![]() |
| cara mudah anak menghafal al quran di rumah aja |
Cara Mudah Anak Menghafal Al Quran Di Rumah
Sabtu sore kemarin, alhamdulillah disempatkan untuk menyimak sebuah webinar parenting. Judulnya keren banget, Cara Mudah Anak-anak Menghafal Al Quran Di Rumah Aja. Hihihihi kebayang yah, dari judul aja udah menarik banget. Dan, webinar ini dibawakan oleh seorang ayah muda pengampu parenting “ta’lim anak As-Sunnah”, beliau adalah kak Erlan Iskandar. Wuihhh salut deh pokoknya, masyaaAllah saat ini beliau baru dikaruniai 1 orang putra dengan usia 3 tahun namun udah concern di dunia parenting. Dan, memang sepatutnya beginilah orang tua muda, hendaknya sudah menghiasi dirinya dengan amalan selayaknya amalan orang tua. Sebab, ketika kita dikaruniai buah hati tentu ada maksud Allah disana, ada amanah dan tugas yang harus kita tunaikan dan kelak dipertanggung jawabkan.
Nah, kali ini saya ingin berbagi resume webinar nya, dengan beberapa catatan tambahan dari Ibune Azzam. Harapannya semoga ada manfaat dan menambah semangat kita mengusahakan generasi penghafal Al Quran.
Bismillah,
Ayah Bunda yang di Rahmati Allah…
Hendaknya sebelum kita melangkah ke dalam upaya mengajarkan Al Quran pada Ananda, maka penting sekali untuk memahami pijakannya.
Menghafal bukan sekadar kemampuan mengingat dan menyampaikannya dengan lisan semata. Namun, lebih utama dari sekadar hafalan.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَItulah mengapa dalam Al Quran, Allah mengatakan "mengapa kalian tidak mentadabburi Al Qur'an?" -Qs.47:24- Bukan "Mengapa kalian tidak menghafalkan Al Qur'an?"
Pijakan Impian Memiliki Anak Penghafal Al Quran
Maka,apakah pijakan yang perlu menjadi ikhtiar kita sebagai orang tua?
1. Orang tua pun harus belajar dan paham tujuan
Qs. At-Tahrim : 6 sudah menjadi alasan kita untuk turut andil dalam kontribusi mendidik anak. Beban pendidikannya bukan di pundak guru-guru mereka di sekolah, tapi sejatinya hal tersebut menjadi tanggung jawab kita. Karena itulah orang tua pun hendaknya harus belajar dan memberikan keteladanan. Belajarlah tentang Al Quran. Perbaiki bacaannya dan juga penuhi hak-hak huruf Al Quran sesuai makharijul huruf (tempat keluar huruf). Lanjut dengan menyempurnakan tajwidnya.
Paham Tujuan. Untuk apa sih anak-anak menghafal Al Quran? Ini menjadi renungan terdalam kita ketika kita ingin anak-anak menghafal Al Quran. Untuk siapa mereka menghafal Al Quran. Untuk tujuan duniakah atau akhirat.
Maka berkata Syaikh Muhammad adalah tujuan utama menghafal Al Quran itu adalah untuk mengenal Allah Ta’ala, mengenal Allah melalui Al Quran dan makhluk-mahkluk Nya.
2. Niat, luruskan niat lilahi ta’ala
Teringat nasehat Ustadz Aris Munandar hafizhahullah ketika beliau mengingatkan para santri di pesantren anak kami, bahwasanya sebelum menerima ilmu maka yang perlu dipersiapkan adalah wadah. Wadah ilmu itu adalah hati, maka kebersihan dan kesucian hati sangatlah dibutuhkan. Sebab Ilmu Allah hanya akan sampai pada hati-hati manusia yang bersih. Yaitu ikhlas. Ikhlas karena mengharapkan wajah dan keridhoan Allah saja.
3. Keteladanan
Ingat karakter anak-anak, mereka tidak akan pernah salah meniru
"They learn what they see. They act what they get"
Mereka belajar dari apa yang mereka lihat, dan mereka berperilaku seperti mereka diperlakukan.
Ketika anak melihat kita berinteraksi dengan Al Quran, maka mereka pun akan meniru. Walapun saat itu kita perlu berjuang dengan ekstra, termasuk kecepatan menghafal kita yang pastinya kalah cepat dari anak-anak.
Jangan lakukan hal ini,
anak disuruh baca Al Qur'an, orangtua baca WA
anak disuruh menghafal Al Qur'an, orangtua buka Instagram
Inti dari sebuah upaya pengasuhan anak adalah 2 hal ini keteladanan dan pertolongan Allah Azza Wa Jalla.
Hal yang kadang terlupa, yaitu:
Membangunkan rasa cinta (mahabbah) kepada Allah Ta'ala, karena itu merupakan pondasi iman dan pokok segala ibadah.عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا »Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Tipsnya :
· Ciptakan atsmosfer bumi Al Quran yang menyenangkan
· Beri apresiasi dan reward saat target hafalan tercapai misalnya
· Berikan hak anak ketika ia menjadi Ahlu Quran, jika ia anak laki-laki maka sangat pas di masa pandemic begini ketika sholat pun terpaksa harus di rumah, maka beri kesempatan Ananda untuk menjadi Imam Sholat
· Beri doa keberkahan Ananda, mohonkan kemudahan baginya untuk menghafal Al Quran
Fase Mengenalkan Al Quran
1. Fase Persiapan. Diawali dengan mencari calon pendamping yang juga memiliki kesamaan visi misi cinta Al-Qur'an, diutamakan yang memiliki bekal menguasai Al Quran. Karena, pasangan suami istri ini nantinya yang akan sengkuyungan dan saling mengutkan ikhtiar memiliki anak penghafal Al Quran.
2. Fase Awal Kehidupan Anak (Janin)
Syaikh An Nutbusyi "Ibu hamil yang membiasakan memperdengarkan Al Quran kepada janinnya akan melahirkan anak yang hatinya terpaut dengan Al Quran”
3. Fase Persiapan (Usia kanak-kanak, 0-2 th)
Saat usia tersebut seluruh indranya belum sempurna kecuali kecuali pendengarannya.وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَDan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Qs. An Nahl : 78)
Pada fase ini metode yang dilakukan adalah dengan MENTASMI dan MENTALAQI ==> Memperdengarkan bacaan Al Qur'an langsung dari lisan kita.
3. Fase Ghulam (2 - 7th)
Penglihatan sudah baik. Anak-anak mulai mengobservasi, sehingga keteladanan orangtua sangat penting.
Pada fase ini sudah diperbolehkan mengajarkan Al Qur'an.
Sebagaimana Sufyan Ats Tsauri belajar Al Qur'an pada usia 4th, "Aku membaca Al Qur'an ketika 4th dan menulis hadits saat usia 7th".
Kombinasi metode tasmi, talqi dan iqro’ diperlukan. Mulai dibuatkan program hafalan. Mulai dari surah termudah
5. Fase Mumayyiz (7-10 thn)
Pemahaman mereka sudah terbentuk dan cenderung sudah mulai kooperatif, sehingga program hafalan sudah mulai dijalankan secara intensif, namun tetap dikemas mudah dan menyenangkan. Fokus utama tentu pada tahsinnya dahulu. Tidak memberi beban diluar kesanggupannya. Sedikit (porsi kecil) namun rutin insyaAllah menjadi kunci keberhasilan pada fase ini.
Dilakukan bersama anak dan orang tua pun akan lebih menyenangkan ketimbang hafalan itu menjadi kewajiban buat anak. Sambil senantiasa menanamkan rasa roja’ (berharap/bersandar) pada kemudahan dan kuasa Allah saja.
Shahabat Ustman, Ibnu Mas'ud menghafal per 10 ayat,
Abul Musa menghafal per 5 ayat
Abu Bakar Bin Ayyas per 1 ayat.
Yg penting Istiqomah ==> Alloh Ta'ala mencintai amalan walau sedikit tetapi terus menerus (istiqomah).
6. Fase Syabab (10 thn sampai Baligh).
♡ Ditanamkan rasa khauf kepada Alloh Ta'ala.
♡ Punishment/hukuman --> Bila target hafalan tdk tercapai.
♡ Bisa dipertegas.
♡ Anak ditingkatkan Tadabbur Quran ==> Baca Tafsir Qur'an bersama-sama.
Sesi Tanya Jawab:
1. Kapan waktu yang tepat untuk anak-anak menghafal.
Metode teknis tiap anak berbeda-beda. Ada dominan visual, audio atau kinestatis.
Waktu terbaik itu Subuh (Waktu yg diberkahi Allah), Ashar atau Maghrib.
Pilih waktu dimana anak-anak sedang riang, tidak capek dan lapar.
Metode Tiqrar (Mengulang ayat)
misal 1 ayat 20x pengulangan, lanjyt ayat ke 2 dengan 20x pemgulangan, bila sudah hafal kembali ke ayat 1 digabung dengan ayat 2 kembali diylang 20x pengulangan.
Ahsani pemenang Hafiz Indonesia
: setiap subuh Audio murottal 1/4 juz diulang 3x, selama 1 jam. selama 5 hari ==> Tugasnya mendengarkan dan menunjuk mushaf.
Senin sampai Jum'at. Jumat siang setoran.
sabtu ahad muroja'ah hafalan yang sudah dituntaskan.
Pekan kedepannya lanjut halaman berikutnya.
2. Jika anak bertanya mengapa anak-anak disuruh menghafal Al-Qur'an tetapi ayah bunda belum menghafal Al-Qur'an.
Jawab: Nak, Ayah bunda juga sedang berusaha menghafal Al-Qur'an. Yuk menghafal bareng-bareng. Dan keutamaan mempelajari Alquran, mendapatkan balasan dari Allah berupa surga.
3. Bagaimana orang tua yg belum mengetahui Ilmu Al-Qur'an: Hendaknya mendatangi guru yang berkompeten untuk mengajarkannya Al Quran.
Baca juga, Panduan Masuk Pesantren di Era Pandemi
Sebagai akhir dari tulisan ini saya berdoa dan mendoakan teman-teman juga, semoga Allah karuniakan kita anak yang hamiilul qur'an, anak yang sholih/ah yang mencintai Al Quran, membawa dan menghiasi diri mereka dengan Al Quran. Ammin ya Rabbal Alamiin
Allahul Musta'an
/Lina Ibune Azzam/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar