Follow Me @linaibuneazzam

Jumat, 23 Februari 2018

Mana Gaya Belajarmu

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK

Definisi Gaya Belajar 

Menurut De Porter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur dan mengolah informasi. 

Sebelum membahas lebih dalam tentang gaya belajar, maka yang perlu kita pahami pula adalah tujuan dari belajar itu sendiri. 

Menurut Septi Peni Wulandani, sebuah aktivitas belajar bertujuan pada 4 hal, yang kemudian dikenal dengan Piramida Pendidikan Anak. Disinilah kita akan melangkah, artinya semestinya segala proses dan puncak dari pendidikan anak akan berujung pada;
1. Intellectual Curiosity (rasa ingin tahu yang tinggi)
2. Creative Imagination (kreativitas)
3. Art of Discovery & Invention (seni menemukan)
4. Noble Attitude (akhlaq mulia)

Dari Piramida Pendidikan tersebut dapat kita pahami bahwa pendidikan yang baik dan benar itu adalah proses belajar dari tadinya tidak tahu kemudian menjadi tahu, semakin menambah rasa ingin tahu anak yang secara fitrah telah dimilikinya sejak lahir. Melejitkan daya imajinasi dan kreativitas anak, yang pada gilirannya menjadikan anak mampu menemukan sebuah konsep/teori baik yang sebelumnya sudah ada namun belum diketahui oleh orang (discovery) atau menemukan sebuah konsep/teori baru yang belum ada sebelumnya (invention).

Dan tentunya semua proses belajar diharapkan akan bermuara pada puncak piramida yakni noble attitude (akhlaq mulia). Hal ini dimaksudkan agar segala kepandaian dan hasil temuan mampu mengantarkan kepada kebermanfaatan, baik untuk sesama makhluk maupun untuk lingkungan.

Nah, Piramida Pendidikan Anak ini nantinya dapat kita jadikan sebagai tolak ukur kita. Caranya dengan membuat pertanyaan evaluasi;
  • Apakah dengan belajar "sesuatu" maka akan meningkatkan rasa ingin tahunya? 
  • Apakah daya kreasinya ikut berkembang ketika belajar bersama kita/sekolah? atau malah tergerus habis? 
  • Apakah kemudian pada proses belajar itu anak kemudian menemukan hal baru? Muncul binar-binar Aha dimatanya ?
  • Apakah dengan bertambahnya ilmu maka akhlaq mulia anak juga terjaga dan meningkat?

Indera sebagai Modalitas Belajar

Setelah memahami tujuan langkah pendidikan kita, maka selanjutnya adalah memahami cara bekerja indera yang telah Allah karuniakan kepada kita sebagai sebuah modalitas belajar. 

Dalam kajian NLP ( Neuro-Linguistic-Programming) bahwasanya gambar, suara, rasa, aroma dan sensasi yang ada dalam pikiran kita disebut sebagai representasi internal (persepsi). Representasi internal inilah yang mempengaruhi state (sikap) dan pada gilirannya mempengaruhi perilaku anak. Represnetasi internalterbentuk melalui sistem representasi. Representasi sistem ini ibarat pintu masuk dari persepsi, berupa visual, auditorial, kinestetik, olfaktory (indra penciuman) dan gustatory (indra pengecapan). Bisa disingkat VAKOG.

Bagaimanakah cara bekerjanya?
Represntasi sistem ini bekerja dengan cara menerima informasi dan mengaktifkan memori yang kita miliki sebagai referensi dalam  menghasilkan perilaku tertentu. Representasi sistem ini yang dinamakan dengan learning modality atau modalitas belajar.

Secara sederhana dijelaskan dalam skema berikut;

Informasi >>>>> masuk melalui representasi sistem (VAKOG) = learning modalities

Setiap individu memiliki perpaduan learning modalities(gaya belajar) yang beragam. Beberapa mendapati mereka lebih dominan di satu gaya dan tidak menggunakan banyak gaya lain dalam belajar. Bagi sebagian orang caranya saat itu sangat efektif untuk mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Namun pada beberapa orang yang lain mungkin juga akan merubah gaya belajarnya ketika mereka mengalami perbedaan kondisi yang dihadapi atau jenis pelajaran yang diterima. Tidak ada paduan yang tetap, atau gaya belajar yang fix pada setiap orang.

Bisa saja kita mengembangakan gaya belajar yang semula jarang kita pakai, namun pada konteks lain menjadi sangat efektif dipakai.


Kemudian oleh karena sensory VAKOG merupakan pintu masuk informasi, maka VAKOG itu sebaiknya di stimulasi, agar terintegrasi, nah yuk kita pelajari apa sih sebetulnya sensory integrasi ini?

Melalui panca indra yang tersedia, manusia memperoleh informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan yang berada di sekitarnya (Ayres, 1979). Informasi sensorik (Sensory information) tersebut berasal dari:

1. Mata (Visual)

Mata (Visual) disebut juga indera penglihatan. Terletak pada retina. Fungsinya menyampaikan semua informasi visual tentang benda dan manusia.

2. Telinga (Auditory)

Telinga (Auditory) disebut juga indera pendengaran, terletak di telinga bagian dalam. Fungsinya meneruskan informasi suara. Ayres (1972) menyebutkan adanya hubungan antara sistem auditory ini dengan perkembangan bahasa. Apabila sistem auditory mengalami gangguan, maka perkembangan bahasanya juga akan terganggu.

3. Hidung (Olfactory)

Hidung (Olfactory) disebut juga indera pembau, terletak pada selaput lendir hidung, fungsinya meneruskan informasi mengenai bau-bauan (bunga, parfum, bau makanan).

4. Lidah (Gustatory)

Lidah (Gustatory) disebut juga indera perasa, terletak pada lidah, fungsinya meneruskan informasi tentang rasa (manis, asam, pahit,dan lain-lain) dan tektur di mulut (kasar, halus, dan lain-lain).

5. Kulit (Tactile)

Kulit (Tactile) adalah indera peraba. Terletak pada kulit dan sebagian dari selaput lendir. Bayi yang baru lahir, menerima informasi untuk pertama kalinya melalui indera peraba ini. Trott, Laurel dan Windeck (1993), menjelaskan bahwa:

“Processing tactile information effectively allow us to feel save, which in turn allows us to bond with those who love us and to develop socially and emotionally.”

Sistem taktil ini mempunyai dua sifat, yaitu diskriminatif dan protektif. Diskriminatif adalah kemampuan membedakan rasa (kasar, halus, dingin, panas), sedangkan sifat protektif adalah kemampuan untuk menghindar atau menjaga dari input sensorik yang berbahaya. Dari sifat kedua ini, akan menimbulkan respon flight, fright dan fight (Trott, Laurel dan Windeck, 1993).

6. Otot dan persendian (Proprioceptive)

Ayres (1979) menyebutkan bahwa proprioseptif merupakan sensasi yang berasal dari dalam tubuh manusia, yaitu terdapat pada sendi, otot, ligamen dan reseptor yang berhubungan dengan tulang. Ayres (1979) menyebutkan bahwa sistem vestibular dan proprioseptif merupakan dua sistem yang spesial dan Ayres menyebutnya sebagai “The Hidden Sense”. Input proprioseptif ini menyampaikan informasi ke otak tentang kapan dan bagaimana otot berkontraksi (contracting) atau meregang (stretching), serta bagaimana sendi dibengkokkan (bending), diperpanjang (extending), ditaril (beingpull) atau ditekan (compressed). Melalui informasi ini, individu dapat mengetahui dan mengenal bagian tubuhnya dan bagaimana bagian tubuh tersebut bergerak (dalam Ayres, 1972).

7. Keseimbangan / balance (Vestibular)

Ayres (1979) menyebut sistem vestibular ini sebagai “business center”, karena semua sistem sensorik berkaitan dengan sistem ini. Sistem vestibular ini terletak pada labyrinth di dalam telinga bagian tengah. Fungsinya meneruskan informasi mengenai gerakan dan gravitasi. Sistem ini sangat mempengaruhi gerakan kepala dalam hubungannya dengan gravitasi dan gerakan cepat atau lambat (Accelerated or decelerated movement), gerakan bola mata (okulomotor), tingkat kewaspadaan ( level of arousal ) dan emosi.

Proses sensori integrasi terjadi secara bertahap, kegagalan di satu tahap akan berpengaruh pada tahap berikutnya. Anak yang optimal dalam proses sensori integrasi akan memiliki kemampuan komunikasi, kemampuan mengatur, harga diri, kepercayaan diri, kemampuan akademik, kemampuan berfikir abstrak dan penalaran, serta spesialisasi setiap sisi tubuh dan otak. Hasil akhir proses sensrori integrasi tersebut baru tercapai saat anak mulai usia sekolah dasar (SD).

Lalu, yang manakah gaya belajarmu?

Semua manusia memiliki gaya belajar kombinasi yang sangat fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi saat pembelajaran berlangsung. Sehingga dengan begini kita tinggal memaksimalkan dan mengoptimalkan modalitas belajar ini sebagai karunia Sang Pencipta yang Maha Baik.

Referensi :

https ;//riezkaratna73.wordpress.com/2015/03/09/gangguang-belajar-sensory-integration-dan-dispraxia/

Materi Kuliah Bunda Sayang Batch#1, Institut Ibu Profesioanal, 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar