Yups, pertanyaan ini terkadang mengusik hati saya. Bagaimana tidak menjadi ibu rumah tangga tentu akan bertemu dengan keterbatasan diluar kendali diri. Tugas utama sebagai pendidik generasi dan manajer rumah tangga seakan "belum terlihat" titik akhirnya. Sehingga, seolah-olah tugas ini nonstop tiada hendti. Kadang rasa iri ini juga menggoda jika melihat kaum adam (bapak-bapak) yang memiliki keluasan untuk menunaikan ibadah, terkhusus di bulan Ramadhan seperti ini. Mereka bisa dengan tenangnya mengoptimalkan ibadah setiap harinya tanpa kuatir bertemu dengan "tamu bulanan", amanah mengasuh anak bayi/balita, mengurus domestik dan lain sebagainya.
Karenanya, ketika tiba besarnya anjuran i'tikaf spesial di penghujung Ramadhan begini, semakin membuat perasaan ibu-ibu menjadi tak karuan. Antara ingin i'tikaf yang semakin mendesak jiwa atau tetap dirumah melanjutkan tugas kerumah tanggaan seperti biasanya.
Apakah bunda merasakan hal yang serupa ?
Jika iya, yuuk toss dulu ! kita samaan... hehehehe
Alhamdulillah kerisauan ini telah dijawab oleh para asatidz kita, sehingga jawaban berikut semoga sekiranya dapat memberikan rasa tenang dan sedikit membasuh jiwa sehingga was-was yang bikin hati tidak nyaman akhirnya bisa wuz-wuz bablas, go away!
Jadi, duhai para ibu muslimah di manapun engkau berada, yang pertama perlu diperhatikan bahwa Allah Maha Tahu akan kondisi hatimu, dan yakinlah dengan ke-Maha Adil-an Nya yang tiada batas, ingat kan yah dengan kisah Imam Malik dengan sahabat nya di masa sekolah sebagaimana yang telah saya tuliskan di instagram saya. Kedua, bahwa lailatul qadar itu terbuka oleh siapapun, dalam arti siapa saja hamba Allah berpeluang mendapatkannya, baik laki-laki atau perempuan, baik yang i'tikaf maupun yang tidak, yang sakit/haid atau yang sehat. Lailatul qadar terbuka buat siapa pun.
Karenanya, para ulama menasehatkan kepada kaum perempuan (terkhusus ibu rumah tangga), dianjurkan untuk tetap mengisi malam-malamnya terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan amalan ibadah yang diharapkan dapat menjadi sebab diperolehnya kemuliaan lailatul qadar.
Diantara amalan tersebut adalah;
- Memperbanyak sholat sunnah (Qiyamul Lail)
- Jangan pernah lepas dzikrullah, lisan dan hati ini senantiasa ingat dan menyebut asma & shifat Allah dengan penuh pengagungan
- Banyak istighfar dan bertaubat kepada Allah Ta'ala
- Bersedekah dengan harta yang dimiliki
- Muhasabah dan merenungkan nilai diri serta kehidupan
- Sering-sering berdo'a kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, sahabat, bangsa dan kaum muslimin pada umumnya
- Membaca Al Qur'an (bila sedang haid, mushaf dilapisi), mentadabburi maknanya
- Menjauhi dosa dan maksiat
Selain amalan-amalan tersebut, juga bisa ikhtiar dengan menyediakan makanan berbuka bagi yang berpuasa, dan menyiapkan makanan sahur bagi keluarga/suami yang sedang i'tikaf. Selain itu aktivitas di rumah seperti mengerjakan tugas domestik, mengajari anak Al Qur'an, membimbing mereka dengan nilai agama selama diniatkan ibadah lillahi ta'ala juga termasuk catatan amal shalih yang berpahala.
Demikian, semoga menjadi hal yang bermanfaat dan mencerahkan para ibu yang sedang galau dan merasa kuatir tidak mendapat peluang lailatul qadar.

.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar