Follow Me @linaibuneazzam

Minggu, 08 Maret 2020

Kehamilan Risiko Tinggi 4T

Kehamilan Risiko Tinggi 4 T



Pertama kali dapat info tersebut, membuat rasa ingin tahu saya menari-nari mencari jawab. Apa sih 4T itu?

Hal ini menggoda curiosity saya karena akibat kalimat itu saya merasa tersinggung... wkwkwkw. Hmmm baiklah, kita lihat dulu maksud kehamilan berisiko 4T.

Berdasarkan survey demografi kesehatan Indonesia (2012) menyatakan “angka kematian ibu (AKI) Indonesia semakin meningkat, 336 meninggal per 100 ribu kelahiran hidup.
Angka ini melonjak jauh dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Kabarnya hasil survey tersebut sudah dibuka buat public dan bisa di unduh melalui link ini www.sdki.bkkbn.go.id

Untuk itulah kemudian WHO memperkirakan sebenarnya 98% penyebab kematian ibu ini bisa dicegah. Diduga salah satu penyebabnya adalah kehamilan resiko tinggi 4T. Sehingga, hal ini membawa pesan ke BKKBN untuk menganjurkan kembali menggiatkan gerakan Keluarga Berencana (2 anak cukup).

Definisi Kehamilan Resiko Tinggi 4T


Secara sederhana, kehamilan resiko tinggi 4T adalah adalah kondisi TERLALU dimana ibu hamil memiliki resiko tinggi. Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu dekat, Terlalu banyak.

Kita coba periksa pengertiannya satu per satu yah…

1# Terlalu muda, usia ibu hamil pertama < 20 tahun. Dimana menurut BKKBN tahun 2007, hal ini adalah kondisi si ibu yang memiliki panggul yang belum optimal, dan juga dikuatirkan mentalnya yang belum siap menghadapi kehamilan serta menjalankan peran keibuannya. Demikian alasannya.

2# Terlalu tua, usia ibu hamil > 35 tahun. Alasannya karena pada usia diatas 35 tahun organ reproduksi ibu semakin menua, jalan lahir menjadi kaku, atau adanya potensi penyakit degenerative mulai muncul juga kekuatiran lainnya anak lahir cacat, persalinan tidak lancar dan resiko pendarahan parah. Hiyyy syereeem….

3# Terlalu dekat jarak kehamilan. Adanya jarak kehamilan yang sekarang dengan sebelumnya kurang dari 2 tahun (24 bulan).

4# Terlalu banyak anak. Ibu yang pernah hamil atau melahirkan anak lebih dari 4 kali dimasukkan ke dalam kondisi terlalu banyak anak. Hihihihi… 

Mengenai bentuk resiko, alasan dan implikasi serta referensi terkait pembahasan kehamilan resiko 4T ini bisa baca mandiri yah, di sini , soalnya saya lagi males mengulasnya. Sebab, to be honest saya sungguh merasa tersinggung… setidaknya 2 atau 3 dari 4T itu saya miliki kondisinya.

Terlalu tua, iya… 
Terlalu banyak anak, mungkin…
Terlalu dekat jarak kehamilan, nggak juga sih…

Alhamdulillah, per Juli 2019 kemarin saya dan suami kembali diberi amanah oleh Allah. Di usia saya yang tidak lagi muda, yaitu 37 tahun saya hamil anak ke 6 insyaaAllah. Saya kaget, suami senang. Di awal pernikahan kami, 12 tahun lalu salah satu visi berkeluarga yang ditancapkan saat itu, kami berdua sepakat tidak membatasi jumlah keturunan. Sediberinya aja sama Allah. Saat itu saya merasa cukup dengan angka 5 anak, sementara suami antara 7 atau 9 katanya. Hahahaha… santai kali doi bilang begitu, yang tekdung tralala dan ngeden siapa… wkwkwk 😤

Akhirnya perjalanan waktu 2007 – 2017, kami dianugerahi 5 malaikat kecil yang menemani hidup kami, belajar dan tumbuh bersama. 💞
Anak 1, 2007 lahir saya berusia 25 tahun
Anak 2, 2010 lahir saya 27 tahun
Anak 3, 2013 saya 30 tahun
Anak 4, 2015 saya 32 tahun
Anak 5, 2017 saya 35 tahun

Dan tahun 2020, ini insyaAllah anak ke 6.
Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Semuanya karena kebaikan dan kemurahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Nah balik ke kehamilan resiko tinggi tersebut diatas, jujur saja beberapa pekan terakhir ini kok cukup menyita perhatian saya. Apalagi jika membaca faktor-faktor resiko dan implikasi yang mungkin terjadi. Semua serba horror!!!

Pun, setiap kali kontrol ke bidan/dokter terdekat disini, selalu dapat “wejangan” nana nina… ini itu, yang mungkin bagiku lebih bersifat “omelan” seolah-olah menyalahkan kondisiku yang hamil di usia 37 tahun ini.

Duh,

Saat pak suami juga kena “semprotan” tersebut, “kok meteng meneh pak?” (kok hamil lagi sih pak?) kan sudah tak wanti-wanti.
Paksu hanya menjawab santai, “gak sengaja dok
Ampyuuun dah…. Antara tengsin dan gemes.

Well, begini ya bu ibu yang senasib dengan saya… bila info 4T ini menyapa dirimu maka saranku tak perlu dipikir secara mendalam, nikmati momen kehamilan ini dengan bahagia. Sebab, kecemasanmu hanya akan menambah payah dan dirimu makin lelah yang pada gilirannya justru akan mempengaruhi kesehatan. 

Semua Kehamilan Beresiko

Sejatinya sih, bijaksananya setiap kehamilan itu berisiko. Mau usia berapapun, mau kondisi gimanapun. Makanya kenapa kemudian banyak para asatidz kita yang menjelaskan tentang keutamaan ibu hamil. Hal ini dalam rangka memberikan penguatan ruhiyah pada sang Ibu.  Salah satunya adalah dengan firman Allah Ta’ala berikut,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا 
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan  (QS. al-Ahqaf: 15)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberi jaminan. Risiko apapun yang diderita wanita ketika hamil, terutama yang mengancam kematian, akan dinilai sebagai syahid.

“…. dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya.” (HR. Ahmad dalam musnadnya 15998. Dan dinilai Shahih li Ghairih oleh Syuaib Al-Arnauth).

Konteks Kehamilan Risti (Resiko Tinggi)

Kalau saya boleh menyimpulkan, biar sekalian jadi pengetahuan bersama maka sebenernya dari sekian buanyaaak informasi tentang kehamilan risti (resiko tinggi) ini, maka ada 3 poin utama yang perlu menjadi perhatian buat kita-kita para bumils ini.

Kita cek dalam infografis yah;

Dalam infografis tersebut saya ringkaskan 3 fokus kita perhatian kita saat berada dalam kategori kehamilan risti:
PANTAU TEKANAN DARAH
Bila tekanan darah ibu hamil diatas 140/90 mmHg maka potensi preklamsi mungkin terjadi, dan bila terus naik mencapai 160/110 mmHg hal ini sudah berbahaya karena memicu eklamsi/kejang pada ibu hamil. So, pantau TEKANAN DARAH terutama pada tri semester 2 dan 3 ya. Jaga dalam skala normal diantara 90/60 hingga 120/80 mmHg.
PANTAU KENAIKAN BERAT BADAN (BB)
Kenaikan BB yang cukup tinggi merupakan resiko diabetes/kecing manis. Diabetes yang terjadi oleh karena kehamilan. Maka, perhatikan BB ibu dan janin sebab hal ini terkait dengan kadar gula darah.
PANTAU PERGERAKAN JANIN
Wajib waspada! Apabila bumil tidak merasakan pergerakan janin pada kehamilan diatas 7 bulan (28 w). Gerak normal bayi dalam 12 jam ada 10 gerakan besar, perhatikan apakah melambat, melemah atau bahkan diam. Gerakan janin ini penting sebab terkait dengan potensi tumbuh kembangnya.

Nah, selain 3 fokus PANTAU dalam infografis tersebut maka faktor-faktor resiko lainnya pun tetap perlu diperhatikan.

So, jika kita berada di salah satu kehamilan resiko tinggi 4T di atas, maka untuk saran yang paling logis untuk kita lakukan adalah;

1. Tenang dan jangan panik, agar kita dapat berpikir rasional pastinya
2. Rutin kontrol kehamilan, pantau tekanan darah, kenaikan BB (berat badan) dan pergerakan janin
3. Temukan dokter / nakes yang tepat dan nyaman buat diajak ngobrol
4. Jaga asupan gizi dan berat badan ideal
5. Hindari garam, lemak dan kolesterol tinggi
6. Hindari hal-hal yang memperbesar resiko (rokok, alkohol, junk food)

Basuh Ruhiyahmu buLina

Hamil dan persalinan adalah ibadah. Hal ini telah menjadi kodrat bagi setiap perempuan yang telah menikah. Maka, setiap etape ini hadir dalam kehidupan kita sesungguhnya ini cara Allah mendidik para ibu untuk memulihkan aqidah mereka. 

Diluar konteks kehamilan risti, bahaya yang menyertainya maupun hasil-hasil teknologi USG perlu diingat bahwasanya hal tersebut bukan segalanya. Bukan nilai mutlak. Sebab, didalam Rahim bunda hanya Allah Yang Tahu.


إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" Qs. Luqman : 34


Sehingga, bagi bumil yang mungkin saat ini ada yang risau dengan kehamilannya, ingatlah Allah Maha Besar, Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya, sehingga jangan “kecilkan” Kuasa Allah dengan prasangka kita.
Tetap berpikir positif, perdekat hubungan dengan Allah, perbaiki kualitas ibadah kita. So, semangat ya bund….!!!

Salam Ibu Hamil yang Berbahagia,
/Lina Ibune Azzam/


Tulisan ini terinspirasi dari obrolan di beranda FB saya,
sila dibaca-baca yah... banyak info penting dari thread di sana, klik screenshoot di bawah yah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar