Follow Me @linaibuneazzam

Rabu, 20 April 2022

Menjemput Lailatul Qadar (Faidah Kajian ANB)



MENJEMPUT LAILATUL QADAR

لَيْلَةِ = malam

الْقَدْرِ  ( د sukun ) = kemuliaan

القدر ( د fatkhah ) = takdir

Penamaan Lailatul Qadr

Al Hafiz Ibnu Qudamah menyebutkan ada beberapa pendapat ulama mengapa kemudian disebut lailatul qodar, ketika huruf da disukun berarti  al-qadr bermakna kemuliaan, karenanya lailatul qadr disebut malam yang mulia,

kemudian ketika huruf da fatkhah berarti al-qadar bermakna takdir, karenanya lailatul qadar disebut malam penetapan takdir segala kejadian dalam setahun tersebut,

disebut juga lailatul qadr karena orang yang beribadah di malam itu akan mendapatkan kemuliaan yang sangat besar.

Keutamaan Lailatul Qadr

1. Malam diturunkannya Al Qur'an ( اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ - ١ )


2. Allah takdirkan semua kejadian yang akan muncul dalam setahun, takdir demikian ini disebut takdir sanawi (penetapan takdir tahunan). Seperti yang dijelaskan oleh ulama, bahwa ada 4 macam takdir .


I) Takdir Azali

Yaitu takdir yang ditulis dalam lauhil mahfudz 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Takdir azali ini adalah takdir yang merupakan takdir utama yang pasti terjadi bagi semua mahkluk.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”. (Al-Hajj/22 : 70)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ، قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ، بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، قَالَ: وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

“Allah menentukan berbagai ketentuan para makhluk, 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. “Beliau bersabda, “Dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air.” (HR. Muslim)


II) Takdir ‘umri

Yaitu takdir yang ditulis malaikat ketika meniupkan roh ke dalam janin.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ، فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia(nya).” (HR. Bukhari Muslim)


III) Takdir Sanawi

Takdir yang berlaku tahunan dan ditulis kejadian setahun ke depan setiap malam lailatul qadar.

Allah Ta'ala berfirman,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” [Ad-Dukhaan/44 : 4]

Allah Ta'ala juga berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Pada malam itu turun para Malaikat dan juga Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [Al-Qadr/97 : 4-5]


IV) Takdir Yaumi

Yaitu takdir yang berlaku harian.

Allah Ta’ala berfirman,

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” [Ar-Rahmaan/55 : 29]

Perlu diperhatikan bahwa di antara empat takdir ini, takdir utamanya adalah takdir azali yang tertulis di lauhil mahfudz, sedangkan tiga takdir yang lainnya (‘umri, sanawi, dan yaumi) adalah takdir yang bisa merubah. Perhatikan kalimat berikut:

“Perubahan takdir (‘umri, sanawi dan yaumi) ini tertulis dalam takdir azali di lauhil mahfudz.”


Contohnya: bisa saja dalam takdir ‘umri tertulis dia seorang yang celaka, tetapi karena dia bersungguh-sungguh mencari hidayah, maka ia menjadi orang yang beruntung. Perubahan takdir ‘umri ini tertulis dalam lauhil mahfudz.


Ini juga yang dimaksud dengan “takdir bisa diubah dengan doa”.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻ ﻳﺮﺩ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺇﻻ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ

“Tidaklah merubah suatu takdir melainkan doa.” [HR. Al Hakim, hasan]

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa takdir yang berubah tersebut berkaitan dengan doa, beliau berkata:

الدعاء من أسباب رد القدر المعلق ، والقدر يكون معلقا ويكون مبتوتا ، فإذا كان قدرا معلقا

“Doa termasuk sebab merubah takdir yang mu’allaq (bergantung pada sebabnya). Takdir itu ada yang mu’allaq dan ada yg telah tetap, sama sekali tidak berubah.” [https://binbaz.org.sa/old/38112]


Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa perubahan takdir dan doa tersebut juga tertulis dalam takdir azali lauhil mahfudz. Beliau berkata:

لكنه في الحقيقة لا يرد القضاء؛ لأن الأصل أن الدعاء مكتوب وأن الشفاء سيكون بهذا الدعاء، هذا هو القدر الأصلي الذي كتب في الأزل

“Pada hakikatnya takdir (azali) tidak berubah, karena doa tersebut sudah tertulis (dilauhil mahfudz) bahwa kesembuhan karena adanya doa, inilah takdir asli yang tertulis dalam takdir azali.” [Majmu’ Fatawa wa Rasail 2/93]

Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata : di malam itu Allah takdirkan keadaan semua makhluk selama setahun, siapa yang akan hidup, siapa yang mati, siapa yang selamat, binasa, bahagia, celaka, siapa yang akan menang, terhina dan semua yang dikehendaki oleh Allah selama setahun dicatat di malam qadr itu.

 

3. Malam yang diberkahi (اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ) Qs. Ad Dukhan:3

Ibadah ketika itu dilipatgandakan pahalanya, sehingga malam itu menjadi malam yang lebih baik dari 1.000 malam yang tidak ada lailatul qadarnya ( لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ - ٣ )

1.000 bulan = 83 tahun + 4 bulan, di malam itu malaikat Jibril turun dan malaikat-malaikat lain, mereka membawa keberkahan ( تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ - ٤ ) dengan izin Rabb Nya membawa takdir untuk setiap urusan.


4. Malam yang penuh keselamatan ( سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ - ٥ )

malam yang kosong dari keburukan ( al-adza ) hingga terbit fajar.


Lalu, kapan Lailatul qadar muncul ?

Pendapat pertama, dari Ibnu Mas'ud : Lailatul Qadar bisa muncul di malam-malam mana saja, Barang siapa yang qiyamul lail di setiap malam pasti akan mendapatkan lailatul qadar. Hal ini maksudnya Ibnu Mas'ud berkehendak memotivasi orang untuk tetap menjaga qiyamul lailnya, dan jangan hanya mengandalkan di bulan Ramadhan saja.

Pendapat kedua, dan ini merupakan pendapat jumhur ulama, bahwa Lailatul Qadar terjadi di bulan Ramadhan, terkhusus pada 10 hari terakhir dan di malam-malam ganjil.

Dalilnya,
a. Hadist dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda : "Carilah lailatul qadar di malam ganjil 10 malam terakhir bulan Ramadhan"
b. Hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhumaa, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda : "Carilah lailatul qadar di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, lailatul qadar ada di selisih 9 hari, 7 hari, 5 hai dari akhir bulan Ramadhan"

Intinya, waktu datangnya Lailatul Qadar itu dirahasiakan oleh Allah Azza Wa Jalla, berpeluang di akhir Ramadhan, dengan hikmah agar manusia beribadah tidak pilih-pilih waktu. Dan berpeluang besar lagi pada malam-malam ganjil.

Lailatul qadar juga tidak khusus menetap di satu malam tertentu, ia bisa berpindah-pindah baik itu di malan 21, 25 atau 27 atau 29.
Lailatul qadar senantiasa ada di setiap zaman (tidak hanya pada zaman Rasulullah saja) dan tidak akan hilang hingga hari kiamat (berdasar keterangan Imam An-Nawawy)

"Setiap orang berpeluang mendapat Lailatul Qodar yang beribadah di malam itu, selama ibadahnya diterima" Adh-Dhohhak


Wallahu 'alam


/Lina Ibune Azzam/

Catatan Faidah Kajian Menjemput Lailatul Qodar, al Ustadz Ammi Nur Baits, hafidzahullah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar