban yang tepat sekali... makin cinta deh sama Bunda Sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar