Alhamdulillah bersyukur sekali dikaruniai keluarga inti saat ini, sepekan ini anak-anak komplit berlima menemani perjalanan perjuangan ayah-ibune dalam merintis sebuah projek RHS. Masih RHS buat pembaca, namun di dalam keluarga kami perlahan secara pasti dan kontinyu ayah-ibune mencoba membumikannya ke anak-anak. Tujuannya adalah agar mereka dapat menangkap ruhnya dan bisa sefrekuensi dengan ayah-ibune.
Seperti hari ini, kami mengemas upaya membumikan ruh projek itu ke dalam sebuah cerita, berlatar kerajaan, maka jadilah sebuah cerita singkat yang lumayan seru dan menyenangkan bagi kami. Kegiatan ini kami lakukan saat dalam perjalanan, ayah memulai kisahnya...
Adalah sebuah Istana Nitikromo Ngayogyakarto Hadidiningrat, hiduplah pasangan Raja dan Ratu yang menyayangi anak-anaknya. Putra Mahkota bernama Raden Mas Fawwaz beserta adik-adiknya menjadi kesayangan dan kebanggaan sang Raja. Pada suatu hari Raja tersebut menyampaikan sebuah berita besar kepada kelima anak-anaknya,
"anak-anakku, ayah memiliki sebuah impian ....", belum sempat sang Raja menyelesaikan perkataannya, anak-anak tersebut hampir bersamaan bertanya, "impian apa ayahanda...?"
"dengarkan dulu hingga selesai ya sayang" ujar sang ibu Ratu dengan lembut
anak-anak pun mengangguk sepakat,
"ayah memiliki impian membangun sebuah kerajaan bisnis yang besar dan memiliki kebermanfaatan yang banyak untuk rakyat kita. sekarang ini ayah masih dalam proses babat alas, hingga nanti alas itu siap untuk kita rintis dan bangun kerajaan bisnis impian ayah. semoga Yang Kuasa meridhoinya, sehingga kerajaan itu benar-benar menjadi nyata. Dan, bersiaplah kalian semua untuk menjadi penerusnya", demikian Raja memberi penjelasan awal.
anak-anak mulai gaduh bertanya ini itu, karena rasa penasaran mereka dengan penjelasan sang Raja.
"tenang-tenang....., ayah paham kalian semua sangat ingin tahu tentang hal ini, namun belum bisa ayah jelaskan lebih rinci. Ayah hanya ingin kalian bersiap-siap dahulu, terutama kamu Putra Mahkota, karena dipundakmulah tampuk pimpinan akan berlabuh. Jika kamu tidak siap, maka akan ayah berikan kepada Pangeran Miqdad atau saudara-saudara perempuanmu", lanjut Raja menjelaskan sekaligus memberikan tantangan kepada Putra Mahkota Fawwaz.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Wah...seru sekali cerita tersebut, hingga akhirnya anak-anak tanpa sadar telah belajar perencanaan usaha sejak dini, belajar bagaimana membangun sebuah impian. Dalam cerita tersebut juga tersemat pesan untuk bersungguh-sungguh mempersiapkan diri merancang kesuksesan, membangun impian, belajar bahwa mereka pun membutuhkan keluarga sebagai support system dalam kesuksesan, dan lain sebagainya.
Sampai disini ibu merasa senang dan gembira, karena ayah ternyata berhasil membawa anak-anak ke dalam imajinasi sang ayah, sehingga kami semua meRASAkan, mengHAYATI dan meNIKMATI sebuah petualangan ke Dunia Imajinasi. Bismillahi tawakkaltu 'alallah...
#bundasayang
#kuliahbunsayIIP
#tantangan10hari
#gamelevel10
#GrabYourImagination
Jumat, 08 Desember 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Labels
bunda sayang
Ibu Profesional
think creative
Matrikulasi Ibu Profesional
misi spesifik
fitrah seksualitas
home education
learning by teaching
pendidikan anak
KeluargaMultimedia
bunda cekatan
change maker
gaya belajar anak
komunikasi produktif
kurikulum pendidikan anak
my family my team
manajemen waktu
passion
business
changemakerfamily
critical thinking
how to learn
jurnal fasilitator
kuadran aktivitas
melatih kemandirian
misi pendidikan
pendidikan abad 21
pendidikan keluarga
personalized curriculum
baligh
contextual teaching and learning
creative thinking
family project
financial literacy for kids
higher order thinking skill
ikhtiar
ilmu agama
inside out
intellectual curiosity
kemandirian anak
life skill
lifetime purpose
noble attitude
peran hidup
problem solving
project based learning
taxonomy bloom
visi pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar